Korea Selatan Bikin Matahari Buatan, Hasilkan Panas 100 Juta Derajat Celcius Selama 20 Detik

- Publisher

Selasa, 29 Desember 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(ist)

(ist)

INIKEPRI.COM – Korea Selatan dilaporkan tengah mengembangkan matahari buatan yang diberi nama Korea Superconducting Tokamak Advanced Research atau KSTAR.

Dikutip dari Express, Selasa (29/12/2020), KSTAR merupakan reaktor fusi nuklir yang dikembangkan dengan menggabungkan dua inti atom menjadi inti lebih besar yang dapat digunakan untuk melepaskan energi.

Berbekal proses tersebut, para ilmuwan lantas dapat membuat mesin yang mampu menghasilkan energi layaknya berasal dari Matahari. Karena itu, reaktor semacam ini kerap disebut sebagai matahari buatan.

BACA JUGA:  COVID-19 Reda, Wabah Baru Ancam Singapura

KSTAR dilaporkan telah berhasil mencetak rekor dunia. Sebab, para ilmuwan berhasil mempertahankan arus plasma di di dalam reaktor tetap menyala selama 20 detik dengan suhu mencapai 100 juta derajat celcius.

Reaktor fusi nuklir yang dikembangkan Korea Selatan (Foto: National Research Council of Science & Technology)

Ini merupakan capaian baru dari reaktor yang sudah dikembangkan sejak beberapa tahun lalu. Pada percobaan sebelumnya, KSTAR pernah mencatat suhu yang kurang lebih sama, tetapi hanya mampu bertahan selama delapan detik.

BACA JUGA:  Waduh! Singapura Tutup Pintu Hingga Akhir Tahun

Untuk diketahui, reaktor serupa yang dimiliki Tiongkok juga dilaporkan telah berhasil menyala dan menghasilkan panas lebih dari 150 juta derajat celcius.

BACA JUGA:  Bakamla RI Perkuat Sinergi Keamanan Maritim dengan Singapore Police Coast Guard

Meski memiliki suhu tidak setinggi milik Tiongkok, KSTAR masih mencatat durasi menyala lebih lama. Sebagai perbandingan, reaktor yang dikembangkan Tiongkok hanya mampu menyala beberapa detik.

Ke depannya, KSTAR memiliki rencana untuk membuat catatan baru pada 2025, yaitu tetap menyala secara nonstop selama lima menit dengan suhu ekstrem.

Matahari Buatan China Hasilkan Panas 150 Juta Derajat Celcius

Berita Terkait

Bandara King Fahd Arab Saudi Diserang, Satu Orang Tewas dan Delapan Luka
Polisi Dubai Tambah Lamborghini Temerario Hybrid, Jadi Mobil Patroli Pariwisata
Kabut Asap Karhutla RI Memburuk, Sejumlah Sekolah di Malaysia Ditutup
Kabut Asap Memburuk, Raja Malaysia Imbau Sekolah di Wilayah Terdampak Ditutup
Tampil di Tech Week Singapore 2026, Batam Tawarkan Ekosistem Data Centre Terintegrasi
Lima Bulan di Rusia, Rendi Pemuda Natuna Dikabarkan Gugur Dihantam Drone Ukraina
Delegasi Indonesia Walk Out Saat Netanyahu Naik ke Podium Sidang PBB
Obama Bicara soal AI jika Maju Capres AS 2028: Anak-anak Harus Dilindungi

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Bandara King Fahd Arab Saudi Diserang, Satu Orang Tewas dan Delapan Luka

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Polisi Dubai Tambah Lamborghini Temerario Hybrid, Jadi Mobil Patroli Pariwisata

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Kabut Asap Karhutla RI Memburuk, Sejumlah Sekolah di Malaysia Ditutup

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Kabut Asap Memburuk, Raja Malaysia Imbau Sekolah di Wilayah Terdampak Ditutup

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Tampil di Tech Week Singapore 2026, Batam Tawarkan Ekosistem Data Centre Terintegrasi

Berita Terbaru