INIKEPRI.COM – Pembangunan tidak cukup hanya menghadirkan perubahan fisik. Lebih dari itu, kemajuan harus benar-benar dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Pesan tersebut ditegaskan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, saat membuka program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Garuda, Kelurahan Mangsang, Kecamatan Sei Beduk, Selasa (13/10/2026).
Dalam upacara pembukaan tersebut, Amsakar bertindak sebagai inspektur upacara. Ia mengajak TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat memperkuat kolaborasi serta gotong royong agar pembangunan dapat menjangkau kebutuhan warga secara langsung.
Amsakar mengapresiasi peran jajaran TNI, khususnya Kodim 0316/Batam, yang selama ini terlibat dalam berbagai kegiatan pembangunan dan membantu masyarakat hingga ke lingkungan permukiman.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah. Keterlibatan berbagai pihak menjadi kunci agar program yang dijalankan tidak sekadar selesai secara administratif, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Batam boleh terus berkembang sebagai kota industri dan investasi, tetapi kita tidak boleh melupakan bahwa ukuran keberhasilan pembangunan yang sesungguhnya adalah ketika masyarakat merasakan manfaatnya dan ambil bagian di dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Amsakar.
Kemajuan Batam Harus Sejalan dengan Kesejahteraan
Sebagai kota yang terus berkembang dalam sektor industri dan investasi, Batam menghadapi tuntutan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Bagi Amsakar, keberhasilan pembangunan tidak semata-mata diukur dari berdirinya infrastruktur atau berkembangnya kawasan ekonomi. Pembangunan juga harus menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan warga, termasuk melalui peningkatan akses terhadap sarana, prasarana, dan pelayanan sosial.
Karena itu, ia berharap TMMD ke-130 di Kelurahan Mangsang dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat setempat. Dampak tersebut diharapkan tidak hanya terlihat melalui pembangunan fisik, tetapi juga lewat kegiatan sosial yang mendekatkan pelayanan kepada warga.
Program TMMD menjadi salah satu ruang kolaborasi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat untuk menjawab kebutuhan pembangunan di tingkat lokal. Dengan keterlibatan warga, hasil kegiatan diharapkan lebih sesuai dengan kebutuhan lingkungan sekaligus menumbuhkan rasa memiliki untuk menjaga hasil pembangunan.
TNI dan Masyarakat Diminta Saling Menguatkan
Kepada seluruh personel Satuan Tugas (Satgas) TMMD, Amsakar berpesan agar kesehatan dan keselamatan selama bertugas menjadi prioritas. Ia juga meminta para prajurit membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat sehingga kehadiran TNI dapat dirasakan sebagai bagian dari kehidupan warga.
Ia optimistis masyarakat Kelurahan Mangsang akan menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Hubungan yang dekat antara prajurit dan warga, menurutnya, penting untuk menciptakan suasana kerja yang kondusif selama kegiatan berlangsung.
Sementara kepada masyarakat, Amsakar mengajak warga berpartisipasi dan menjaga semangat gotong royong. Ia menegaskan, keberhasilan TMMD bukan hanya tanggung jawab personel yang bertugas, melainkan membutuhkan dukungan masyarakat sebagai pihak yang akan merasakan manfaatnya.
“Saya percaya, ketika TNI, pemerintah, dan masyarakat sudah berjalan seiring, pekerjaan seberat apa pun akan menjadi lebih ringan,” katanya.
Amsakar berharap kebersamaan yang terbangun selama pelaksanaan TMMD tidak berhenti setelah program berakhir. Semangat kerja bersama itu diharapkan terus tumbuh dan menjadi modal sosial dalam mendorong pembangunan Batam yang lebih maju serta masyarakat yang semakin sejahtera.
Pembukaan TMMD ke-130 Tahun Anggaran 2026 di Kelurahan Mangsang ditandai dengan pengucapan basmalah oleh Amsakar. Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam, pejabat Pemerintah Kota Batam, tokoh masyarakat, dan warga setempat.
Penulis : DI
Editor : IZ

















