INIKEPRI.COM — Pemerintah pusat terus mengejar pembangunan Sekolah Rakyat di Kepulauan Riau. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo turun langsung meninjau calon lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Tanjungpinang, Sabtu (29/8/2026).
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan lahan sekaligus mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat Tahap III yang akan dibangun di tiga wilayah Kepri, yakni Kota Tanjungpinang, Kabupaten Kepulauan Anambas, dan Kabupaten Natuna.
Dody menegaskan, seluruh pembangunan Sekolah Rakyat Tahap III ditargetkan selesai paling lambat Juni 2027. Target tersebut disiapkan agar fasilitas pendidikan sudah dapat digunakan ketika tahun ajaran baru dimulai pada Juli 2027.
“Sekolah Rakyat yang tahap ketiga ini semua kita targetkan selesai di Juni 2027. Karena kan Juli itu anak-anak harus masuk,” kata Dody.
Menurutnya, kesiapan lahan menjadi salah satu faktor utama yang harus dipastikan sejak awal. Selain lahan, pemerintah juga perlu menyiapkan berbagai infrastruktur dasar agar proses pembangunan dapat berjalan tanpa hambatan ketika memasuki tahap konstruksi.
Akses jalan, air bersih, sanitasi hingga berbagai utilitas menjadi bagian yang harus disiapkan secara terpadu.
Program Sekolah Rakyat sendiri dirancang pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Kementerian PU mengambil peran dalam pembangunan sarana dan prasarana pendidikan sehingga sekolah tersebut tidak hanya menghadirkan ruang kelas, tetapi juga lingkungan pendidikan terpadu yang mendukung kehidupan dan proses belajar siswa.
Konsep Sekolah Rakyat mencakup ruang pembelajaran, asrama, fasilitas olahraga, ruang kegiatan siswa, fasilitas kesehatan serta berbagai sarana pendukung lainnya.
Tiga Sekolah Rakyat Disiapkan di Kepri
Di Kota Tanjungpinang, calon lokasi Sekolah Rakyat berada di Kelurahan Kampung Bugis, Kecamatan Tanjungpinang Kota.
Pemerintah Kota Tanjungpinang menyiapkan lahan sekitar 12 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 7 hektare telah dinyatakan clear, sedangkan sekitar 5 hektare lainnya disiapkan sebagai lahan pengembangan.
Sekolah Rakyat Tanjungpinang dirancang untuk jenjang SD, SMP hingga SMA dengan kapasitas 36 rombongan belajar atau sekitar 1.260 siswa.
Bangunan tersebut direncanakan memiliki luas dasar sekitar 1,9 hektare dengan total luas bangunan mencapai sekitar 2,7 hektare.
Untuk kebutuhan air bersih pada tahap awal, pemerintah menyiapkan sumber air dari sumur bor dengan persetujuan penggunaan air tanah dari Kementerian ESDM. Dalam jangka panjang, kebutuhan air direncanakan dapat dipenuhi dari Embung Sei Timun.
Sementara itu, di Kabupaten Kepulauan Anambas, calon Sekolah Rakyat akan dibangun di Desa Langir, Kecamatan Palmatak.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas menyiapkan lahan seluas sekitar 6,9 hektare. Rencana pembangunan memiliki luas dasar bangunan sekitar 1,8 hektare dengan total luas bangunan sekitar 2,6 hektare.
Adapun di Kabupaten Natuna, calon Sekolah Rakyat berada di Kota Ranai, Kecamatan Bunguran Timur, dengan lahan milik Pemerintah Kabupaten Natuna sekitar 10,53 hektare.
Dari luasan tersebut, sekitar 8,6 hektare telah dinyatakan clear. Rencana pembangunan memiliki luas dasar bangunan sekitar 1,68 hektare dengan total luas bangunan sekitar 2,69 hektare.
Untuk kebutuhan air bersih di Natuna, sumber jangka pendek direncanakan berasal dari sumur bor. Sedangkan untuk kebutuhan jangka panjang, pemerintah menyiapkan pemanfaatan Embung Sebayar.
Kejar Target, Bukan Sekadar Bangun Sekolah
Pembangunan Sekolah Rakyat di tiga daerah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak dari kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Karena itu, pembangunan tidak berhenti pada penyediaan gedung sekolah. Infrastruktur pendukung, lingkungan belajar, fasilitas tempat tinggal hingga kebutuhan dasar siswa menjadi bagian dari konsep yang harus disiapkan secara bersamaan.
Kementerian PU memastikan pembangunan di Tanjungpinang, Anambas dan Natuna terus dikawal agar berjalan sesuai jadwal.
Targetnya jelas: seluruh pekerjaan fisik rampung paling lambat Juni 2027, sehingga ketika tahun ajaran baru dimulai pada Juli, Sekolah Rakyat di tiga wilayah Kepulauan Riau tersebut sudah dapat digunakan.
Dengan pembangunan yang tersebar dari Tanjungpinang hingga wilayah kepulauan Anambas dan Natuna, program ini sekaligus menjadi upaya memperluas kesempatan pendidikan hingga ke daerah-daerah yang memiliki tantangan geografis tersendiri.
Penulis : RP
Editor : IZ

















