INIKEPRI.COM – Komisi III DPRD Kota Batam menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam untuk mengevaluasi kinerja triwulan pertama tahun 2026. Sejumlah persoalan krusial mencuat, mulai dari maraknya parkir liar hingga minimnya rambu lalu lintas di berbagai titik.
Rapat yang berlangsung di ruang Komisi III itu dipimpin anggota DPRD Anang Adhan, didampingi Suryanto dan Muhammad Rizky Aji Perdana.
Dalam forum tersebut, Anang menekankan pentingnya peningkatan fasilitas keselamatan jalan, khususnya pemasangan rambu lalu lintas di titik-titik rawan.
Ia menyoroti kondisi di kawasan Jalan Cikitsu, Batam Centre, yang dinilai masih minim rambu sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan.
“Dishub perlu lebih responsif terhadap kondisi di lapangan, terutama yang berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Suryanto menjelaskan bahwa evaluasi triwulan pertama umumnya difokuskan pada penguatan koordinasi dan arah program kerja, mengingat realisasi anggaran di awal tahun masih dalam tahap awal.
Menurutnya, rapat ini juga menjadi ruang untuk menyampaikan berbagai aspirasi masyarakat yang dihimpun dari kegiatan lapangan.
Salah satu persoalan yang paling banyak dikeluhkan adalah praktik parkir liar yang masih terjadi di sejumlah titik, termasuk penggunaan trotoar sebagai area parkir.
“Penertiban harus dilakukan lebih tegas. Trotoar itu untuk pejalan kaki, bukan untuk parkir kendaraan,” tegasnya.
Ia juga mendorong Dishub untuk menghadirkan inovasi dalam pengelolaan parkir, mengingat sektor tersebut memiliki kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Selain itu, kebutuhan fasilitas penyeberangan di kawasan Legenda menuju Bandara Hang Nadim turut menjadi perhatian. Jalur tersebut dinilai padat dan berisiko tinggi bagi pejalan kaki.
Menurut Suryanto, opsi pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) atau lampu penyeberangan akan dikaji lebih lanjut oleh Dishub.
“Yang terpenting adalah keselamatan masyarakat. Fasilitas penyeberangan harus menjadi prioritas,” katanya.
Komisi III juga menyoroti minimnya rambu di sejumlah bundaran serta jalur baru, termasuk kawasan belakang Botania yang terhubung ke arah bandara dan Bundaran SMA 3. Beberapa titik bahkan dilaporkan rawan kecelakaan.
Di sisi lain, rapat juga membahas progres pengembangan transportasi massal Bus Rapid Transit (BRT) yang direncanakan mulai beroperasi pada 2027.
Dari paparan Dishub, saat ini telah dilakukan penguatan armada dengan penambahan sekitar 19 unit bus sebagai bagian dari persiapan awal.
“Harapannya, sistem BRT ini bisa segera berjalan dan menjadi solusi transportasi publik yang lebih modern di Batam,” tutupnya.
Penulis : RP
Editor : IZ
















