KMP Bahtera Nusantara 03 ‘Putus Mata Rantai’ Keterisoliran Kepri dan Kalimantan

- Admin

Sabtu, 4 Februari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KMP Bahtera Nusantara 03. Foto: Istimewa

KMP Bahtera Nusantara 03. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Gubernur Kepri Ansar Ahmad serta Forkompinda Kota Batam meninjau kapal yang menghubungkan daerah tertinggal, terluar, terdepan dan perbatasan di Wilayah Provinsi Kepulauan Riau.

Kapal penyeberangan penumpang Ro-Ro 1500 Gross Ton (GT) yang melayani rute wilayah barat seperti dari Tanjunguban – Matak – Penagi (Natuna) – Tambelan – Hingga ke Sintete ini, baru saja selesai dibangun di Galangan PT. Karimun Anugrah Sejati (KAS) Batam ini, diberi nama KMP Bahtera Nusantara 03 ini.

Pengoperasian kapal ini ditandai peninjuan secara langsung Menhub Budi Karyadi bersama Forkompinda di Kepri dan Batam. Hadir pada proses tersebut, Wali Kota Batam HM Rudi, Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto serta tamu undangan lainnya.

Menhub Budi Karyadi disela-sela peninjuan mengaku sangat kagum dan bangga atas hadirnya Kapal KMP Bahtera Nusantara 03 yang memiliki tujuan untuk mempersatukan Indonesia. Dalam hal ini Provinsi Kepri dan Kalimantan.

Baca Juga :  Kecewa dengan DPD Projo Kepri, Pengurus DPC Tanjungpinang Bakar SK

“KMP Bahtera Nusantara 03 ini, nantinya akan mempersatukan Indonesia. Dan paling tidak Kepri dan Kalimantan. Dan bagi kami, Kapal ini adalah sebuah wujud nyata dari amanat bapak Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk bisa menyiapkan sarana prasarana untuk daerah tertinggal, terluar, terdepan, dan perbatasan. Saya sangat bangga,” terang Budi Karyadi.

Dengan adanya kapal ini, tegasnya lagi, dapat mempermudah mobilitas masyarakat yang akan menyeberang serta membuka akses yang lebih luas bahkan hingga ke wilayah di sekitar Batam maupun wilayah di Provinsi Kepulauan Riau dan Kalimantan.

“Saya berharap, Kapal ini bisa menjadi sarana dalam memperkecil jarak di daerah tertinggal, terluar, terdepan, dan perbatasan,” terangnya.

Hal senada juga diungkapkan Gubernur Kepri Ansar Ahmad yang mengucapkan terima kasih dan menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan yang sudah menghadirkan kapal tersebut.

“Mengingat, 96 persen wilayah di Provinsi Kepri ini adalah lautan maka urusan konektifitas adalah sebuah keniscayaan yang perlu didorong dan percepat. Dan kebanggaan kita adalah, Kapal ini diproduksi di Batam,” terangnya.

Baca Juga :  Belanja Sayur Online Pakai “Bakulan” Aja, Murah!

Dan tentunya, tegasnya lagi, kapal ini tidak hanya diperuntukkan untuk orang, tetapi juga untuk logistik. Dan ini sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk menjamin kebutuhan pokok masyarakat di perbatasan sebagai salah satu cara menakan inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

“Dan harapan kita masyarakat di wilayah yang dilalui kapal ini bisa mudah beraktifas dan bisa menjamin ketersediaan logistik,” terangnya

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto sangat mengapresiasikan kehadiran kapal ini. Dan berharap kapal ini memberikan manfaat besar terutama dalam hal pemerataan, kesejahteraan, dan ekonomi masyarakat.

“Ini merupakan perwujudan komitmen pemerintah untuk selalu memberikan kemudahan aksesibilitas bagi pelaksanaan pembangunan daerah, terutama di wilayah–wilayah yang terpencil dan terdepan. Sebagaimana arahan Presiden RI Joko Widodo untuk memperkecil jarak dan memudahkan akses dan transportasi hingga ke pelosok. Kami sangat mengapresiasikan,” terangnya.

Baca Juga :  Sempena HUT ke-9 Tahun, Garnita Kepri Gelar Penanaman Mangrove di Kampung Tua Batam

Sementara itu, Wali Kota Batam Muhammad Rudi menyambut baik kehadiran kapal Roro ini. Menurutnya kehadiran kapal Roro tentu saja mempermudah mobilitas masyarakat di daerah-daerah kepulauan, seperti Batam maupun Kepri sehingga terhubung dengan daerah lain di Indonesia.

“Kalau mobilitas lancar, ekonomi juga akan semakin berkembang pesat,” sebut Rudi.

Sebagaimana diketahui, KMP. Bahtera Nusantara 03 memiliki panjang keseluruhan 71,92 m, lebar: 14 m, tinggi: 4,6 m, kecepatan dinas: 15 knot.

Kapal ini mampu mengangkut penumpang sebanyak 386 orang dan ABK 24 orang, serta kendaraan 14 unit truk besar, 12 unit truk sedang, dan 10 unit kendaraan roda 4.

Pengoperasian kapal Roro kepada PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) menandai mulai beroperasinya kapal besar ini. Kapal roro KMP Bahtera Nusantara 03 ini memiliki bobot 1.500 GT dengan nilai kapal Rp96 miliar. (RP)

Berita Terkait

Cek Jadwal Kapal PELNI Batam Januari–Februari 2026, Rute Belawan dan Tanjung Priok
Pemko Batam Perkuat Manajemen Talenta ASN, Amsakar: Penempatan Harus Berbasis Kompetensi
Tumbangkan STAIN Sultan Abdurrahman, Tim Voli Kemenag Batam Sabet Juara 1 dalam Final Dramatis
Dinilai Kebutuhan Mendasar, Ombudsman Kepri Minta Pasar Induk Jodoh Dibangun Kembali
Musrenbang Kampung Pelita, Amsakar Tekankan Pentingnya Sinergi Pemerintah dan Masyarakat
LASQI Batam di Bawah Kepemimpinan Erlita Amsakar Perkuat Sinergi Internal
BP Batam Serahkan SK Pegawai Tetap, Dorong Penguatan SDM Unggul
Amsakar Dorong Usulan Musrenbang yang Berdampak Langsung bagi Warga

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 07:50 WIB

Cek Jadwal Kapal PELNI Batam Januari–Februari 2026, Rute Belawan dan Tanjung Priok

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:14 WIB

Tumbangkan STAIN Sultan Abdurrahman, Tim Voli Kemenag Batam Sabet Juara 1 dalam Final Dramatis

Selasa, 13 Januari 2026 - 11:16 WIB

Dinilai Kebutuhan Mendasar, Ombudsman Kepri Minta Pasar Induk Jodoh Dibangun Kembali

Selasa, 13 Januari 2026 - 07:27 WIB

Musrenbang Kampung Pelita, Amsakar Tekankan Pentingnya Sinergi Pemerintah dan Masyarakat

Senin, 12 Januari 2026 - 21:10 WIB

LASQI Batam di Bawah Kepemimpinan Erlita Amsakar Perkuat Sinergi Internal

Berita Terbaru