Kabut Asap Karhutla RI Memburuk, Sejumlah Sekolah di Malaysia Ditutup

- Publisher

Minggu, 11 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menara KLCC tertutup kabut asap. Foto: Foto: REUTERS/Hasnoor Hussain

Menara KLCC tertutup kabut asap. Foto: Foto: REUTERS/Hasnoor Hussain

INIKEPRI.COM – Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Malaysia semakin mengkhawatirkan. Kualitas udara yang masuk kategori tidak sehat mendorong penutupan sekolah di kawasan terdampak pada Jumat (9/10/2026), sebagai langkah untuk melindungi kesehatan siswa dan tenaga pendidik.

Mengutip laporan CNBC Indonesia yang merujuk pada Channel News Asia (CNA), wilayah dengan kualitas udara tidak sehat mencakup Johor, Melaka, Negeri Sembilan, Selangor, Kuala Lumpur, dan Putrajaya.

Menteri Pendidikan Malaysia, Fadhlina Sidek, meminta dinas pendidikan negara bagian dan kantor pendidikan distrik terus memantau perkembangan kabut asap serta mengambil tindakan sesuai kondisi di lapangan.

Pemerintah Malaysia juga berjanji mengumumkan keputusan penutupan sekolah lebih awal agar orang tua memiliki waktu untuk menyesuaikan kegiatan dan kebutuhan keluarga.

“Keselamatan dan kesehatan anak-anak, guru, serta seluruh anggota komunitas pendidikan akan tetap menjadi prioritas utama,” kata Fadhlina dalam pernyataannya.

BACA JUGA:  Bocah 8 Tahun Tewas Gegara HP Meledak Saat Nonton Video

Puluhan Wilayah Catat Kualitas Udara Tidak Sehat

Mengutip laporan The Star, sebanyak 37 wilayah di Malaysia mencatat Indeks Pencemar Udara atau Air Pollutant Index (API) dalam kategori tidak sehat pada Jumat pagi.

Dalam klasifikasi API Malaysia, angka 101–200 masuk kategori tidak sehat, 201–300 tergolong sangat tidak sehat, sedangkan angka di atas 300 dikategorikan berbahaya.

Kementerian Pendidikan Malaysia menetapkan sekolah dan institusi pendidikan wajib ditutup apabila angka API melampaui 180 atau bertahan di atas 150 selama tiga hari berturut-turut.

Direktur Jenderal Pendidikan Malaysia, Mohd Azam Ahmad, mengatakan pemerintah menindaklanjuti imbauan Raja Malaysia Sultan Ibrahim ibni Almarhum Sultan Iskandar untuk menutup sekolah di wilayah terdampak, terutama di lokasi dengan angka API yang bertahan pada kisaran 150–180 dalam periode tertentu.

BACA JUGA:  Dapat Duit Nyasar Rp 1.409 Kuintiliun, Pria Ini Jadi Orang Terkaya di Dunia

Selama penutupan, sekolah diminta memastikan kegiatan belajar-mengajar tetap berlangsung melalui metode yang disesuaikan dengan kemampuan, akses, dan kebutuhan siswa serta kesiapan guru.

Guru dan staf pendukung juga diperbolehkan bekerja dari rumah selama masa penutupan sekolah.

Kabut Asap Dikaitkan dengan Karhutla di Sumatera dan Kalimantan

Kabut asap yang menyelimuti Malaysia dikaitkan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan, Indonesia.

Dampak asap lintas batas kembali menjadi perhatian negara-negara di kawasan Asia Tenggara karena berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas pendidikan, serta kegiatan di luar ruangan.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim sebelumnya mengatakan telah berkomunikasi dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto untuk membahas langkah-langkah penanganan kabut asap. Malaysia juga menyatakan kesiapan memberikan bantuan.

Anwar turut meminta Menteri Luar Negeri Malaysia mengupayakan pertemuan para menteri negara-negara ASEAN untuk mengoordinasikan respons regional dan mendukung upaya penanganan di Indonesia.

BACA JUGA:  Kabut Asap Memburuk, Raja Malaysia Imbau Sekolah di Wilayah Terdampak Ditutup

Kegiatan Olahraga Nasional Malaysia Ikut Ditunda

Dampak kabut asap tidak hanya dirasakan sektor pendidikan. Kementerian Pemuda dan Olahraga Malaysia juga mengumumkan penundaan perayaan Hari Olahraga Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (10/10/2026) di tujuh negara bagian dan wilayah federal.

Tanggal pelaksanaan baru akan diumumkan setelah kondisi kualitas udara kembali aman untuk kegiatan luar ruangan.

Keputusan tersebut diambil sebagai langkah pencegahan guna mengurangi risiko kesehatan bagi peserta, penyelenggara, dan masyarakat umum.

Situasi ini kembali memperlihatkan bahwa kabut asap akibat karhutla dapat melampaui batas negara dan berdampak pada berbagai sektor kehidupan. Selain penanganan kebakaran di dalam negeri, koordinasi regional menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi dampak asap terhadap masyarakat di Asia Tenggara.

Penulis : RP

Editor : IZ

Berita Terkait

Kabut Asap Memburuk, Raja Malaysia Imbau Sekolah di Wilayah Terdampak Ditutup
Tampil di Tech Week Singapore 2026, Batam Tawarkan Ekosistem Data Centre Terintegrasi
Lima Bulan di Rusia, Rendi Pemuda Natuna Dikabarkan Gugur Dihantam Drone Ukraina
Delegasi Indonesia Walk Out Saat Netanyahu Naik ke Podium Sidang PBB
Obama Bicara soal AI jika Maju Capres AS 2028: Anak-anak Harus Dilindungi
BP Batam Perkuat Promosi KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam di Medical Fair 2026
BP Batam Tawarkan Proyek Waste to Energy kepada Calon Mitra di Jepang
Ferrari Luce Pertama Laku Rp713,7 Miliar, Pembelinya Dokter Mata Berusia 87 Tahun

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Kabut Asap Karhutla RI Memburuk, Sejumlah Sekolah di Malaysia Ditutup

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Kabut Asap Memburuk, Raja Malaysia Imbau Sekolah di Wilayah Terdampak Ditutup

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Tampil di Tech Week Singapore 2026, Batam Tawarkan Ekosistem Data Centre Terintegrasi

Selasa, 29 September 2026 - 10:36 WIB

Lima Bulan di Rusia, Rendi Pemuda Natuna Dikabarkan Gugur Dihantam Drone Ukraina

Jumat, 25 September 2026 - 08:12 WIB

Delegasi Indonesia Walk Out Saat Netanyahu Naik ke Podium Sidang PBB

Berita Terbaru

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Lifestyle

Kenapa Kamar Hotel Jarang Sediakan Guling? Ini 4 Alasannya

Minggu, 11 Okt 2026 - 10:55 WIB