Bahtiar Ajak Semua dan Bersama Mengawal Pembangunan Jembatan Babin

- Admin

Jumat, 20 November 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(ist)

(ist)

INIKEPRI.COM – Pjs. Gubernur Kepulauan Riau Bahtiar menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Batam-Bintan sudah memulai titik terang. Terutama karena dengan adanya kepastian dari pusat bahwa pembangunannya akan dimulai pada 2021.

“Kemarin (18/11) saya sudah bersama Direktur Pembangunan Jembatan Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR telah meninjau titik-titik lokasi pembangunan jembatan yang dimulai pada 2021. Tugas kita adalah melakukan pembebasan lahan,” kata Bahtiar saat memimpin Rapat Koordinasi Pembangunan Jembatan Batam Bintan di Aula Wan Sri Beni, Dompak, Tanjungpinang, Kamis (19/11/2020).

Turut hadir Danlantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama Indarto Budiarto, Kapolda Kepri Aris Budiman, Danlanud Tanjungpinang Kolonel Pnb Andi Wijanarko, Pjs. Walikota Batam Syamsul Bahrum, Pjs. Bupati Bintan Buralimar, Kanwil BPN Provinsi Kepulauan Riau dan sejumlah instansi terkait serta Kepala OPD Kepri.

Terkait pembebasan lahan, Bahtiar memastikan bahwa akan segera diselesaikan dengan segara agar tidak menjadi hambatan lagi bagi pembangunan jembatan yang menjadi dambaan dan harapan masyarakat selama 18 tahun terbentuknya Provinsi Kepri.

Baca Juga :  Wali Kota Tanjungpinang Sampaikan Nota Pengantar Raperda Perubahan APBD 2020

“Untuk pembebasan lahan, secara khusus saya sudah panggil TAPD untuk dimasukan dalam APBD 2021. Sementara lahan jalan dan jembatan dari Batam sepenuhnya sudah clear, setelah saya bertemu dengan Deputi Infrastruktur BP Batam. Sepenuhnya mereka mendukung,” kata Bahtiar.

Dirjen Polpum Kemendagri ini menceritakan bahwa salah satu kendala mendasar selama ini yang menjadi hambatan pembangunan jembatan sampai bertahun tahun adalah belum ada kesepakatan bersama mengenai tinggi jembatan.

“Sudah kita putuskan rapat bersama Kementerian PUPR kemarin (18/11) bahwa tinggi jembatan babin, yaitu dari Pulau Buau dengan Tanjungsauh setinggi 40 meter diatas pasang tertinggi permukaan laut. Sehingga ini menjadikan jembatan babin sebagai salah satu jembatan tertinggi untuk skala nasional,” jelasnya.

Menurut Bahtiar yang menjadi pertimbangan bahwa tinggi jembatan ini harus mencapai 40 meter diatas pasang tertinggi permukaan laut adalah agar bisa dilewati, selain kapal-kapal besar juga bisa dilewati kapal perang.

Baca Juga :  Sekda Zulhidayat Apresiasi Bulog Siaga Merdeka untuk Amankan Harga Pangan di HUT ke-79 RI

“Pertimbangannya salah satunya adalah pertahanan keamanan. Dengan ketinggian tersebut kapal-kapal perang kita bisa dimobilisasi dan bermanuver dengan leluasa pada keadaan-keadaan tertentu,” jelasnya.

Kemudian Pria Kelahiran Bone ini menjelaskan bahwa pada rapat kali ini sengaja dirinya mengundang semua pihak terkait baik FKPD maupun instansi vertikal adalah dalam rangka bersama mengawal pembangunan ini.

“Proyek ini bukan hanya milik Pemda, tapi ini milik kita semua dan melibatkan berbagai unsur kepentingan baik keamanan di laut maupun di darat serta berbagai instansi vertikal. Mari bersama kita kawal pembangunan ini sejak awal, untuk pengintegrasian ekonomi dan hukum Batam dan Bintan menuju Kepri yang lebih baik,” ajaknya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kepulauan Riau Abu Bakar diawal presentasi, menyampaikan apresiasi kepada Pjs. Gubernur Kepulauan Riau Bahtiar yang bergerak cepat dan memahami kebutuhan dan impian masyarakat Kepri melalui pembangunan Jembatan Batam Bintan.

Baca Juga :  Hadiri Pelantikan DPD GAMKI Kepri, Ansar Ajak Jaga Keutuhan NKRI

“Pak Pjs hanya perlu waktu 1,5 jam dan semuanya clear untuk pembangunan jembatan dan sudah ada titik terangnya. Terima kasih Pak,” kata Abu.

Adapun dalam penjelasanya Abu Bakar menyampaikan panjang jembatan Babin ini nantinya adalah 7,685 km, sedangkan panjang jalan disisi darat adalah 7,064 km sehingga secara keseluruhan total panjangnya adalah 14,749 km.

Dirinya juga melaporkan bahwa pada 2 hingga 3 minggu kedepan Tim Kementerian PUPR akan melakukan loading test yaitu titik awal memeriksa kekerasan tanah bagi pembangunan jembatan.

“Jadi ini sudah ada titik terang pergerakan pembangunan. Jika project ini selesai, Batam-Tanjung Uban mungkin bisa ditempuh hanya sekitar 10 menit. Semoga jembatan ini bisa segera terwujud dan memberikan dampak perubahan yang baik bagi perekonomian di Kepulauan Riau,” kata Abu. (ET)

Berita Terkait

Manajemen Talenta ASN Jadi Fondasi Reformasi Birokrasi Pemko Batam
BMKG Prakirakan Cuaca Tanjungpinang Relatif Stabil, Warga Tetap Diimbau Waspada Hujan Lokal
Wali Kota Lis Siapkan Program Pembenahan Pariwisata 2026
BTN Kepri Moonrun 2025: Strategi Olahraga untuk Menggerakkan Ekonomi Daerah
Posyandu 6 SPM Mulai Diterapkan di Senggarang, Wali Kota Lis: Layanan Harus Lebih Dekat dan Tepat
Bersama HIMNI, Wali Kota Lis Hadiri Syukuran Natal dan Tahun Baru
291 Personel Gabungan Disiagakan Amankan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Tanjungpinang
Aplikasi Pantunesia Resmi Diluncurkan, Perkuat Pelestarian Pantun Melayu Berbasis Teknologi

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 07:25 WIB

Manajemen Talenta ASN Jadi Fondasi Reformasi Birokrasi Pemko Batam

Sabtu, 10 Januari 2026 - 12:24 WIB

BMKG Prakirakan Cuaca Tanjungpinang Relatif Stabil, Warga Tetap Diimbau Waspada Hujan Lokal

Jumat, 2 Januari 2026 - 10:04 WIB

Wali Kota Lis Siapkan Program Pembenahan Pariwisata 2026

Minggu, 28 Desember 2025 - 10:00 WIB

BTN Kepri Moonrun 2025: Strategi Olahraga untuk Menggerakkan Ekonomi Daerah

Rabu, 24 Desember 2025 - 08:06 WIB

Posyandu 6 SPM Mulai Diterapkan di Senggarang, Wali Kota Lis: Layanan Harus Lebih Dekat dan Tepat

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB