INIKEPRI.COM – PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Natuna bergerak cepat mengatasi gangguan pasokan listrik di Pulau Sedanau, Kabupaten Natuna, dengan mendatangkan dua unit mobile power plant (mobiler). Langkah ini dilakukan untuk mengurangi risiko pemadaman bergilir setelah salah satu mesin pembangkit mengalami kerusakan.
Manager ULP PLN Natuna, Rafki Chandra, menjelaskan gangguan terjadi akibat kerusakan pada bagian cylinder head (cyl head) salah satu mesin pembangkit listrik tenaga diesel berkapasitas 250 kilowatt (kW). Kerusakan tersebut menyebabkan berkurangnya pasokan daya sehingga PLN harus melakukan pengaturan beban melalui pemadaman bergilir guna menjaga kestabilan sistem kelistrikan.
“Dua unit mesin mobiler telah tiba di Pulau Sedanau pada Selasa (14/7) dan kini sudah dioperasikan. Penambahan ini merupakan langkah cepat untuk mengurangi dampak kekurangan pasokan listrik terhadap aktivitas masyarakat, meski belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan daya,” ujar Rafki, Minggu (19/7/2026).
Ia menjelaskan, sistem kelistrikan di Sedanau melayani sekitar 1.916 pelanggan dengan beban puncak mencapai 620 kW. Meski dua mesin tambahan telah beroperasi, sistem masih mengalami defisit sekitar 10 kW sehingga pengaturan pasokan listrik secara terbatas masih diperlukan pada waktu-waktu tertentu.
“Defisit daya terjadi karena satu unit mesin pembangkit mengalami gangguan dan saat ini sedang dalam proses perbaikan,” katanya.
Menurut Rafki, kebijakan pengaturan beban dilakukan untuk menjaga keandalan sistem. Apabila seluruh kebutuhan listrik dipaksakan dipenuhi saat kapasitas pembangkit belum mencukupi, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan pembangkit berhenti beroperasi dan memicu pemadaman yang lebih luas.
“Saat ini masih terdapat kekurangan daya sekitar 10 kW, sehingga pada waktu-waktu tertentu masih diperlukan pengaturan pasokan listrik secara terbatas di beberapa lokasi agar sistem tetap andal dan tidak mengalami gangguan yang lebih luas,” jelasnya.
PLN, lanjut Rafki, terus mempercepat proses perbaikan mesin pembangkit yang rusak agar sistem kelistrikan di Sedanau dapat kembali beroperasi secara normal.
“PLN terus mempercepat proses perbaikan, dan diharapkan mesin tersebut dapat kembali beroperasi hari ini sehingga pasokan listrik dapat kembali normal,” ujarnya.
Sementara itu, warga Sedanau, Eko, mengaku kondisi kelistrikan di wilayahnya kini jauh lebih baik setelah dua unit mesin tambahan mulai dioperasikan. Menurutnya, pemadaman bergilir yang sempat diberlakukan berlangsung sesuai jadwal dan diterapkan secara merata kepada seluruh pelanggan.
“Pemadaman tidak berlangsung lama. Sesuai jadwal, listrik padam selama tiga jam, kemudian menyala selama enam jam, dan pola itu terus berulang. Tidak ada yang diistimewakan, semuanya diberlakukan secara adil dan merata,” katanya.
Dengan penambahan dua unit mobile power plant tersebut, PLN berharap keandalan pasokan listrik di Sedanau dapat terus meningkat sembari menunggu proses perbaikan mesin pembangkit utama selesai, sehingga aktivitas masyarakat dan perekonomian di wilayah pulau penyangga tersebut dapat kembali berjalan normal.
Penulis : DI
Editor : IZ

















