Warga Batam Baru Tahu? Hujan Deras Beberapa Hari Ini Ternyata Hujan Buatan, Biaya Tembus Rp200 Juta Sehari

- Publisher

Rabu, 27 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi semua hujan. Foto: Istimewa

Ilustrasi semua hujan. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Hujan yang mengguyur Kota Batam dalam beberapa hari terakhir ternyata tidak sepenuhnya terjadi secara alami. Sebagian hujan tersebut merupakan hasil operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan yang sedang dilakukan untuk menjaga ketersediaan air baku di sejumlah waduk utama Batam.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Ramlan Djambak, membenarkan bahwa operasi modifikasi cuaca itu telah berlangsung sejak 15 Mei 2026 dan direncanakan berjalan hingga 31 Mei 2026 mendatang.

Menurut Ramlan, operasi TMC dilakukan oleh BP Batam bersama BMKG serta AirNav Indonesia sebagai langkah antisipasi menurunnya debit air di sejumlah waduk tadah hujan di Batam.

BACA JUGA:  Tim Amsakar Achmad Belakangpadang Ajak Masyarakat Berpolitik Santun, Santuy dan Bermartabat

“Mulai ada tanda-tanda penurunan debit di beberapa waduk, sehingga dilakukan operasi modifikasi cuaca untuk membantu menjaga ketersediaan air baku,” ujarnya.

Ia menjelaskan, hujan buatan bukan berarti menciptakan hujan dari langit cerah tanpa awan. Teknologi tersebut hanya bekerja dengan memanfaatkan awan hujan yang sudah terbentuk secara alami.

Dalam prosesnya, tim penyemaian menaburkan natrium klorida atau garam ke dalam kumpulan awan potensial agar butiran air lebih cepat bergabung dan turun menjadi hujan.

“Prinsipnya memanfaatkan awan yang sudah tumbuh, lalu dilakukan penyemaian supaya proses pembentukan hujannya lebih cepat,” kata Ramlan.

BACA JUGA:  Paparkan Potensi Strategis Batam, BP Batam Sambut Minat Investasi Bakrie Group

Karena bergantung pada keberadaan awan, operasi TMC tidak selalu bisa dilakukan setiap hari.

“Kalau tidak ada potensi awan, tentu penyemaian tidak bisa dijalankan,” tambahnya.

Ramlan mengungkapkan, biaya operasi hujan buatan tersebut cukup besar. Dalam sehari, anggaran yang dibutuhkan bisa mencapai sekitar Rp200 juta untuk sekali operasi penyemaian.

Biaya terbesar berasal dari penggunaan pesawat dan bahan bakar avtur, sementara bahan semai berupa garam relatif murah. Dalam satu kali penerbangan, tim biasanya membawa sekitar satu ton garam untuk disebarkan ke area awan potensial.

Selain biaya tinggi, operasi modifikasi cuaca juga menghadapi kendala lalu lintas udara yang padat di wilayah Batam dan sekitarnya. Setiap penerbangan penyemaian harus terlebih dahulu mendapat izin dari pengatur lalu lintas udara agar tidak mengganggu jalur penerbangan internasional, terutama rute Singapura.

BACA JUGA:  Amsakar Ajak Entrepreneur Muda Bersinergi Dukung Pemerintah Geliatkan Perekonomian Batam

“Kami harus menyesuaikan dengan arahan ATC supaya penerbangan penyemaian tidak mengganggu pesawat lain,” ujarnya.

Bahkan, operasi TMC sempat dihentikan sementara akibat kepadatan lalu lintas udara dan distribusi bahan semai yang belum tersedia.

Meski demikian, operasi hujan buatan masih terus berlangsung dan pelaksanaannya akan disesuaikan dengan perkembangan cuaca hingga akhir Mei nanti.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

Amsakar Tanamkan “Rasa Ber-Kita”, Pemko dan BP Batam Diminta Bergerak sebagai Satu Kesatuan
Batam Pacu Penataan Infrastruktur Dasar dan Estetika Kota
Firmansyah Dorong Anak Muda Batam Jadi Pencipta Inovasi, Bukan Sekadar Pengguna Teknologi
Amsakar–Li Claudia Tegaskan Pemulihan Air Jadi Prioritas, Tim Teknis SPAM Bekerja Sampai Tuntas
Harumkan Nama Indonesia, Dua Siswa MAN 1 Batam Sabet Prestasi di Kompetisi Tilawah Internasional
MAN 2 Batam Borong Medali di KOMET Nasional 2026, Emas dan Dua Perak Dibawa Pulang
Jangan Terlewat! Pendaftaran Perlinsos Batam Berakhir Hari Ini, 97.997 KK Sudah Terdaftar
Zaky Zuhair, Santri MTs Darul Iman yang Bersinar di Olimpiade Bahasa Arab Ke-9

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 09:01 WIB

Amsakar Tanamkan “Rasa Ber-Kita”, Pemko dan BP Batam Diminta Bergerak sebagai Satu Kesatuan

Rabu, 2 September 2026 - 08:39 WIB

Batam Pacu Penataan Infrastruktur Dasar dan Estetika Kota

Selasa, 1 September 2026 - 07:12 WIB

Firmansyah Dorong Anak Muda Batam Jadi Pencipta Inovasi, Bukan Sekadar Pengguna Teknologi

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:24 WIB

Amsakar–Li Claudia Tegaskan Pemulihan Air Jadi Prioritas, Tim Teknis SPAM Bekerja Sampai Tuntas

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:21 WIB

Harumkan Nama Indonesia, Dua Siswa MAN 1 Batam Sabet Prestasi di Kompetisi Tilawah Internasional

Berita Terbaru