Harga Tiket Pesawat Jelang Lebaran Bakal Lebih Murah, Ini Penyebabnya

- Publisher

Selasa, 4 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Kabar baik bagi masyarakat yang berencana mudik saat Lebaran tahun ini, PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) resmi menurunkan tarif jasa kebandarudaraan guna mendukung penurunan harga tiket pesawat selama periode angkutan Lebaran 2025.

Direktur Utama InJourney Airports, Faik Fahmi, mengumumkan bahwa tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) dan Pelayanan Jasa Pendaratan, Penempatan, dan Penyimpanan Pesawat Udara (PJP4U) diturunkan sebesar 50 persen. Kebijakan ini berlaku di seluruh bandara yang dikelola InJourney Airports.

“Penurunan tarif PJP2U berdampak langsung pada penurunan harga tiket pesawat, sementara penurunan tarif PJP4U membantu meringankan biaya operasional maskapai. Ini adalah kontribusi nyata kami dalam mendukung mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran,” ujar Faik Fahmi sebagaimana dikutip INIKEPRI.COM, pada Selasa (4/3/2025).

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Diprediksi Cuma Rp 116 Juta/Koin

Detail Penurunan Tarif

Penurunan tarif PJP2U berlaku di 37 bandara InJourney Airports untuk penumpang yang membeli tiket penerbangan domestik kelas ekonomi dan penerbangan ekstra (extra flight) selama periode 1 Maret – 7 April 2025, dengan keberangkatan pada 24 Maret – 7 April 2025.

Sebagai informasi, PJP2U atau dikenal sebagai Passenger Service Charge (PSC) merupakan tarif atas pelayanan di bandara yang sudah termasuk dalam harga tiket pesawat. Dengan adanya kebijakan ini, harga tiket penerbangan domestik akan lebih terjangkau bagi masyarakat.

Selain itu, InJourney Airports juga menurunkan tarif PJP4U sebesar 50 persen bagi maskapai penerbangan domestik pada periode 24 Maret – 7 April 2025. Langkah ini dilakukan untuk mendukung operasional maskapai selama masa angkutan Lebaran.

BACA JUGA:  Mantap! Cadangan Devisa Mampu Menjaga Stabilitas Makroekonomi

“Penurunan tarif PJP4U ini merupakan bagian dari upaya sinergi dalam ekosistem penerbangan, di mana semua pihak berkolaborasi demi pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tambah Faik Fahmi.

Bandara Siaga 24 Jam Selama Angkutan Lebaran

Sejalan dengan penurunan harga tiket pesawat, jumlah pergerakan penumpang diperkirakan mengalami peningkatan. Oleh karena itu, InJourney Airports pada periode angkutan Lebaran 2025 juga menyiagakan operasional bandara selama 24 jam menyesuaikan kebutuhan dan memperhatikan permintaan penerbangan dari maskapai.

Sejumlah bandara yang dipastikan beroperasi penuh 24 jam meliputi:
Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang)
Bandara I Gusti Ngurah Rai (Bali)
Bandara Kualanamu (Deli Serdang)
Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta)
Bandara Hang Nadim (Batam)
Bandara Sultan Hasanuddin (Makassar)
Bandara Sam Ratulangi (Manado)

BACA JUGA:  Akselerasi Ekonomi, bank bjb Terlibat dalam Kredit Sindikasi Pembangunan Pabrik Pusri IIIB 

Langkah ini diharapkan dapat mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran 2025, sekaligus meningkatkan kenyamanan serta aksesibilitas bagi para penumpang.

Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan harga tiket pesawat akan lebih terjangkau, mobilitas masyarakat meningkat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata sesuai dengan visi Asta Cita pemerintahan Prabowo-Gibran. Bagi masyarakat yang berencana mudik, kini perjalanan udara menjadi lebih hemat dan nyaman!

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

Pertamina Hulu Energi Targetkan Pengeboran Eksplorasi East Natuna Semester II 2026
Warga Batam Bisa Bernapas Lega! Amsakar–Li Claudia Bebaskan PBB hingga 100 Persen, Simak Syaratnya
Batam Siapkan 64 Koperasi Merah Putih, Lima Titik Sudah Berdiri dan Siap Beroperasi: Ada yang Sudah Jual Sembako, LPG hingga Obat
Zarubezhneft Pastikan Lanjutkan Pengembangan Blok Tuna di Laut Natuna, Proyek Dimulai Juni 2026
Batam Tak Terbendung! Rp17,4 Triliun Mengalir dalam Tiga Bulan Pertama 2026, PMDN Melonjak 216 Persen
BP Batam Matangkan Proyek SWRO di Kabil dan Nongsa Digital Park, Air Laut Siap Disulap Jadi Penopang Industri
Investasi India di Batam Terus Melaju, Tembus Rp 258,6 Miliar
BI Catat Pertumbuhan 7,04 Persen: Ekonomi Kepri Tumbuh Tertinggi di Sumatera, Ditopang Industri dan Migas

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:26 WIB

Pertamina Hulu Energi Targetkan Pengeboran Eksplorasi East Natuna Semester II 2026

Jumat, 22 Mei 2026 - 06:53 WIB

Warga Batam Bisa Bernapas Lega! Amsakar–Li Claudia Bebaskan PBB hingga 100 Persen, Simak Syaratnya

Rabu, 20 Mei 2026 - 11:11 WIB

Batam Siapkan 64 Koperasi Merah Putih, Lima Titik Sudah Berdiri dan Siap Beroperasi: Ada yang Sudah Jual Sembako, LPG hingga Obat

Sabtu, 16 Mei 2026 - 10:39 WIB

Zarubezhneft Pastikan Lanjutkan Pengembangan Blok Tuna di Laut Natuna, Proyek Dimulai Juni 2026

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:29 WIB

Batam Tak Terbendung! Rp17,4 Triliun Mengalir dalam Tiga Bulan Pertama 2026, PMDN Melonjak 216 Persen

Berita Terbaru