Isolasi Terpadu di Asrama Haji Kota Batam Direncanakan Ditutup

- Publisher

Selasa, 19 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asrama Haji Batam / Foto: Istimewa

Asrama Haji Batam / Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Pemerintah Kota (Pemko) Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) akan mengkaji penutupan isolasi terpadu COVID-19 di asrama haji, seiring dengan tidak ada lagi warga positif terpapar virus corona yang dirawat di sana.

“Kita akan coba lihat perkembangan tiga hingga empat hari ke depan,” kata Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad di Batam, Senin 18 Oktober 2021.

Ia mengatakan, saat ini sudah tidak ada warga positif COVID-19 yang menjalani isolasi terpadu di asrama haji. Berdasarkan catatan Satuan Tugas COVID-19, tinggal 12 orang warga yang aktif COVID-19, tujuh orang di antaranya menjalani isolasi mandiri, dan lima orang lainnya dirawat di rumah sakit rujukan.

BACA JUGA:  KKP Salurkan 4,7 Ton Ikan untuk Warga Batam Guna Mendorong Angka Stunting Turun

Saat ini, petugas medis yang bersiaga di Asrama Haji Batam sudah dikembalikan ke rumah sakit tempat mereka bertugas sebelumnya.

“Untuk apa jaga di sana, sudah tidak ada, yang dilayani tidak ada. Jadi dengan sendirinya kembali ke posisinya bertugas di tempat induk masing-masing. Rata-rata di RSUD Embung Fatimah,” katanya.

BACA JUGA:  Rekor Lagi! India Laporkan 12 Ribu Kasus Baru COVID-19

Sekarang, kata dia, hanya ada personel Satuan Polisi Pamong Praja yang bersiaga di sana.

Ia mengakatan, sejak 20 Juli 2021 grafik penularan COVID-19 di Batam terus menurun. Hal ini berkat makin baiknya penanganan, penerapan protokol kesehatan dan vaksinasi yang gencar dilakukan pemerintah serta pihak terkait.

Meski begitu, Wakil Wali Kota tetap meminta masyarakat tetap mewaspadai COVID-19, karena dikhawatirkan penularan bisa meningkat kembali.

“Tetap kata kuncinya tetap waspada. Kami sampaikan ke masyarakat, jangan sampai ukuran yang data yang sudah baik membuat kita abai, cuai, jangan sampai seperti itu,” katanya.

BACA JUGA:  Pilah-pilih FTZ atau KEK di Batam?

Pihaknya juga terus melakukan sosialisasi ke masyarakat agar tidak abai dan menganggap enteng virus.

“Kami turun, kemarin ke lembaga kemasyarakat keluraham, kami menemui RT, RW, kader posyandu dan lainnya untuk mengingatkan masyarakat. Tolong menjadi perpanjangan lisan pemerintah, bahwa pandemi belum berakhir, perlu waspada,” tutup Amsakar Achmad. (RM/ANTARA)

Berita Terkait

Warga Sungai Beduk Keluhkan Air Bersih, Lahan Pemakaman 4,76 Hektare Masih Tunggu Pusat
Amsakar Tegaskan APBD Batam 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat
Perselisihan HP dan OTP Berujung Dugaan KDRT, Kreator Konten Batam Diamankan Polisi
KNPI Kepri Soroti Hoaks terhadap Kapolri Suyudi, Andhi: Jangan Bangun Opini dari Fitnah
Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan Bantu Pulangkan Korban Dugaan Penyiksaan ke Jabar dan Palembang
Warga Bengkong Keluhkan Banjir, Sampah dan Air Bersih, Ini Respons Amsakar
Pemutihan Pajak Kendaraan di Kepri Diperpanjang, Warga Punya Waktu hingga 31 Oktober 2026
Cuaca Batam 7 Oktober: Sejumlah Wilayah Diprakirakan Berkabut, Suhu hingga 32 Derajat

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Warga Sungai Beduk Keluhkan Air Bersih, Lahan Pemakaman 4,76 Hektare Masih Tunggu Pusat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:11 WIB

Perselisihan HP dan OTP Berujung Dugaan KDRT, Kreator Konten Batam Diamankan Polisi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:02 WIB

KNPI Kepri Soroti Hoaks terhadap Kapolri Suyudi, Andhi: Jangan Bangun Opini dari Fitnah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:50 WIB

Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan Bantu Pulangkan Korban Dugaan Penyiksaan ke Jabar dan Palembang

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:40 WIB

Warga Bengkong Keluhkan Banjir, Sampah dan Air Bersih, Ini Respons Amsakar

Berita Terbaru