INIKEPRI.COM – Ada cara sederhana untuk menunjukkan kepedulian: duduk bersama, sarapan satu meja, lalu mendengarkan.
Cara itu dipilih KPDN saat mengundang 37 petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Natuna untuk sarapan bersama di RM Pagi Sore, Jalan Pramuka, Jumat (4/9/2026).
Bukan hanya sembako yang dibagikan. Pertemuan tersebut juga menjadi ruang bagi para petugas untuk menyampaikan langsung kondisi dan kebutuhan mereka selama bekerja di lapangan.
Kegiatan dihadiri Founder KPDN sekaligus Dewan Pengarah KPDN H. Raja Mustakim dan Dewan Pembina KPDN Hadi Chandra.
Dari 37 petugas yang hadir, sebanyak 21 orang merupakan tim kegiatan DLH, sementara 16 lainnya berasal dari PU yang tergabung dalam Pasukan Biru.
Suasana berlangsung sederhana. Para petugas duduk bersama, berbincang dan menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi dalam menjalankan tugas menjaga kebersihan lingkungan Natuna.
Bagi KPDN, pertemuan itu bukan sekadar agenda berbagi. Aspirasi yang muncul justru menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut.
Butuh Peralatan Penunjang
Koordinator Pasukan Biru, Suherman, mengapresiasi perhatian yang diberikan KPDN. Menurutnya, kegiatan tersebut berbeda karena petugas tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga diberi kesempatan menyampaikan persoalan secara langsung.
“Kami sangat senang dengan kegiatan ini. Ini bukan hanya pembagian sembako secara seremonial, tetapi kami juga bisa langsung menyampaikan keluh kesah dan permasalahan yang terjadi di lapangan,” ujar Suherman.
Ia mengatakan, sejumlah peralatan menjadi kebutuhan penting untuk menunjang pekerjaan petugas.
Di antaranya Tosa atau gerobak pengangkut, alkon atau mesin pompa air, serta mesin rumput.
Kebutuhan tersebut semakin terasa ketika musim utara berlangsung. Sampah yang terbawa aliran air kerap masuk ke parit maupun jalur pembuangan dan menyebabkan penyumbatan.
Kondisi tersebut membutuhkan penanganan cepat dengan dukungan peralatan yang memadai.
“Kalau musim utara berlangsung, sering terjadi penyumbatan di parit dan pipa pembuangan air. Karena itu, kami sangat membutuhkan peralatan yang bisa membantu pekerjaan kami di lapangan,” jelasnya.
Suherman berharap aspirasi tersebut tidak berhenti sebagai pembicaraan, tetapi dapat ditindaklanjuti sehingga petugas memiliki fasilitas kerja yang lebih memadai.
Raja Mustakim: Jangan Berhenti pada Seremoni
Founder KPDN H. Raja Mustakim mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk penghargaan kepada para petugas yang setiap hari berada di lapangan menjaga kebersihan.
Menurutnya, pekerjaan petugas kebersihan mungkin tidak selalu terlihat, tetapi hasilnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kami ingin memberikan semangat kepada para petugas kebersihan. Mereka bekerja setiap hari untuk menjaga lingkungan kita tetap bersih dan nyaman. Karena itu, mereka juga perlu mendapatkan perhatian dan apresiasi,” kata Raja Mustakim.
Ia menegaskan, KPDN tidak ingin kegiatan sosial hanya berhenti pada pembagian bantuan.
Pertemuan langsung, kata dia, penting untuk mengetahui persoalan yang benar-benar terjadi di lapangan.
“Kita tidak ingin hanya datang, memberikan bantuan, kemudian selesai. Kita ingin mendengar langsung apa yang mereka rasakan dan apa yang mereka butuhkan. Dari sana kita bisa melihat persoalan secara langsung dan ikut mencari jalan keluarnya,” tegasnya.
Menurut Raja Mustakim, pola seperti itu dapat membuka ruang kolaborasi antara masyarakat, organisasi dan pemerintah.
Dengan turun langsung, persoalan dapat dipetakan lebih cepat sekaligus membuka peluang untuk mencari solusi bersama.
Ikut Mendukung Pemerintah Daerah
Raja Mustakim juga berharap kehadiran KPDN dapat menjadi bagian dari dukungan terhadap Pemerintah Kabupaten Natuna di bawah kepemimpinan Bupati Natuna Cen Sui Lan, khususnya dalam menjaga kebersihan, ketertiban dan kenyamanan lingkungan.
“Kita ingin ikut membantu pemerintah dengan cara yang kita bisa. Ketika kita turun langsung, mendengar keluhan dan mengetahui kebutuhan masyarakat, kita bisa ikut mengawal serta mencari solusi bersama. Semoga ini bisa memberikan manfaat dan semangat bagi para petugas,” ujarnya.
Pertemuan tersebut menyisakan pesan sederhana: mereka yang setiap hari bekerja membersihkan lingkungan juga membutuhkan ruang untuk didengar.
Sembako menjadi bentuk kepedulian. Sarapan bersama menjadi simbol kebersamaan. Sementara dialog langsung menjadi cara untuk memahami persoalan yang selama ini dihadapi para petugas di lapangan.
KPDN berharap komunikasi tersebut tidak berhenti pada satu meja makan, tetapi berlanjut menjadi kolaborasi yang memberi manfaat nyata bagi para petugas kebersihan dan ikut mendukung terwujudnya Natuna yang bersih, nyaman dan tertata.
Penulis : IZ

















