Kak Aam “Sabarmen”, Sang Pendongeng yang Menyulam Nilai Lewat Cerita

- Publisher

Kamis, 17 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Amrie Poerbha Yogya Sayektie, penyuluh agama Islam non-ASN yang lebih dikenal dengan nama panggungnya: Kak Aam “Sabarmen”. Foto: INIKEPRI.COM

Amrie Poerbha Yogya Sayektie, penyuluh agama Islam non-ASN yang lebih dikenal dengan nama panggungnya: Kak Aam “Sabarmen”. Foto: INIKEPRI.COM

INIKEPRI.COM – Di tengah gegap gempita era digital, saat layar ponsel lebih akrab dari halaman buku, ada satu profesi yang tetap hidup dan bukan sekadar bertahan, tapi memberi makna.

Dialah juru kisah, pendongeng. Sosok klasik yang mungkin terdengar seperti potongan dari masa lalu, namun nyatanya, mereka tetap menjadi pelita di tengah zaman yang cepat dan sering kali hampa makna.

Salah satu wajah inspiratif dari profesi ini adalah Amrie Poerbha Yogya Sayektie, penyuluh agama Islam non-ASN yang lebih dikenal dengan nama panggungnya: Kak Aam “Sabarmen”.

Dengan logat Melayu yang kental dan ekspresi wajah yang penuh warna, ia menjelma menjadi jembatan antara cerita masa silam dan nilai-nilai yang kekal sepanjang zaman.

BACA JUGA:  Gubernur Ansar Serahkan SK Untuk 703 Orang PPPK Tenaga Guru

“Bercerita itu ibarat menanam benih nilai dalam hati pendengarnya. Cerita bisa hidup di hati siapa saja, dari anak-anak hingga orang tua,” ujar Kak Aam, sembari tersenyum ramah.

Dongeng yang Bersuara dan Bergerak

Tak seperti dongeng tempo dulu yang hanya mengandalkan suara, Kak Aam membawa cerita menjadi pertunjukan kecil yang hidup. Ia melibatkan tubuh, mimik, bahkan tawa—menciptakan suasana yang membuat pendengarnya larut, seolah-olah mereka hadir di dalam kisah itu sendiri. Tokoh-tokoh ciptaannya muncul dengan gaya khas, penuh daya tarik dan pesan mendalam.

BACA JUGA:  Tanjungpinang Jadi Kota Pertama di Kepri Berhasil Turun ke PPKM Level I

Dari sekolah hingga pesantren, dari majelis hingga ruang publik, Kak Aam hadir membawa cerita. Tak berhenti di panggung nyata, ia juga aktif mendongeng di media sosial, menjangkau telinga-telinga yang jauh, bahkan hingga lintas negara.

Sabarmen: Sabar dan Menenangkan

Julukan “Sabarmen” bukan sekadar nama panggung. Bagi Kak Aam, mendongeng adalah terapi—sarana untuk menenangkan, menumbuhkan harapan, dan mengajarkan keberanian menghadapi hidup.

“Cerita itu menenangkan jiwa. Ia mengajarkan sabar, harapan, dan keberanian menjalani hidup,” tuturnya penuh keyakinan.

Setiap cerita yang dibawakannya tidak hanya memikat, tetapi menyelipkan nilai-nilai Islami yang universal: tentang kebaikan, kasih sayang, hormat pada orang tua, hingga teladan akhlak Rasulullah. Ia tak hanya mendongeng untuk anak-anak, tapi juga menjangkau remaja dan dewasa—dengan kisah yang membumi, relevan, dan menyentuh.

BACA JUGA:  Dinkes Tanjungpinang Beri Pemahaman Tentang Obat kepada Pelajar dan Mahasiswa

Profesi yang Tak Lekang oleh Zaman

Dalam era digital yang serba instan, juru kisah mungkin tampak seperti relik masa lalu. Namun Kak Aam membuktikan sebaliknya: bahwa dengan kreativitas, hati yang tulus, dan keberanian beradaptasi, profesi ini justru menjadi sarana strategis dalam pendidikan karakter dan dakwah.

“Selama manusia masih mencintai cerita, juru kisah akan tetap ada,” ujarnya, menutup percakapan dengan senyum khas yang membuat siapa pun merasa damai.

Penulis : RP

Editor : IZ

Berita Terkait

Perayaan 311 Tahun Nguan Thian Sian Tih Senggarang, Simbol Harmoni Budaya di Tanjungpinang
Temui Mitra Gojek, Lis Darmansyah Dorong Ojol Tanjungpinang Punya Usaha Sampingan
Siap Harumkan Nama Sekolah, Tiga Pesilat MTsN Tanjungpinang Tempur di Seleksi POPDA
Museum Tugu Bahasa di Pulau Penyengat Diproyeksi Jadi Magnet Wisata Sejarah
Mulai 10 April, ASN Tanjungpinang WFH Setiap Jumat
Jelang Peresmian PSC 119, Dinkes Tanjungpinang Gelar Donor Darah dan Khitanan Gratis
Puskesmas Tanjungpinang Barat Segera Jalin Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan
Tanpa Jeda, Penyaluran Air Bersih di Tanjungpinang Capai 711 Ton

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 14:50 WIB

Perayaan 311 Tahun Nguan Thian Sian Tih Senggarang, Simbol Harmoni Budaya di Tanjungpinang

Senin, 13 April 2026 - 06:15 WIB

Temui Mitra Gojek, Lis Darmansyah Dorong Ojol Tanjungpinang Punya Usaha Sampingan

Minggu, 12 April 2026 - 08:52 WIB

Siap Harumkan Nama Sekolah, Tiga Pesilat MTsN Tanjungpinang Tempur di Seleksi POPDA

Sabtu, 11 April 2026 - 07:48 WIB

Museum Tugu Bahasa di Pulau Penyengat Diproyeksi Jadi Magnet Wisata Sejarah

Rabu, 8 April 2026 - 11:52 WIB

Mulai 10 April, ASN Tanjungpinang WFH Setiap Jumat

Berita Terbaru