BPOM Kepri Sidak ke Penjual Takjil, Ini Hasilnya

- Publisher

Jumat, 23 April 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(ist)

(ist)

INIKEPRI.COM – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kepulauan Riau (Kepri) melakukan inspeksi mendadak (Sidak) berbagai jenis makanan di pasar takjil Mega Legenda, Batam. Hal tersebut untuk mencegah kualitas makanan saat berbuka puasa takjil dari campuran zat kimia.

Kepala BPOM Kepri, Bagus Heri Purnomo, mengatakan, kegiatan ini dilakukan dalam rangka pengawasan pangan pada bulan Suci Ramadan dan Idulfitri. 

“Hari ini (Rabu), sampel yang kita ambil langsung kita uji di mobil laboratorium yang kita bawa. Ke depannya nanti, ada beberapa titik yang akan kita lakukan pengawasan, baik di Batam maupun di wilayah kabupaten,” kata Bagus, belum lama ini.

BACA JUGA:  Jelang Ramadan, Petugas Razia Cafe Penjual Mikol di Batam

Sejauh ini, katanya, tidak ada ditemukan zat berbahaya dalam sampel makanan yang telah diperiksa oleh timnya tersebut.

“Semua hasil uji menggunakan rapid test. Alhamdulillah, makanan yang mengandung bahan berbahaya tidak ada, alias tidak kami temukan,” ujarnya.

Selama melakukan pengawasan di Kota Batam, sudah ada empat tempat yang didatangi oleh pihaknya sejak satu minggu, sebelum masuknya bulan suci Ramadan.

BACA JUGA:  Cen Sui Lan Minta Dirjen SDA PUPR untuk Tangani Banjir di Tanjungpinang

“Ini yang keempat, dan belum ada temuan penggunaan zat berbahaya,” kata dia.

Jika ke depan pihaknya menemukan ada makanan yang dijual mengandung zat berbahaya, maka akan memberi peringatan kepada penjual tersebut dan akan dilakukan pembinaan.

“Nanti kami juga minta keterangan dari penjual untuk pangan tersebut dapat dari mana?. Apakah buat sendiri atau beli dari suplier?, sehingga kami bisa menelusuri sampai ke pembuatnya,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada sebelum membeli dan mengonsumsi produk pangan, baik produk kemasan. 

BACA JUGA:  BP Batam Berikan Jaminan Air yang Diterima Warga Dapur Enam dan Tanjung Banun Berkualitas Baik

“Kalau produk olahan dalam kemasan, jangan lupa cek klik, cek kemasannya, apakah masih dalam kondisi yang baik, tidak rusak?. Jangan lupa juga, cek izin edarnya dan tanggal kedaluwarsa,” ujarnya sembari mengingatkan.

Sementara untuk makanan takjil, masih kata Bagus, pembeli harus memperhatikan warna makanan.

“Jangan membeli warna-warna yang mencolok, merahnya mencolok atau putihnya mencolok. Biasanya itu yang menggunakan bahan berbahaya dalam pangan,” tandasnya. (IS)

Berita Terkait

BP Batam-Polri Perkuat Sinergi, Investasi Batam Jadi Prioritas
BP Batam Tuntaskan 12 Pekerjaan Perbaikan Jalan, Ruas Pura Agung Amertha Buana-Taman Kota Berlanjut
Foto Amsakar Bersama Yuwanky Beredar, Pemko Batam Tegaskan Konteksnya Kerja Sama Pasar Induk Jodoh
Pemko Batam Gandeng 15 Perusahaan, Bidik 20 Persen Tenaga Kerja dari Putra-Putri Tempatan
Perkuat Ekosistem Aviasi, BP Batam Dukung Pengembangan Batam Aero Engine
Catatkan Nilai Sempurna, BP Batam Raih Prestasi Tingkat Nasional dalam Pengelolaan JDIH 2026
Tak Sekadar Kreatif, Erlita Dorong Produk IKM Batam Punya Pasar dan Tingkatkan Kesejahteraan
PLN Batam Salurkan Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan di Momentum HUT RI ke-81
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:58 WIB

BP Batam-Polri Perkuat Sinergi, Investasi Batam Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:23 WIB

BP Batam Tuntaskan 12 Pekerjaan Perbaikan Jalan, Ruas Pura Agung Amertha Buana-Taman Kota Berlanjut

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:36 WIB

Foto Amsakar Bersama Yuwanky Beredar, Pemko Batam Tegaskan Konteksnya Kerja Sama Pasar Induk Jodoh

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:30 WIB

Pemko Batam Gandeng 15 Perusahaan, Bidik 20 Persen Tenaga Kerja dari Putra-Putri Tempatan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 17:51 WIB

Perkuat Ekosistem Aviasi, BP Batam Dukung Pengembangan Batam Aero Engine

Berita Terbaru