Fenomena Borneo Vortex Sebabkan Cuaca Buruk di Serasan Natuna

- Publisher

Rabu, 8 Maret 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas gabungan mencari korban tanah longsor di Pulau Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Selasa (7/3). Foto: ANTARA/HO-BPBD Kepri

Petugas gabungan mencari korban tanah longsor di Pulau Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Selasa (7/3). Foto: ANTARA/HO-BPBD Kepri

INIKEPRI.COM – Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca buruk yang terjadi di Pulau Serasan, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, beberapa waktu belakangan ini dikarenakan fenomena Borneo Vortex.

Prakirawan BMKG Tanjungpinang Hayu Nur Mahron dilansir dari ANTARA, Selasa 7 Maret 2023, mengatakan, Borneo Vortex atau pusaran angin yang memiliki radius putaran pada skala puluhan hingga ratusan kilometer.

BACA JUGA :

BMKG: Monsun Asia Picu Gelombang Laut Tinggi di Kepri

Gangguan sirkulasi atmosfer berupa Borneo Vortex di sekitar selat Karimata dan Laut Natuna menyebabkan belokan angin dan perlambatan masa udara di wilayah Pulau Serasan. Kondisi itu menimbulkan dampak berupa curah hujan dengan intensitas tinggi dan lama.

BACA JUGA:  Safari Ramadan Bersama DPD Tanjungpinang-Bintan, NasDem Kepri Perkuat Struktur dan Silaturahmi Kader

Kondisi itu pula diperparah dengan adanya Gelombang Ekuatorial Rossby dan Kelvin yang aktif di sekitar wilayah tersebut sehingga meningkatkan potensi pertumbuhan awan konvektif penghasil hujan lebat.

“Cuaca di Serasan dalam beberapa hari terakhir didominasi hujan dengan intensitas lebat yang berlangsung lama dan merata. Kondisi tersebut menyebabkan tanah menjadi jenuh sehingga menyebabkan banjir dan tanah longsor di beberapa wilayah,” ucapnya.

Menurut dia, tinggi gelombang laut di Perairan Kepulauan Subi dan Pulau Serasan mencapai 4 meter. Kondisi gelombang laut tersebut tentu perlu diwaspadai oleh pengguna alat transportasi laut dan juga nelayan.

Baca juga: Kepala BNPB terbang ke Natuna, pastikan penanganan longsor

BACA JUGA:  Cuaca Berawan Dominasi Batam Hari Ini, Warga Diimbau Tetap Waspada

Sementara kecepatan angin mencapai 30 km/jam. Kondisi cuaca buruk berupa angin kencang dan hujan lebat di Natuna, khususnya Serasan diperkirakan terjadi hingga 12 Maret 2023.

BMKG juga memprediksi cuaca buruk yang juga terjadi di Pulau Bintan (Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan) disebabkan fenomena Borneo Vortex tersebut.

Namun dalam sepekan ke depan kondisi cuaca cenderung berawan hingga berawan tebal dan masih berpotensi terjadi hujan ringan hingga sedang yang bersifat lokal atau tidak merata dan berlangsung singkat. Gelombang laut di Perairan Bintan mencapai 2,5 meter.

Kepala Dinas Perhubungan Kepri Junaidi mengatakan pihaknya dan Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) berkoordinasi dengan pihak BMKG untuk mendapatkan informasi terkait cuaca. KSOP mengijinkan Kapal Bahtera Nusantara (BN) 01 berlayar ke Serasan dari Pelabuhan Roro Tanjunguban, Bintan pada hari ini pukul 15.00 WIB.

BACA JUGA:  Disbudpar Umumkan Empat Karya Terbaik Lomba Foto Story 2023, Ini Pemenangnya

Kapal itu mengangkut anggota TNI dan Polri yang ditugaskan membantu korban tanah longsor di Pulau Serasan.

Kepala Dinas Perhubungan Kepri Junaidi di Kabupaten Bintan, Kepri, mengatakan, Kapal BN 01juga mengangkut lima anggota pramuka, dan logistik yang dibutuhkan untuk korban bencana tersebut.

Kapal BN 01 berlayar dari Pelabuhan Roro Tanjunguban, Kabupaten Bintan menuju Pulau Serasan nanti sore sekitar pukul 16.00 WIB.

“Saya juga ikut berangkat. Pelayaran dari Perairan Bintan menuju Serasan memakan waktu sekitar 26 jam,” katanya. (RBP/ANTARA)

Berita Terkait

Lomba Gerak Jalan Proklamasi Tanjungpinang 2026 Dibuka, Pendaftaran Kini Sepenuhnya Online
Jangan Salah Datang! Libur Sekolah di Tanjungpinang Diperpanjang, Siswa Baru Masuk 20 Juli 2026
Tak Tergoyahkan! Batam Borong Prestasi dan Kunci Juara Umum MTQ Kepri 2026
Kafilah Batam Tampil Meyakinkan, Sepuluh Peserta Lolos Final MTQ Kepri XII
Reuni Akbar PGAN Tanjungpinang Jadi Ajang Pererat Silaturahmi, Ansar Soroti Peran Guru Agama
Relokasi Pedagang Taman Gurindam 12 Dimulai, Satpol PP dan Pemko Tanjungpinang Bantu Proses Pemindahan
Delegasi Sosek Malindo Johor Kagum dengan Pulau Penyengat, Sebut Warisan Melayu yang Perlu Dijaga
Dinilai Belum Efektif, Kebijakan WFA ASN di Tanjungpinang Resmi Dihentikan Mulai Juli 2026

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 07:37 WIB

Jangan Salah Datang! Libur Sekolah di Tanjungpinang Diperpanjang, Siswa Baru Masuk 20 Juli 2026

Jumat, 10 Juli 2026 - 08:59 WIB

Tak Tergoyahkan! Batam Borong Prestasi dan Kunci Juara Umum MTQ Kepri 2026

Senin, 6 Juli 2026 - 07:08 WIB

Kafilah Batam Tampil Meyakinkan, Sepuluh Peserta Lolos Final MTQ Kepri XII

Senin, 29 Juni 2026 - 08:11 WIB

Reuni Akbar PGAN Tanjungpinang Jadi Ajang Pererat Silaturahmi, Ansar Soroti Peran Guru Agama

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:02 WIB

Relokasi Pedagang Taman Gurindam 12 Dimulai, Satpol PP dan Pemko Tanjungpinang Bantu Proses Pemindahan

Berita Terbaru