PMI Asal Tanjungpinang Korban Penyekapan di Myanmar Tiba di Batam, Polisi Dalami Jaringan TPPO

- Publisher

Kamis, 30 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PMI asal Tanjungpinang berinisial SS dan seorang PMI asal Sumbar AE korban dugaan TPPO dan penyekapan di Myanmar tiba di Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Foto: BP3MI Kepri

PMI asal Tanjungpinang berinisial SS dan seorang PMI asal Sumbar AE korban dugaan TPPO dan penyekapan di Myanmar tiba di Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Foto: BP3MI Kepri

INIKEPRI.COM – Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Tanjungpinang, Kepulauan Riau, berinisial SS, yang menjadi korban penyekapan sekaligus dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Myanmar akhirnya berhasil dipulangkan ke Indonesia. Bersama seorang PMI nonprosedural lainnya berinisial AE asal Sumatera Barat, SS tiba di Bandara Internasional Hang Nadim Batam pada Rabu (29/7/2026) pagi.

Kedatangan keduanya disambut dan difasilitasi oleh Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepulauan Riau sebelum menjalani proses pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Kepala BP3MI Kepulauan Riau, Kombes Imam Riyadi, mengatakan pemulangan kedua PMI merupakan tindak lanjut dari penanganan kasus penyekapan WNI di Myanmar yang sebelumnya ramai menjadi perhatian publik.

BACA JUGA:  Dinas Perikanan Serahkan 5.000 Bibit Ikan Kerapu Kepada Kelompok Pembudidaya

“BP3MI Kepulauan Riau melakukan penjemputan sekaligus pendataan terhadap dua WNI atau PMI nonprosedural yang menjadi korban dugaan tindak pidana perdagangan orang dan dipulangkan dari Myanmar,” ujar Imam.

Ia menjelaskan proses kepulangan dilakukan melalui jalur Thailand dan Malaysia. Kedua korban diberangkatkan dari Bangkok menuju Kuala Lumpur menggunakan maskapai AirAsia sebelum melanjutkan penerbangan ke Batam.

“Mereka berangkat dari Bangkok menuju Kuala Lumpur pada Selasa malam, kemudian melanjutkan penerbangan ke Batam dan tiba di Bandara Hang Nadim sekitar pukul 08.15 WIB,” katanya.

Menurut Imam, langkah penanganan tersebut dilakukan berdasarkan laporan yang diterima BP3MI, termasuk video viral mengenai penyekapan WNI di Myanmar, surat dari Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, serta pengaduan keluarga korban.

BACA JUGA:  Harapan Baru di Tanjung Banon, 117 Kepala Keluarga Tempati Rumah Baru

Setelah tiba di Batam, kedua korban langsung dibawa ke kantor BP3MI Kepri untuk menjalani pendataan serta mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya bekerja ke luar negeri melalui jalur resmi dan prosedural.

“Kami juga memberikan pemahaman kepada korban mengenai pentingnya mengikuti prosedur resmi dalam penempatan pekerja migran serta mengarahkan mereka untuk memberikan laporan kepada aparat penegak hukum,” jelasnya.

Usai proses tersebut, SS dan AE langsung diserahkan kepada penyidik Subdirektorat IV Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepulauan Riau guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Imam berharap keterangan kedua korban dapat membantu aparat mengungkap jaringan yang diduga merekrut dan memberangkatkan warga Indonesia secara ilegal ke Myanmar.

BACA JUGA:  Kemlu Pulangkan Jenazah WNI Korban TPPO di Kamboja

“Keterangan para korban diharapkan menjadi pintu masuk bagi penyidik untuk mengungkap jaringan TPPO yang menawarkan pekerjaan di luar negeri, tetapi pada akhirnya para korban justru disekap dan dieksploitasi sebagai pelaku penipuan daring atau online scammer,” ujarnya.

BP3MI Kepulauan Riau juga kembali mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan di luar negeri yang tidak melalui mekanisme resmi. Calon pekerja migran diminta memastikan seluruh proses penempatan dilakukan sesuai prosedur pemerintah demi menghindari risiko menjadi korban perdagangan orang maupun eksploitasi di negara tujuan.

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

18 Koperasi Desa Merah Putih Batam Diverifikasi, Tinggal Menunggu Tahap Serah Terima
Cegah Banjir, Batam Rutin Normalisasi Drainase hingga Siapkan Kolam Retensi 2027
Amsakar Dorong Guru Al-Qur’an Lebih Kreatif, Tak Hanya Kuasai Materi tapi Juga Teknologi
Amsakar – Li Claudia Siapkan SWRO untuk Penuhi Kebutuhan Air Data Center, Waduk Tetap untuk Masyarakat
Pastikan Kebutuhan Air Warga Tak Terganggu, Data Center Batam Bakal Bangun SWRO hingga 1.000 lt/s
Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang, Investasi SDM Untuk Masa Depan Anak Hinterland
Aliran Air Kembali Lancar, Warga GMP Tahap 2 Sampaikan Apresiasi kepada BP Batam
Amsakar Luncurkan Tim Cakalang, Urus Administrasi BBM Nelayan Kini Jemput Bola

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 07:22 WIB

18 Koperasi Desa Merah Putih Batam Diverifikasi, Tinggal Menunggu Tahap Serah Terima

Senin, 28 September 2026 - 07:00 WIB

Cegah Banjir, Batam Rutin Normalisasi Drainase hingga Siapkan Kolam Retensi 2027

Minggu, 27 September 2026 - 07:05 WIB

Amsakar Dorong Guru Al-Qur’an Lebih Kreatif, Tak Hanya Kuasai Materi tapi Juga Teknologi

Sabtu, 26 September 2026 - 07:49 WIB

Amsakar – Li Claudia Siapkan SWRO untuk Penuhi Kebutuhan Air Data Center, Waduk Tetap untuk Masyarakat

Jumat, 25 September 2026 - 07:59 WIB

Pastikan Kebutuhan Air Warga Tak Terganggu, Data Center Batam Bakal Bangun SWRO hingga 1.000 lt/s

Berita Terbaru