KKP Produksi Massal Benih Ikan Bawal Hibrida

- Publisher

Selasa, 16 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikan Bawal Hibrida / Foto: ANTARA

Ikan Bawal Hibrida / Foto: ANTARA

INIKEPRI.COM – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), melalui Balai Perikanan Budidya Laut (BPBL) Batam, telah melakukan terobosan di bidang perikanan budi daya laut dengan memproduksi benih ikan bawal hybrid secara massal.

“Bawal hybrid merupakan hasil perkawinan silang antara induk betina bawal emas dengan induk jantan bawal bintang,” kata Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Tb Haeru Rahayu, dalam siaran pers di Jakarta, Senin 15 November 2021.

Selain itu, ujar dia, BPBL Batam juga telah berhasil memiliki induk produktif bawal emas saat ini sebanyak 60 ekor, sedangkan untuk calon induknya terdiri dari calon induk ukuran 800 gram sebanyak 55 ekor serta calon induk ukuran 200 gram sebanyak 1.000 ekor.

BACA JUGA:  Ansar Beri Motivasi Mahasiswa Baru Ibnu Sina di PKKMB 2024

Tb Haeru, yang akrab disapa Tebe, memberikan apresiasi sekaligus bangga dengan keberhasilan BPBL Batam yang telah berhasil memproduksi benih bawal hibrida serta bawal emas yang notabenenya sebagai ikan yang sulit dipijahkan.

Keberhasilan tersebut, lanjutnya, diharapkan mampu mendukung galur murni bawal emas dan bawal bintang bisa terus terjaga kemurniannya.

“Hal ini membuktikan bahwa saat ini status pengembangan teknologi perbenihan untuk memproduksi benih unggul kian dinamis,” ungkap Tebe.

Menurut dia, peluang pasar ikan bawal seperti ikan bawal bintang dan bawal emas cukup besar, apalagi bawal emas yang mempunyai potensi di pasar ekspor.

Sedangkan keunggulan bawal hibrida, masih menurut dia, terletak pada ketebalan daging, pertumbuhannya yang lebih cepat, serta tingkat kelangsungan hidup yang lebih tinggi.

BACA JUGA:  Erlita Amsakar Hadiri Puncak HKG PKK ke-53 dan Rakernas X di Kalimantan Timur

“Tentunya budidaya ikan bawal hybrd ini sangat membantu pembudi daya dalam hal biaya produksi dan pendapatannya. Diharapkan budidaya ikan bawal hybrid ini ke depannya dapat menyebar di luar wilayah Provinsi Kepri, sehingga percepatan nilai produksi ikan laut meningkat secara signifikan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Balai Perikanan Budidaya Laut Batam, Toha Tusihadi menyampaikan bawal bintang relatif mudah pemijahannya, namun bawal bintang memiliki rasa dan daging yang kurang premium dibandingkan bawal emas.

Sementara bawal emas mempunyai kesulitan dalam hal pemijahan, seperti sulit terbuahi telur telur yang dihasilkan bawal emas, sehingga melalui inovasi teknologi hibridisasi ini diharapkan kendala yang dihadapi selama ini bisa diatasi bersama.

BACA JUGA:  KKP Tangkap Dua Kapal Ikan Malaysia di Selat Malaka, ABK Seluruhnya WNI

“Seperti di antaranya mampu memperbaiki performance ikan bawal baik dari sisi pertumbuhan maupun kualitas produk. Jadi, kelebihan-kelebihan fenotip ikan bawal emas menyebabkan ikan bawal hybrid nantinya bisa lebih diminati di pasar internasional,” ucapnya.

Seperti diketahui, BPBL Batam hingga saat ini telah berhasil memproduksi sekitar 200.000 ribu ekor benih bawal hibrida untuk memenuhi permintaan benih di Provinsi Kepri antara lain di Batam, Meranti, Bintan dan beberapa provinsi lainnya seperti Lampung, Bali, Kotabaru Kalsel dan Jepara Jateng. (RS/ANTARA)

Berita Terkait

Batam Jadi Daerah Pertama, Amsakar Gandeng APINDO Prioritaskan 15–20 Persen Rekrutmen untuk Warga Lokal
Batam Innovation Award 2026, Amsakar Dorong Inovasi Jadi Solusi Nyata bagi Warga
26 Tahun PIKORI BP Batam: Merawat Kebersamaan dan Terus Menebar Manfaat
Dari Kelurahan Pulau Terong, Pelajar SMAN 13 Batam Galang Rp4,18 Juta untuk Korban Kebakaran Hutan
Peduli Layanan Publik dan Keterbukaan Informasi, Batam Diganjar Penghargaan Nasional
PAD Batam Tembus Rp2,58 Triliun, Pemko Genjot Penerimaan Tanpa Naikkan Tarif Pajak
Jangan Salah Jalan! Jalan Tengku Sulung Ditutup Mulai 10 September, Ini Jalur Alternatifnya
Rp3,77 Miliar Digelontorkan, 210 Nelayan Kecil Batam Bakal Dapat Mesin hingga Alat Tangkap

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 15:00 WIB

Batam Jadi Daerah Pertama, Amsakar Gandeng APINDO Prioritaskan 15–20 Persen Rekrutmen untuk Warga Lokal

Jumat, 11 September 2026 - 07:07 WIB

Batam Innovation Award 2026, Amsakar Dorong Inovasi Jadi Solusi Nyata bagi Warga

Jumat, 11 September 2026 - 06:40 WIB

26 Tahun PIKORI BP Batam: Merawat Kebersamaan dan Terus Menebar Manfaat

Kamis, 10 September 2026 - 08:34 WIB

Peduli Layanan Publik dan Keterbukaan Informasi, Batam Diganjar Penghargaan Nasional

Rabu, 9 September 2026 - 07:18 WIB

PAD Batam Tembus Rp2,58 Triliun, Pemko Genjot Penerimaan Tanpa Naikkan Tarif Pajak

Berita Terbaru