INIKEPRI.COM – Polisi mulai melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam kasus dugaan perundungan terhadap seorang remaja putri berjilbab di Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam, yang videonya viral di media sosial dan memicu kemarahan publik.
Kapolresta Barelang Kombes Pol. Anggoro Wicaksono, S.H., S.I.K., M.H melalui Kapolsek Belakang Padang AKP Asril mengatakan pihaknya telah menangani kasus tersebut dan saat ini masih melakukan pendalaman.
“Sedang kami tangani. Orang tua korban juga baru pulang dari Singapura dan hari ini kami minta hadir untuk dimintai keterangan,” ujar AKP Asril saat dikonfirmasi, Minggu (14/6/2026).
Peristiwa yang terjadi pada Rabu (10/6/2026) itu melibatkan anak-anak yang masih berstatus pelajar SMP. Korban diketahui berusia 13 tahun, sedangkan remaja yang diduga melakukan aksi kekerasan berusia 14 tahun.
Sejauh ini, polisi telah meminta keterangan terhadap dua anak yang terlibat dalam peristiwa tersebut. Sementara pihak yang merekam dan menyebarkan video masih dalam proses penelusuran.
“Untuk saat ini yang kami minta keterangan sementara dua orang. Yang merekam video juga masih kami dalami,” kata Asril.
Diketahui, korban dan terduga pelaku merupakan tetangga yang sama-sama tinggal di Kecamatan Belakang Padang.
Berdasarkan hasil klarifikasi awal, insiden tersebut diduga dipicu persoalan pribadi antara keduanya. Polisi menyebut adanya ucapan yang dianggap menyinggung hingga memicu pertengkaran.
Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan masih mengumpulkan keterangan dari seluruh pihak sebelum mengambil kesimpulan terkait penyebab pasti kejadian tersebut.
“Masih kami periksa semua. Nanti setelah lengkap akan kami sampaikan,” tambahnya.
Sebelumnya, video dugaan perundungan tersebut ramai beredar di media sosial. Dalam rekaman itu, seorang remaja putri terlihat beberapa kali menampar korban, menarik jilbab, hingga memukul bagian kepala korban yang hanya tertunduk tanpa memberikan perlawanan berarti.
Yang turut memancing kemarahan masyarakat adalah suara orang yang merekam video. Alih-alih berusaha melerai, perekam justru terdengar tertawa dan memberikan komentar sambil mengabadikan kejadian tersebut.
Kasus tersebut pun menuai kecaman luas dari warganet yang mendesak aparat kepolisian segera mengusut tuntas peristiwa itu dan memberikan keadilan bagi korban.
Polisi memastikan penanganan perkara dilakukan dengan mengedepankan prosedur khusus anak, mengingat seluruh pihak yang terlibat masih berusia di bawah umur. Pemeriksaan juga dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku dalam sistem peradilan pidana anak.
Hingga kini, proses penyelidikan masih berlangsung dan polisi terus mendalami seluruh fakta serta pihak-pihak yang terlibat dalam video viral tersebut.
Penulis : RP
Editor : IZ

















