Kepala Bapanas Tegaskan Pentingnya Makanan Bergizi Diberikan Sejak Dini

- Publisher

Senin, 16 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi saat menghadiri kegiatan Pengenalan Pendidikan Karakter Berbasis Gastronomi Indonesia dalam Program Makan Bergizi di Sekolah di Jakarta, Sabtu (14/12/2024)/Foto : Humas Bapanas

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi saat menghadiri kegiatan Pengenalan Pendidikan Karakter Berbasis Gastronomi Indonesia dalam Program Makan Bergizi di Sekolah di Jakarta, Sabtu (14/12/2024)/Foto : Humas Bapanas

INIKEPRI.COM – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas)/National Food Agency (NFA), Arief Prasetyo Adi, mengajak masyarakat, khususnya kaum ibu, menyiapkan makanan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman (B2SA) untuk anak-anaknya.

Hal itu disampaikan saat menghadiri kegiatan Pengenalan Pendidikan Karakter Berbasis Gastronomi Indonesia dalam Program Makan Bergizi di Sekolah di Jakarta, Sabtu (14/12/2024)

Menurut Arief, makanan sehat dapat diperoleh melalui kreativitas keluarga dengan mengutamakan penggunaan sumber daya lokal.

“Kemandirian pangan adalah bagian dari upaya bersama untuk mendukung visi Presiden RI Prabowo dalam mewujudkan swasembada pangan. Konsumsi pangan yang baik harus dimulai dari produksi pangan dalam negeri, termasuk yang bisa dihasilkan dari pekarangan sendiri,” ujarnya dalam keterangan yang diterima InfoPublik pada Minggu (15/12/2024).

BACA JUGA:  Sering Menahan Kencing? Waspada, Ginjal Bisa Rusak Tanpa Gejala Awal!

Kepala Bapanas menjelaskan pentingnya komposisi makanan sehat yang terdiri dari sepertiga karbohidrat, sepertiga sayuran, dan sisanya protein. Ia menekankan, jika sudah makan nasi, masyarakat tidak perlu menambahkan singkong, kentang, atau sagu sebagai sumber karbohidrat.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, program Makan Bergizi Gratis (MBG) diluncurkan untuk memberikan asupan makanan bergizi secara gratis di sekolah. Arief menyebut program ini dirancang untuk mencerdaskan anak bangsa sekaligus menciptakan ekosistem pangan yang mandiri.

Arief juga menekankan pentingnya pengurangan food loss and waste yang masing-masing mencapai 14 persen dan 17 persen di Indonesia. “Program ini juga melibatkan peternak lokal melalui peran BUMN pangan sebagai offtaker. Dengan begitu, kita bisa mendukung perekonomian lokal dan mendorong konsumsi pangan yang diproduksi dalam negeri,” katanya.

BACA JUGA:  Siap-Siap Terima Kenyataan! Pakai Masker Selamanya

Peran Guru dan Keluarga dalam Edukasi Gizi

Sementara Wakil Menteri (Wamen) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan, mendukung ajakan Arief dan menyoroti pentingnya edukasi terkait gizi baik di keluarga maupun sekolah. “Ibu-ibu harus kreatif memberikan yang terbaik untuk anak. Selain itu, sekolah perlu mendekatkan diri pada parenting agar pendidikan soal gizi bisa terintegrasi,” jelas Veronica.

BACA JUGA:  Suka Makan Durian? Ini Alasan Kolesterol Bisa Ikut Naik

Sementara itu, Ketua Indonesia Gastronomy Community (IGC), Ria Musiawan, menyebut program MBG sebagai inisiatif strategis yang tidak hanya memenuhi kebutuhan biologis tetapi juga membentuk karakter anak melalui kebiasaan makan sehat. “Makan siang di sekolah dapat menjadi sarana untuk mengajarkan etika makan, kerja sama, dan pola makan yang penuh kesadaran,” ujarnya.

Acara ini juga dihadiri oleh Prof. Nila Moeloek, Menteri Kesehatan Periode 2014-2019, serta para pejabat Bapanas dan guru dari wilayah Jakarta. Semua pihak berharap program ini dapat berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi ketahanan pangan serta kesehatan generasi muda Indonesia.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

Catat! Ini 5 Jenis Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan
Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya
Batam Siaga Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan
Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?
Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup
Strategi Sehat Menjalani Diet Selama Ramadan Tanpa Mengganggu Energi
Tanpa Disadari, Ini Kebiasaan Tidak Sehat yang Sering Terjadi Saat Puasa
Sering Pusing saat Puasa? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:35 WIB

Catat! Ini 5 Jenis Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:54 WIB

Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:12 WIB

Batam Siaga Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:07 WIB

Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?

Kamis, 5 Maret 2026 - 08:05 WIB

Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup

Berita Terbaru