INIKEPRI.COM – Bapak tampak murung saat menumpahkan isi dompetnya ke lantai yang tak berkeramik. Bunyi kerincing-kerincing memekik memenuhi ruangan 3×2 tempat kami tinggal.
“Walau tinggal recehan, ini kayaknya masih cukup buat modal jualan nanti malam,” kata bapak. Aku hanya menghela napas dan tersenyum melihatnya. Hanya itu cara untuk menunda air mata jatuh.
Aku menawarkan diri membeli bahan-bahan untuk membuat jahe susu ke pasar.
Selanjutnya, kami sama-sama meracik susu jahe untuk di jual malam nanti. Alhamdulillah, bahan-bahan tadi bisa mengisi setengah wadah milik bapak. Kalau laku, besok mungkin kami bisa mengisi penuh. Kalau kembali laku, kami mungkin bisa sedikit menyimpan uang untuk keadaan darurat yang tidak pasti.
Aku dan bapak lalu mendorong gerobak bergantian ke alun-alun kota. Di sana, biasanya ada banyak orang berkumpul.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

















