BGN Pangkas Anggaran Rp30 Triliun, MBG 2027 Tetap Disiapkan Rp232,5 Triliun

- Publisher

Jumat, 4 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BGN menyusun anggaran Program Pemenuhan Gizi Nasional 2027 sebesar Rp240,20 triliun, turun sekitar Rp30 triliun dari pagu indikatif. Sebanyak Rp232,50 triliun di antaranya dialokasikan untuk MBG dengan target menjangkau 72,46 juta penerima manfaat. Foto: Istimewa

BGN menyusun anggaran Program Pemenuhan Gizi Nasional 2027 sebesar Rp240,20 triliun, turun sekitar Rp30 triliun dari pagu indikatif. Sebanyak Rp232,50 triliun di antaranya dialokasikan untuk MBG dengan target menjangkau 72,46 juta penerima manfaat. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan efisiensi anggaran sekitar Rp30 triliun dalam penyusunan program kerja 2027. Meski pagu anggaran turun dari pagu indikatif, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap mendapat porsi terbesar dengan alokasi mencapai Rp232,50 triliun.

Angka tersebut disampaikan Kepala BGN Sudaryono dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta, Kamis (3/9/2026), saat membahas Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKA-K/L) BGN Tahun 2027.

Sebelumnya, BGN memperoleh pagu indikatif sebesar Rp270,20 triliun. Setelah dilakukan penyesuaian, pagu anggaran yang menjadi dasar penyusunan RKA 2027 ditetapkan sebesar Rp240,20 triliun.

“Pagu Indikatif berdasarkan Surat Bersama Pagu Indikatif sebesar Rp270,20 triliun, sedangkan Pagu Anggaran berdasarkan Surat Bersama Pagu Anggaran sebesar Rp240,20 triliun. Angka Rp240,20 triliun inilah yang menjadi dasar Rencana Kerja dan Anggaran yang kami sampaikan pada hari ini,” ujar Sudaryono.

BACA JUGA:  Jokowi: Megah, ini Wajah Baru Masjid Istiqlal

Hampir Seluruh Anggaran untuk Pemenuhan Gizi

Dari total pagu Rp240,20 triliun, sebesar Rp232,88 triliun atau 96,95 persen dialokasikan untuk Program Pemenuhan Gizi Nasional.

Sementara Rp7,33 triliun atau 3,05 persen digunakan untuk Program Dukungan Manajemen.

Dari anggaran Program Pemenuhan Gizi Nasional tersebut, MBG mendapatkan alokasi Rp232,50 triliun atau sekitar 99,84 persen.

Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung penyediaan makanan bergizi bagi peserta didik, guru dan tenaga kependidikan, serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui dan balita.

Sasar 72,46 Juta Penerima

Dengan anggaran tersebut, BGN menargetkan MBG pada 2027 dapat menjangkau 72.464.886 penerima manfaat.

BACA JUGA:  YLBHI Sebut Konten Promosi Holywings Tak Mengandung Unsur Pidana

Jumlah itu terdiri dari:

– 60.599.777 peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan.
– 11.865.109 ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Target tersebut lebih tinggi dibandingkan basis Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2027 yang menetapkan sasaran sekitar 64,94 juta penerima manfaat.

Besarnya target penerima membuat BGN tidak hanya menghitung kebutuhan makanan, tetapi juga menyiapkan berbagai sistem pendukung agar program berjalan dengan baik.

“Di dalamnya juga terdapat dukungan terhadap sistem informasi, promosi dan edukasi, kerja sama dan kemitraan, pemberdayaan masyarakat, pemantauan dan pengawasan, serta penguatan tata kelola,” kata Sudaryono.

Efisiensi Tak Mengubah Arah Program

Efisiensi anggaran sekitar Rp30 triliun dari pagu indikatif menjadi pagu anggaran menjadi bagian dari upaya BGN mengoptimalkan penggunaan anggaran negara.

BACA JUGA:  Perdana, Siswa SMPN 4 Tanjungpinang Antusias Nikmati Makan Bergizi Gratis

Dengan pagu Rp240,20 triliun, BGN tetap mempertahankan MBG sebagai fokus utama program pemenuhan gizi nasional pada 2027.

Selain memastikan penyediaan makanan bergizi, penguatan sistem informasi, edukasi, kemitraan, pemberdayaan masyarakat, pengawasan dan tata kelola juga masuk dalam perencanaan.

BGN berharap langkah tersebut membuat pelaksanaan MBG tidak hanya berorientasi pada jumlah penerima dan makanan yang disalurkan, tetapi juga memastikan kualitas, pengawasan serta keberlanjutan program.

Dengan sasaran lebih dari 72 juta penerima, MBG 2027 menjadi salah satu program dengan cakupan besar yang membutuhkan pengelolaan anggaran dan pengawasan secara ketat agar setiap rupiah yang dialokasikan benar-benar memberikan manfaat bagi kelompok yang menjadi sasaran.

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Ini Capaian Program dan Target Ekonomi 2027
Nasib Driver Ojol Mulai Terungkap, RUU Baru Atur Status hingga Hak Pekerja
Resmi Dilantik Prabowo, Ini Daftar 24 Anggota Wantimpres Periode Baru
Kabar Baik! BSU Kembali Cair Oktober 2026, Pekerja Bakal Terima Rp900 Ribu Sekaligus
Lansia Belum Punya Akta Kelahiran? Ini Syarat dan Cara Mengurusnya
242 Ribu Guru PPPK Paruh Waktu Dialihkan Jadi Penuh Waktu Mulai 1 Januari 2027
Awal Puasa Ramadan 2027 Diprediksi 8 Februari, Ini Perkiraan Pemerintah dan Muhammadiyah
Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Resmi Berganti Nama Menjadi KRI Sriwijaya pada 24 September

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Ini Capaian Program dan Target Ekonomi 2027

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:13 WIB

Nasib Driver Ojol Mulai Terungkap, RUU Baru Atur Status hingga Hak Pekerja

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:05 WIB

Resmi Dilantik Prabowo, Ini Daftar 24 Anggota Wantimpres Periode Baru

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:08 WIB

Kabar Baik! BSU Kembali Cair Oktober 2026, Pekerja Bakal Terima Rp900 Ribu Sekaligus

Sabtu, 26 September 2026 - 08:20 WIB

Lansia Belum Punya Akta Kelahiran? Ini Syarat dan Cara Mengurusnya

Berita Terbaru