BNPB: Longsor Serasan Natuna Terburuk Sepanjang Sejarah Longsor di Indonesia

- Admin

Selasa, 14 Maret 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto udara bencana tanah longsor di Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Selasa (7/3/2023). Foto: ANTARA/Kiky Firdaus/Lmo/nym.

Foto udara bencana tanah longsor di Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Selasa (7/3/2023). Foto: ANTARA/Kiky Firdaus/Lmo/nym.

INIKEPRI.COM – Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengungkapkan bahwasanya longsor di Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, adalah kejadian longsor paling buruk sepanjang sejarah longsor di Indonesia, terutama dalam sisi korban jiwa.

Abdul dalam Disaster Briefing, dilansir dari ANTARA, Senin 13 Maret 2023, mengatakan hingga hari ini diasumsikan lebih dari 50 korban jiwa meninggal, ditemukan dan teridentifikasi 46 orang, dan dilaporkan korban hilang delapan orang.

BACA JUGA :

Tinjau Lokasi Bencana, Cen Sui Lan: 150 Rumah Akan Dibangun di Serasan

“Kalau 54 (orang) ini memang asumsinya sudah meninggal semua ya, karena sudah lewat 24 jam. Ini adalah salah satu, mungkin hingga saat ini, bencana longsor terburuk yang pernah terjadi dalam sisi korban jiwa dalam satu kejadian,” katanya.

Baca Juga :  Cen Sui Lan Bersepakat dengan Menteri Basuki Tuntaskan Jalan Lingkar Pulau Serasan Natuna

Abdul mengatakan pencarian korban terus dilanjutkan, sambil menerapkan teknologi modifikasi cuaca di lokasi titik longsor yakni Pulau Serasan.

Dia juga mengatakan bahwa faktor utama kejadian bencana Kepulauan Natuna justru didominasi potensi kebakaran hutan dan lahan. Namun, kejadian bencana hidrometeorologi basah menjadi cukup dominan.

BACA JUGA :

KPKPP Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Serasan

Pada Dasarian I Maret, potensi hujan tampak cukup tinggi di Pulau Sumatera. Namun, khusus di Kabupaten Natuna pada tanggal 1-2 Maret 2023, curah hujan hampir mencapai 1.000 mm.

Baca Juga :  Tinjau Lokasi Bencana, Cen Sui Lan: 150 Rumah Akan Dibangun di Serasan

“Ini sangat luar biasa sebenarnya, ini hujan empat bulan, tumpah dalam satu hari. Sebenarnya dipengaruhi oleh adanya pola sirkulasi siklonik yang disebut Borneo Vortex, terjadinya jadi kayak sirkulasi untiran, membawa akumulatif uap air dan awan hujan yang sangat tebal,” katanya.

BACA JUGA :

Fenomena Borneo Vortex Sebabkan Cuaca Buruk di Serasan Natuna

Fenomena tersebut, menurut dia, telah menimbulkan hujan ekstrem sejak tanggal 26 Februari 2023.

Abdul juga mengatakan di Pulau Serasan bukan merupakan wilayah dengan potensi longsor tinggi, meski di beberapa titik wilayah terdapat beberapa kondisi kemiringan tanah. Selain itu, kondisi vegetasi masih rapat, walaupun menurut masyarakat setempat sudah tidak ada pohon-pohon besar.

Baca Juga :  Mensos: Pulau Serasan Perlu Mendirikan Lumbung Sosial

Namun, hal yang mempengaruhi longsor yakni tanah wilayah yang merupakan lempung. Sehingga tanah yang porinya tidak besar, air hujan tidak bisa meresap sampai ke bagian dalam tanah.

“Kalau intensitas hujan yang turun sangat tinggi, air itu adanya di atas, ini kemudian akan menggelincirkan tanah itu ketika air ini sudah membuat tanah itu bersaturasi menjadi lumpur, karena tidak bisa masuk ke dalam,” ujar dia.

Menurut dia, kondisi tersebut dapat diantisipasi dengan pembenahan drainase permukaan seperti gorong-gorong. Dengan demikian, air hujan yang datang seperti air bah dapat langsung mengalir tanpa menunggu air meresap ke dalam tanah. (RBP/ANTARA)

Berita Terkait

Raja Mustakim Dorong Literasi Sejarah Masjid Agung Natuna Lewat Kuis Edukasi KPDN
Bupati Cen Sui Lan Lantik dan Kukuhkan 17 PNS di Lingkungan Pemkab Natuna
DPA 2026 Diserahkan, Bupati Natuna Ingatkan OPD Soal Efisiensi Anggaran
Malam Pergantian Tahun, Cen Sui Lan Hadir di Tengah Keramaian Pantai Piwang Natuna
MAN 1 Natuna Borong Prestasi di Hari Amal Bakti ke-80 Kemenag RI
Cen Sui Lan Bangga, Putra Natuna Sumbang Medali untuk Kepri di Kejurnas Takraw
KUA Bunguran Tengah Berhasil Cegah Nikah Dini dan Nikah Siri Sepanjang 2025
Amsakar Ajak Jemaat Jaga Harmoni dan Toleransi dalam Perayaan Natal Oikumene 2025

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 16:31 WIB

Raja Mustakim Dorong Literasi Sejarah Masjid Agung Natuna Lewat Kuis Edukasi KPDN

Jumat, 9 Januari 2026 - 11:13 WIB

Bupati Cen Sui Lan Lantik dan Kukuhkan 17 PNS di Lingkungan Pemkab Natuna

Jumat, 9 Januari 2026 - 07:53 WIB

DPA 2026 Diserahkan, Bupati Natuna Ingatkan OPD Soal Efisiensi Anggaran

Kamis, 1 Januari 2026 - 15:01 WIB

Malam Pergantian Tahun, Cen Sui Lan Hadir di Tengah Keramaian Pantai Piwang Natuna

Kamis, 1 Januari 2026 - 09:27 WIB

MAN 1 Natuna Borong Prestasi di Hari Amal Bakti ke-80 Kemenag RI

Berita Terbaru