INIKEPRI.COM – Pemerintah Kota Batam bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam mempercepat realisasi pembangunan Jalan Lingkar Batam sebagai salah satu proyek infrastruktur strategis yang diharapkan mampu mengubah wajah konektivitas Kota Batam. Tidak hanya menjadi solusi kemacetan, proyek ini juga diproyeksikan membuka akses menuju kawasan-kawasan ekonomi baru yang selama ini belum terhubung secara optimal.
Percepatan pembangunan tersebut menjadi salah satu fokus utama dalam Rapat Evaluasi Triwulan II/Semester I yang dipimpin Wali Kota Batam Amsakar Achmad didampingi Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra, di Aula Engku Hamidah, Kantor Wali Kota Batam, Senin (27/7/2026).
Amsakar menegaskan pembangunan Jalan Lingkar Batam bukan sekadar menghadirkan ruas jalan baru, melainkan menjadi fondasi penting bagi pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Batam.
Menurutnya, selama ini pertumbuhan ekonomi masih banyak terkonsentrasi di kawasan tertentu. Karena itu, pemerintah ingin menghadirkan konektivitas yang mampu membuka peluang investasi dan aktivitas ekonomi di wilayah lain.
“Pembangunan Batam harus tumbuh secara merata. Jalan lingkar ini kami rancang bukan hanya untuk mengurangi kepadatan lalu lintas, tetapi juga membuka akses menuju kawasan-kawasan yang memiliki potensi ekonomi besar namun belum berkembang optimal. Ketika akses terbuka, investasi akan mengikuti dan masyarakat akan merasakan manfaatnya,” ujar Amsakar.
Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu prioritas utama pemerintahan Amsakar-Li Claudia karena memiliki efek berantai terhadap pertumbuhan ekonomi, efisiensi distribusi logistik, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.

Proyek Jalan Lingkar Batam sendiri masuk dalam 15 Program Prioritas Pemerintah Kota Batam, khususnya pada sektor infrastruktur dan konektivitas wilayah.
Dibangun Bertahap Lewat Skema Multiyears
Pembangunan Jalan Lingkar Batam akan dilakukan secara bertahap menggunakan skema tahun jamak (multiyears).
Tahap pertama dimulai dengan pembangunan Jalan Lingkar Selatan, kemudian dilanjutkan Jalan Lingkar Tengah dan Jalan Lingkar Utara sesuai kesiapan anggaran, perencanaan, serta pelaksanaan di lapangan.
Secara keseluruhan, proyek ini dibagi menjadi tiga koridor utama yang dikerjakan secara kolaboratif antara Pemko Batam dan BP Batam.
Koridor Jalan Lingkar Selatan memiliki panjang sekitar 10,07 kilometer dan akan menghubungkan kawasan Muka Kuning, Piayu hingga Punggur melalui Waduk Duriangkang.
Pada koridor ini, Pemko Batam membangun ruas Simpang Sei Pancur–Simpang Kampung Bagan–Waduk Duriangkang sepanjang 4,76 kilometer serta ruas Waduk Duriangkang menuju Simpang Bumi Perkemahan atau Simpang Jasinta sepanjang 4,03 kilometer.
Sementara BP Batam membangun jalan di sisi laut Waduk Duriangkang sepanjang 1,22 kilometer, termasuk pembangunan Jembatan Waduk Duriangkang sepanjang 50 meter.
Selanjutnya, Jalan Lingkar Tengah sepanjang 18,55 kilometer akan menghubungkan Batu Aji, Tiban, Sekupang hingga Tanjung Uma.
Koridor ini diproyeksikan menjadi jalur alternatif baru untuk mengurangi kepadatan kendaraan di ruas-ruas utama sekaligus memperlancar distribusi logistik menuju kawasan industri dan pelabuhan.
Pemko Batam menangani pembangunan ruas Simpang Kantor Lurah Kibing menuju Jalan Diponegoro sepanjang 4,52 kilometer, serta ruas Jalan Diponegoro (Simpang Tiban Housing) menuju Simpang Tiban Princes sepanjang 3,41 kilometer.
Di sisi lain, BP Batam membangun ruas Simpang SMPN 25–Kampung Nelayan–Jalan Puskesmas Tanjung Uma sepanjang 4,92 kilometer, termasuk pembangunan Jembatan Pondok Pelangi sepanjang 300 meter.

Koridor ketiga yakni Jalan Lingkar Utara memiliki panjang sekitar 14,50 kilometer dan akan memperkuat akses menuju kawasan pesisir, pusat pemerintahan, hingga Bandara Hang Nadim.
Pemko Batam membangun ruas Simpang Golden Prawn menuju Bundaran Ocarina sepanjang 1,18 kilometer, lengkap dengan pembangunan Jembatan Golden Prawn serta Jembatan Ocarina/Sei Nayon yang masing-masing memiliki panjang 30 meter.
Sedangkan BP Batam mengerjakan ruas Jalan Gedung Sumatera–Jalan Central Boulevard sepanjang 2,99 kilometer, ruas Jalan Hang Nadim–Jalan Tengku Sulung sepanjang 3,07 kilometer, serta Jembatan SMA Negeri 3–Kavling Sambau sepanjang 200 meter.
Bangun Fondasi Pertumbuhan Baru
Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra menilai pembangunan Jalan Lingkar Batam menjadi salah satu fondasi penting bagi pembangunan jangka panjang Kota Batam.
Menurutnya, konektivitas wilayah yang semakin baik akan mempercepat aktivitas ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
> “Kami ingin memastikan pembangunan infrastruktur benar-benar menghadirkan manfaat yang luas. Jalan lingkar ini bukan hanya mempersingkat waktu tempuh masyarakat, tetapi juga membuka ruang tumbuh bagi kawasan-kawasan baru yang memiliki potensi ekonomi. Ketika akses semakin baik, investasi, lapangan kerja, dan pelayanan publik juga akan berkembang lebih cepat,” kata Li Claudia.
Ia berharap seluruh perangkat daerah terus memperkuat koordinasi dengan BP Batam agar pembangunan dapat berjalan sesuai target dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan selesainya tiga koridor tersebut secara bertahap, jaringan jalan di Batam akan semakin terintegrasi.
Selain menjadi solusi jangka panjang terhadap kemacetan, Jalan Lingkar Batam juga diyakini akan memperkuat daya saing kota sebagai pusat industri, investasi, perdagangan, pariwisata, serta logistik di kawasan barat Indonesia.
Penulis : RP
Editor : IZ

















