INIKEPRI.COM — Sebuah rumah politik tak selalu harus dimaknai sebagai gedung dengan dinding dan pintu. Ia bisa menjadi tempat orang datang membawa kegelisahan, menyampaikan harapan, bertukar pikiran, hingga merumuskan jalan keluar atas persoalan yang dihadapi bersama.
Semangat itulah yang hendak dibangun Partai NasDem di Kepulauan Riau melalui kehadiran Titik Kumpul Restorasi, yang menjadi bagian dari rangkaian Kenduri Kader DPW Partai NasDem Kepri dan DPD Partai NasDem Kota Batam di Ruko Grand California, Marcelia, Batam Center, Kota Batam, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan berlangsung dalam dua sesi. Sesi pertama diisi open house dan penyambutan sejumlah tokoh serta jajaran pengurus Partai NasDem dari berbagai daerah.
Di antara yang hadir yakni Ketua DPW Partai NasDem DKI Jakarta sekaligus Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino; Sekretaris DPW Partai NasDem Sumatera Utara sekaligus Wali Kota Medan, Riko Waas; Ketua DPW GARPU NasDem Sumatera Utara Saiful yang juga anggota DPRD Medan beserta jajaran; pengurus DPP Partai NasDem sekaligus anggota DPRD DKI Jakarta Nova Paloh; serta Direktur Jakabaring Sport Center Palembang, Miena Paloh.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Ketua DPW Partai NasDem Kepri sekaligus Ketua Umum GARPU (Gerakan Restorasi Pedagang dan UMKM), Pietra Machreza Paloh.
Sejumlah anggota DPRD Provinsi Kepri serta anggota DPRD kabupaten/kota se-Kepulauan Riau turut hadir.
Suasana kegiatan juga diwarnai kehadiran anak-anak istimewa dari Rumah Singgah Rusli dan Firza Paloh.
Namun, di balik rangkaian seremoni tersebut, Pietra Paloh ingin menegaskan satu hal: tempat yang baru hadir itu jangan berhenti sebagai sebuah sekretariat.
Menurutnya, Titik Kumpul Restorasi harus menjadi ruang hidup bagi masyarakat, tempat aspirasi bertemu dengan gagasan dan persoalan menemukan jalan penyelesaian.
“Kita sudah melewati masa kritis, masa konflik, masa perpecahan. Tapi melalui tempat ini, saatnya untuk menyatukan barisan, memperkuat komitmen, dan membakar kembali semangat gerakan perubahan.”
Pietra menyebut nama Titik Kumpul Restorasi bukan sekadar label. Nama tersebut menggambarkan semangat untuk menjadikan kantor itu sebagai ruang pergerakan restorasi.
Ia ingin tempat tersebut menjadi ruang yang terbuka, tidak terjebak pada sekat politik, agama, budaya maupun identitas kelompok.
“Jadikanlah ini tempat gerakan restorasi. Makanya diberikan nama Titik Kumpul Restorasi, sebagai simbol pergerakan kita,” ujarnya.
Rumah Aspirasi yang Terbuka
Bagi Pietra, politik seharusnya tidak berhenti pada ruang rapat dan panggung kampanye. Politik harus kembali memiliki ruang perjumpaan dengan masyarakat.
Karena itu, ia berharap keberadaan kantor baru tersebut membuat Partai NasDem semakin dekat dengan masyarakat Kepulauan Riau.
Tempat itu, katanya, harus mampu menjadi pusat koordinasi, ruang merumuskan solusi sekaligus rumah bersama bagi siapa saja yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan daerah.
“Konsep tempat ini sifatnya tidak membatasi, terbuka untuk semua, baik lintas agama, budaya dan juga terhadap partai yang lain, guna untuk bertukar pikiran, mencarikan solusi dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi di Provinsi Kepulauan Riau,” jelas Pietra.

Pernyataan itu sekaligus menunjukkan bahwa Titik Kumpul Restorasi ingin diposisikan bukan hanya sebagai rumah internal kader NasDem, tetapi juga sebagai ruang dialog yang dapat mempertemukan berbagai elemen masyarakat.
Pietra: Jangan Ada Kader yang Merasa Paling Benar
Dalam kesempatan tersebut, Pietra juga berbicara mengenai bagaimana rumah besar Partai NasDem di Kepri harus dijaga.
Ia menegaskan komitmennya untuk membesarkan partai secara kolektif. Namun, menurutnya, membesarkan organisasi tidak cukup hanya dengan kemampuan politik maupun jabatan.
Ada sesuatu yang lebih mendasar: adab dan moralitas.
Pietra mengingatkan seluruh kader agar tidak terjebak pada sikap merasa paling benar, ego sektoral maupun kepentingan pribadi.
“Saya mengajak seluruh kader untuk membuang jauh-jauh sifat kikir, serakah, merasa paling benar, dan egois,” tegasnya.
Ia juga meminta kader untuk menghargai mereka yang telah menunjukkan prestasi dan kerja nyata bagi partai.
Para kader yang berprestasi, menurut Pietra, merupakan aset berharga yang harus dirawat bersama.
Ia mengibaratkan kader-kader tersebut sebagai “mutiara” dan “berlian” partai yang harus dipertahankan dan diperjuangkan bersama.
Pesan itu menjadi penting di tengah upaya membangun kembali kekuatan organisasi. Sebab, bagi Pietra, soliditas tidak lahir dari keseragaman, melainkan dari kemampuan untuk saling menghargai dan menempatkan kepentingan bersama di atas ego pribadi.
Malam Hari, Kenduri NasDem Digelar
Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut pada sesi kedua, yakni Kenduri NasDem yang digelar pada malam hari.
Sekretaris DPW Partai NasDem Kepri, Dewi Socowati, mengatakan kegiatan tersebut menghadirkan seluruh pengurus dan kader dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota se-Kepri.
Lebih dari 200 kader mengikuti kenduri tersebut. Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, juga hadir dalam kegiatan itu.
Menurut Dewi, kenduri menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi setelah seluruh jajaran berkumpul dalam rangkaian kegiatan di Titik Kumpul Restorasi.
“Para pengurus dan kader akan dijamu dengan melibatkan pedagang UMKM binaan GARPU yang meriah,” ujar Dewi.
Acara diawali dengan doa bersama sebagai bentuk syukur atas penempatan kantor baru DPW NasDem Kepri dan DPD NasDem Batam.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah dan ditutup dalam suasana suka cita serta foto bersama.
“Semoga ini menjadi penyemangat untuk seluruh pengurus dan kader untuk terus menjaga dan membesarkan rumah besar Partai NasDem, terkhusus di Kepri,” sambung Dewi.
Pada akhirnya, Kenduri NasDem bukan hanya tentang makan bersama.
Ia menjadi penanda sebuah ikhtiar untuk kembali mempertemukan kader, pengurus, tokoh masyarakat dan berbagai elemen dalam satu ruang kebersamaan.
Sementara Titik Kumpul Restorasi menjadi simbol bahwa rumah politik idealnya tidak memiliki pintu yang hanya terbuka ketika kepentingan politik datang.
Ia harus menjadi tempat orang datang ketika membutuhkan ruang bicara, membawa persoalan, menawarkan gagasan, sekaligus mencari solusi.
Dan pesan Pietra Paloh menjadi penegasnya:
Satukan barisan, rawat persaudaraan, buang ego, dan hidupkan kembali semangat restorasi untuk Kepulauan Riau.
Penulis : IZ

















