INIKEPRI.COM – Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Malaysia mendorong Raja Malaysia, Yang di-Pertuan Agong Sultan Ibrahim, mengimbau agar sekolah di kawasan terdampak ditutup sementara demi melindungi kesehatan siswa.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul Indeks Polusi Udara (IPU) yang dilaporkan berada pada kisaran 150–180 di sejumlah wilayah. Kondisi itu menjadi perhatian, terutama bagi anak-anak, lanjut usia, dan masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.
Dalam pernyataan Kantor Pers Kerajaan yang dikutip di Kuala Lumpur, Kamis (8/10/2026), Sultan Ibrahim meminta kementerian dan lembaga terkait mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi kelompok rentan.
“Langkah-langkah yang tepat harus diambil oleh kementerian dan lembaga terkait untuk melindungi siswa, termasuk kelompok lanjut usia dan pasien gangguan pernapasan,” demikian pernyataan Sultan Ibrahim.
Selain mengimbau penutupan sementara sekolah di wilayah terdampak, Raja Malaysia juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi udara.
Masyarakat dianjurkan menerapkan langkah pencegahan, termasuk menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.
Imbauan tersebut menempatkan keselamatan dan kesehatan masyarakat sebagai perhatian utama di tengah kondisi kabut asap. Sekolah dan instansi terkait diharapkan mempertimbangkan kondisi kualitas udara setempat dalam menentukan langkah perlindungan bagi siswa.
Waspadai Dampak Kabut Asap
Kabut asap dapat mengganggu kesehatan, khususnya bagi anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki penyakit atau gangguan pernapasan. Paparan polusi udara juga dapat memicu iritasi dan memperburuk keluhan pernapasan.
Karena itu, masyarakat di wilayah terdampak perlu mengikuti informasi kualitas udara dan arahan resmi dari otoritas setempat. Mengurangi aktivitas di luar ruangan saat polusi meningkat serta menggunakan masker yang sesuai dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi paparan.
Informasi mengenai imbauan Sultan Ibrahim tersebut dilaporkan ANTARA pada Kamis (8/10/2026), mengutip pernyataan Kantor Pers Kerajaan Malaysia.
Sementara itu, kondisi kabut asap di kawasan regional kembali menjadi perhatian karena dampaknya tidak hanya berkaitan dengan jarak pandang, tetapi juga kesehatan dan aktivitas masyarakat.
Penulis : RBP
Editor : IZ

















