INIKEPRI.COM – Sebagai bentuk rasa syukur atas bertambahnya usianya yang memasuki ke-61 tahun, pada 9 September lalu, anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Lik Khai bersama keluarga besarnya, merayakan hari bersejarah di hidupnya dengan menggelar perayaan di Ballroom Aston Hotel Pelita, Kota Batam, Minggu (13/10/2024) malam.
Perayaan ini terasa spesial karena dihadiri sejumlah tokoh. Mulai dari Calon Wali Kota Batam Amsakar Achmad, Ketua Umum DPP GARPU yang juga Koordinator Wilayah Pemenangan Pemilu Partai NasDem Pietra Machreza Paloh, Ketua DPP Partai Demokrat Osco Olfriady Letunggamu, Eddy Hussie, Saptono Mustakim, Cungheng, Usman Sahlan, hingga sejumlah tokoh Tionghoa di Kota Batam dan Kepri.
Ananda Lik Khai, yang juga merupakan ketua komisi 1 DPRD Kota Batam, Jelvin Tan, dalam sambutannya mengucapkan ulang tahun kepada ayahanda tercintanya. Jelvin mengaku bangga karena terlahir dari seorang ayah bernama Lik Khai.
“Terima kasih telah mengajarkan saya dan telah menjadi yang terbaik bagi keluarga. Saya janji akan menjadi yang terbaik sebagaimana harapan papa,” ucap Jelvin menahan haru.
Di perayaan ultah ini, Jelvin juga tak lupa mengkampanyekan Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra kepada seluruh hadirin.
“Saya ingin mengajak kepada sahabat untuk memilih Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra, karena program prioritasnya. Yakni yang pertama program ketersediaan air bersih dan penanganan banjir. Atas hal itu, mari kita menangkan Amsakar-Li Claudia agar persoalan itu dapat diselesaikan,” ajak dia.
Lik Khai dalam sambutannya, berterima kasih kepada seluruh hadirin yang telah menyempatkan waktu di hari perayaan HUT-nya ini.
“Khususnya kepada Sahabat Lik Khai dan Jelvin Tan yang telah membersamai perjuangan, hingga mengantarkan saya dan putra saya duduk sebagai wakil rakyat,” apresiasi dari Lik Khai.
Pada kesempatan ini juga, Lik Khai menitipkan harapannya kepada Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra, apabila nantinya diberikan mandat oleh masyarakat untuk memimpin Kota Batam.
“Sejujurnya Pak, Batam hari ini sedang tidak baik-baik saja. Mulai dari maraknya razia SNI, ini sangat mencekam bagi para pelaku usaha di Batam. Kemudian tentang persoalan pemakaman bagi umat Tionghoa, yang mengatur ukuran. Ini sulit, karena bagi kami idealnya lahan pemakaman ini adalah empat kali enam meter. Jadi kami berharap apabila bapak terpilih nanti dikeluarkan perwako untuk menyelesaikan persoalan kami ini pak,” ucap bendahara DPD Partai NasDem Kota Batam ini.
Di tempat yang sama, Calon Wali Kota Batam nomor urut dua, Amsakar Achmad, memulai sambutannya dengan mendoakan Lik Khai.
“Atas nama pribadi dan keluarga, kami ucapkan selamat ulangtahun ke-61 buat Pak Lik Khai. Semoga usia yang dilalui, usia yang sedang dijalankan, dan usia yang akan datang selalu menjadi berkah dan bapak dapat terus memberikan manfaat bagi keluarga, bangsa dan negara,” pembuka dari Amsakar.
Amsakar kemudian mengulas runtutan alasan dibalik majunya ia bersama Li Claudia Chandra pada perhelatan Pilwako Batam 2024.
“Amsakar dan Li Claudia maju karena melihat ada persoalan yang mesti dibereskan. Saya akui, sebagai bagian dari pemerintah hari ini, konsen kami adalah di infrastruktur,” kata dia.
Padahal sebenarnya, jelas Wakil Wali Kota Batam 2 periode ini, mau lihat hebat atau tidak hebatnya suatu bangsa, tidak melulu hanya melihat dari sisi infrastruktur.
“Ada Human Development Indeks ada sejumlah indikatornya, diantaranya adalah pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan. Jadi, membangun hal yang benar adalah apabila ketiga hal tersebut juga dilakukan. Atas hal itulah, Amsakar-Li Claudia maju untuk membereskan hal tersebut,” ungkap dia.
Kemudian Amsakar menjawab persoalan yang diungkapkan oleh Lik Khai sebelumnya. “Untuk SNI, perlu diketahui oleh bapak ibu sekalian. Setiap produk yang diperjualbelikan di Indonesia harus memenuhi standar yang telah ditentukan, yakni SNI. Tentu itu merupakan hal yang mutlak dipenuhi. Jika memang produk yang diperjualbelikan sudah memenuhi SNI, tapi masih kerap dilakukan razia, tentu ini menjadi pertanyaan bagi kita semua. Nanti coba kita urai masalah ini,” jawab Amsakar.
Untuk persoalan lahan pemakaman, tambah Amsakar, ia menyebut hal itu saat ini bukan menjadi ranahnya.
“Karena kewenangan itu ada di ex officio kepala BP Batam. Makanya kita berharap ke depannya, jabatan wali kota dan kepala BP Batam dapat menyatu seperti saat ini agar kita dapat menyelesaikan persoalan pemakaman tersebut. Perlu bapak ibu ketahui juga, persoalan pemakaman ini juga umat Islam alami,” katanya lagi.
Momen perayaan hari jadi ini kemudian semakin semarak dengan pemotongan kue ulang tahun oleh Lik Khai didampingi oleh keluarga besarnya dan Amsakar Achmad. Raut kebahagiaan terpancar dari wajah Lik Khai.
Penulis : IZ

















