INIKEPRI.COM – Sebuah video yang memperlihatkan dugaan aksi “rayap besi” di kawasan Terowongan Pelita, Batam, mendadak viral di media sosial dan memantik kemarahan publik.
Video tersebut direkam dan diunggah oleh Rusli Kurniawan saat dirinya bersama sejumlah rekan sedang menjalani kegiatan lari pagi seperti biasa pada Sabtu (13/6/2026).
Dalam rekaman yang beredar, terlihat jelas penanda waktu menunjukkan pukul 05.02 WIB.
Saat itu suasana di kawasan Terowongan Pelita masih diselimuti cahaya lampu jalan. Langit belum sepenuhnya terang. Sejumlah warga tampak memanfaatkan pagi hari untuk berolahraga dan menikmati kawasan yang tengah direvitalisasi tersebut.
Awalnya, tidak ada yang mencurigakan.
Kamera Rusli merekam suasana pagi dan aktivitas rekan-rekannya yang sedang berlari di depan. Namun beberapa saat kemudian, perhatian mereka tertuju ke sisi jalan.
Bukan tanpa alasan.
Dari arah saluran drainase terdengar suara benturan keras yang memecah kesunyian pagi.
Suara itulah yang membuat Rusli spontan mengarahkan kameranya ke sumber bunyi.
Apa yang terlihat kemudian membuat banyak orang menggelengkan kepala.
Di dekat saluran drainase yang masih baru, tampak seorang pria berdiri di atas bagian penutup drainase berbahan beton precast yang merupakan bagian dari proyek revitalisasi Terowongan Pelita.
Pria tersebut terlihat melakukan aktivitas pada konstruksi drainase tersebut.
Dari video yang beredar, pria itu diduga membongkar dan memecahkan beton penutup drainase untuk mengambil besi tulangan yang berada di dalamnya.
Suara benturan yang terdengar dalam video diduga berasal dari aktivitas pembobokan beton tersebut.
Yang membuat publik semakin heran, pria itu terlihat begitu santai.
Tidak tampak terburu-buru. Tidak terlihat pula adanya upaya untuk menghindari perhatian warga yang melintas.
Padahal pada saat yang sama masih ada pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut. Sejumlah warga yang sedang berolahraga juga berada tidak jauh dari lokasi.
Pemandangan itulah yang kemudian membuat banyak warganet menyebut pria tersebut sebagai “rayap besi”, istilah yang selama ini digunakan masyarakat untuk menyebut pelaku yang diduga mengincar material logam dari fasilitas umum maupun proyek pembangunan.
Dalam unggahannya, Rusli Kurniawan juga menggunakan istilah yang sama.
“RAYAP BESI BERAKSI! Ketika BP Batam sedang merevitalisasi Terowongan Pelita dan masih dalam tahap pengerjaan, eeeh datang pulak makhluk paling rakus di muka bumi ini yang kerap kita sebut rayap besi. Dengan pedenya dan merasa haknya untuk mengerogoti besi-besi yang ada di dalam precast penutup parit di sepanjang terowongan tanpa merasa bersalah. Tamat kau kalau ketahuan Bu Wawako Li Claudia Chandra,” tulis Rusli dalam caption videonya, dikutip INIKEPRI.COM, Minggu (14/6/2026).
Video tersebut langsung menyita perhatian publik.
Ribuan pengguna media sosial menyaksikan rekaman tersebut dan kolom komentar pun dipenuhi berbagai tanggapan bernada geram.
Sebagian besar netizen menyayangkan dugaan aksi perusakan yang terjadi pada fasilitas yang masih baru dan masih berada dalam tahap pengerjaan.
“Ini udah keterlaluan sih, cuma mikirin diri sendiri, kota orang dirusak,” tulis salah seorang pengguna media sosial.
Komentar lain menyoroti dugaan kerusakan yang ditimbulkan akibat aksi tersebut.
“Mak sampai mecahin betonn,” tulis akun lainnya.
Ada pula yang meminta aparat segera mengambil tindakan terhadap pelaku.
“Tangkap,” tulis seorang netizen singkat.
Di tengah ramainya perbincangan, Rusli kemudian memberikan penjelasan lanjutan mengenai kronologi kejadian tersebut.
Ia mengaku tidak menyangka video yang direkamnya akan viral dan menarik perhatian masyarakat hingga aparat penegak hukum.
Menurut Rusli, pagi itu dirinya bersama rekan-rekannya memang sedang melakukan kegiatan lari seperti biasanya.
Awalnya fokus mereka hanya mendokumentasikan aktivitas lari pagi yang dilakukan di kawasan Terowongan Pelita.
Namun situasi berubah ketika salah seorang rekannya lebih dulu merasa ada sesuatu yang janggal di sisi jalan.
Sementara Rusli masih fokus merekam suasana lari pagi, terdengar suara benturan keras dari arah drainase.
“Karena saya mendengar bunyi bobok beton yang begitu menggelegar di kala pagi yang sunyi itu, spontanitas pikiran saya hanya merasa wah nekat kali orang itu untuk mengambil besi-besinya,” tulis Rusli.
Ia menjelaskan bahwa tujuan awal merekam video tersebut hanya untuk dibagikan kepada rekan-rekan pelari lainnya.
Bahkan dirinya mengaku tidak pernah berpikir rekaman itu akan menyebar luas dan menjadi perhatian publik.
Rusli juga mengungkapkan bahwa dirinya bersama rekan-rekannya sempat meneriaki pria tersebut agar tidak merusak fasilitas yang ada.
Namun momen itu tidak ikut terekam dalam video yang beredar.
“Mengenai teguran sudah kami dan juga saya teriak untuk jangan merusak, hanya gak saya rekam saja,” tulisnya.
Menurut Rusli, saat itu mereka juga tengah berpacu dengan waktu untuk tiba di kawasan Batam Center sebelum pukul 06.00 WIB sehingga tidak sempat berhenti lebih lama di lokasi.
Viralnya video tersebut ternyata mendapat respons cepat dari berbagai pihak.
Rusli mengaku telah dihubungi langsung oleh pihak kepolisian untuk dimintai keterangan terkait video yang diunggahnya.
Tak hanya itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Batam Amsakar Achmad, Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, serta jajaran terkait yang dinilai cepat merespons laporan masyarakat.
“Terima kasih juga kepada Pak Wako Amsakar Achmad, Bu Wawako Li Claudia Chandra beserta jajaran dan aparat terkait semua yang merespon dan bergerak cepat. Bravo,” tulis Rusli.
Dari foto yang dibagikan dalam unggahan lanjutan tersebut terlihat sejumlah pihak melakukan peninjauan langsung ke lokasi drainase yang sebelumnya menjadi sorotan dalam video viral.
Selain itu, dari informasi yang berkembang di kolom komentar unggahan tersebut, diketahui pula bahwa Wakil Wali Kota Batam yang juga menjabat sebagai Ex Officio Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi drainase yang mengalami kerusakan dan memastikan tindak lanjut penanganannya.
Langkah cepat tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat yang mengikuti perkembangan kasus ini.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis belum ada keterangan resmi mengenai identitas pria yang terekam dalam video tersebut.
Namun satu hal yang pasti, rekaman berdurasi singkat yang dibuat Rusli Kurniawan pada pagi yang masih gelap itu telah membuka mata banyak orang bahwa keberadaan “rayap besi” masih menjadi persoalan yang nyata.
Dan kali ini, aksinya terekam jelas di tengah aktivitas warga yang sedang menikmati lari pagi di kawasan Terowongan Pelita.
Penulis : IZ

















