Unjuk Rasa di DPRD Batam, Puluhan Buruh Tuntut Kilo 190 Disahkan terkait Pelecehan di Ruang Kerja

- Publisher

Rabu, 8 Maret 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Massa buruh dan pekerja yang tergabung dalam berbagai Aliansi di Kota Batam kembali turun dan melakukan aksi unjuk rasa di halaman DPRD Kota Batam pada Rabu (8/3/2023) pagi. Foto: INIKEPRI.COM

Massa buruh dan pekerja yang tergabung dalam berbagai Aliansi di Kota Batam kembali turun dan melakukan aksi unjuk rasa di halaman DPRD Kota Batam pada Rabu (8/3/2023) pagi. Foto: INIKEPRI.COM

INIKEPRI.COM – Massa buruh dan pekerja yang tergabung dalam berbagai Aliansi di Kota Batam kembali turun dan melakukan aksi unjuk rasa di halaman DPRD Kota Batam pada Rabu (8/3/2023) pagi.

Dalam aksinya tersebut, tercatat ada delapan tuntutan yang disampaikan secara bergiliran para pengunjuk rasa.

Diantaranya, menyatakan penolakan penolakan akan disahkannya Omnibus Law – Undang-undang Cipta Kerja.

BACA JUGA :

Gatot Sebut UU Omnibus Law Bertujuan Mulia

Dan meminta agar disahkannya Rancangan Undang-undang (RUU) pekerja rumah tangga serta RUU RPTKS.

“Kami juga meminta disediakan adanya rangka publik khusus perempuan. Serta meminta adanya penghapusan Outsourcing,” tegas pengunjuk rasa dalam orasinya.

Mereka juga meminta adanya perbaikan kinerja dari Dinas Tenaga Kerja Kota Batam.

BACA JUGA:  Kunker di Dua Titik di Batam, Gubernur Ansar Disambut Antusias Masyarakat

“Dan juga adanya penegasan Kilo 183 tentang Mertenitas dan Kilo 190 tentang kekerasan atau pelecehan di tempat kerja,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, pekerja Indonesia ternyata masih rentan kekerasan dan pelecehan di dunia kerja. Berdasarkan survei yang diinisiasi Never Okay Project (NOP) pada 1.240 responden dari 43 provinsi, 89.84% responden mengalami pelecehan secara verbal, 87,96% mengalami pelecehan fisik dan 70,65% pelecehan isyarat.

BACA JUGA :

Omnibus Law dalam Pandangan Kadin

Sebanyak 96% yang mengalami pelecehan seksual adalah perempuan, dan 40% laki-laki. Pelakunya merupakan atasan atau rekan kerja senior (36%) dan 36% pelaku adalah sebaya. Mirisnya, 36% responden mangaku tempat kerjanya tidak memiliki mekanisme penanganan kasus pelecehan seksual.

BACA JUGA:  Pisah Sambut Kapolresta Barelang, Amsakar Ajak Polisi Bersinergi Bangun Negeri

Bekerja dari rumah juga ternyata tidak luput dari pelecehan. Dalam survai yang dilakukan NOP tahun 2020, dari 315 responden, 86 mengaku pernah menjadi korban, 68 menyaksikan an 30 menjadi korban sekaligus saksi.

Pelecehan seksual yang dialami terjadi lintas platform digital, bahkan 78% korban pernah mengalami pelecehan di lebih dari satu platform selama bekerja dari rumah.

Korban tidak melapor ke HRD atau manajemen dengan alasan tidak akan mendapat respon, khawatir berpengaruh terhadap karirnya atau khawatir disalahkan (victim blaming).

Kenyataan ini membuktikan pentingnya ada payung hukum yang jelas sebagai pedoman bagi pemberi kerja untuk memiliki mekanisme pencegahan dan penanganan kekerasan dan pelecehan (termasuk kekerasan dan pelecehan seksual) di dunia kerja.

BACA JUGA:  Amsakar–Li Claudia Akan Disematkan Gelar Adat Melayu Kepri, Prosesi Digelar di Istana Besar Madani

Konvensi ILO 190 (190) pada tahun 2019 yang berjudul “Penghapusan Kekerasan dan Pelecehan di Dunia Kerja” resmi diadopsi oleh konstituen tripartit Organisasi Perburuhan Internasional (ILO).

Kehadiran KILO 190 menjadi relevan untuk melengkapi hukum pidana dan hukum ketenagakerjaan di Indonesia, karena;

  1. Mencakup berbagai jenis kekerasan dan pelecehan di dunia kerja
  2. Semua pekerja mendapatkan perlindungan yang sama
  3. Mencakup lingkup kerja yang luas
  4. Menjamin perlindungan pekerja dengan komprehensif
  5. Menguntungkan pekerja dan pengusaha/pemberi kerja. (RP)

Berita Terkait

TMA Waduk Nongsa Alami Penyusutan, BP Batam Percepat Langkah Teknis Amankan Pasokan Air Warga
Interkoneksi Pipa, BP Batam Lakukan Penguatan Suplai Air Untuk Wilayah Nongsa
Garuda Juara, Dataran Engku Putri Bergemuruh: Amsakar Rayakan Kemenangan Bersama Warga
Amsakar Buka Data Capaian Batam: Ekonomi Tumbuh, Kemiskinan Turun, UHC Capai 98 Persen
Kodam Mahmud Riayat Syah Segera Berdiri, Markasnya di Batam, Rionardo Jadi Pangdam
Dari Batam untuk Garuda! Pemko dan Ultras Garuda Ajak Warga Nobar Final Indonesia vs Thailand
Ekonomi Tumbuh 7,28 Persen, Investasi Rp40 Triliun: Batam Kian Dilirik Dunia
Asep Safrudin Jadi Kabareskrim, Suhendri Ditunjuk sebagai Kapolda Kepri

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:41 WIB

TMA Waduk Nongsa Alami Penyusutan, BP Batam Percepat Langkah Teknis Amankan Pasokan Air Warga

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:29 WIB

Interkoneksi Pipa, BP Batam Lakukan Penguatan Suplai Air Untuk Wilayah Nongsa

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:03 WIB

Garuda Juara, Dataran Engku Putri Bergemuruh: Amsakar Rayakan Kemenangan Bersama Warga

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:46 WIB

Amsakar Buka Data Capaian Batam: Ekonomi Tumbuh, Kemiskinan Turun, UHC Capai 98 Persen

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Kodam Mahmud Riayat Syah Segera Berdiri, Markasnya di Batam, Rionardo Jadi Pangdam

Berita Terbaru