Gebyakan Itu Bukan Sekadar Awal, Tapi Nafas Pertama Sebuah Jiwa Budaya

- Publisher

Kamis, 15 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gentayu Langgeng Sastro Budoyo. Foto: INIKEPRI.COM

Gentayu Langgeng Sastro Budoyo. Foto: INIKEPRI.COM

INIKEPRI.COM – Derap kaki menghentak bumi. Genta berbunyi menembus langit malam. Di tengah udara yang hangat dan lampu-lampu temaram, kesenian kuda lumping tiba-tiba menggetarkan tanah Batam bumi Melayu. Sebuah awal yang agung dibuka di fasilitas umum Perumahan Villa Pesona Asri, Batam Center, Kota Batam, pada Selasa malam, 13 Mei 2025.

Adalah Gentayu Langgeng Sastro Budoyo yang membawa cahaya ini dalam sebuah Gebyakan—penampilan perdana yang lebih dari sekadar tontonan. Ia adalah pernyataan, bahwa warisan budaya masih hidup, masih bernyawa, dan masih menunggu untuk didengarkan.

“Gebyakan ini adalah merupakan upacara kelahiran. Dalam setiap hentakan kaki para penari dan dalam setiap helaan nafas para bopo, mengalir darah para leluhur yang seolah kembali menari bersama mereka. Gentayu Langgeng Sastro Budoyo berhasil menghadirkan kesenian asli dari Jawa Timur di jantung Kota Batam, Kepulauan Riau, di mana merupakan tanah rantau bagi para pengurus dan anggotanya,” kata Indrawati Sugiatiningsih S, M.M, M.Pd, selaku pembina.

BACA JUGA:  Rudi Cuti, Wakil Kepala Ditunjuk sebagai Pelaksana Harian BP Batam

Sementara itu, Riyanto, ketua paguyuban ini, menyebut tujuan utama pagelaran ini adalah memperkenalkan kehadiran Paguyuban Seni Kuda Lumping dan Jaranan Gentayu Langgeng Sastro Budoyo dan sekaligus nguri-uri budaya.

“Agar tidak punah dan anak cucu di perantauan tetap tau kesenian dari daerah asal orang tua dan leluhur mereka. Serta memperkenalkan dan menanamkan kembali warisan budaya kepada masyarakat, agar tak tercerabut dari akarnya,” kata dia, didampingi Mugi Prianto selaku pembina.

BACA JUGA:  Kadinkes Batam : Jangan Lengah, Positif Covid Juga Bisa Tanpa Gejala

Acara ini semakin terasa istimewa dengan prosesi potong tumpeng yang dilakukan oleh Kasubdit 1 Ditintelkam Polda Kepri, Kompol Drs. Joko Priyanto, S.Sos. Beliau tak sekadar memotong nasi kerucut itu, tetapi ikut meresmikan harapan—bahwa budaya bisa dijaga bersama, oleh masyarakat dan negara.

Gentayu Langgeng Sastro Budoyo. Foto: INIKEPRI.COM

Suara penonton menjadi saksi keagungan malam itu

“Saya merinding,” ujar Lestari (37), seorang ibu rumah tangga yang hadir bersama dua anaknya. “Anak-anak saya belum pernah lihat kuda lumping sebelumnya, dan mereka sangat terkesima. Ini luar biasa. Semoga tidak berhenti di sini.”

BACA JUGA:  Ada Semangat Fastabiqul Khairat dalam Azzam Marlin Wujudkan Kepri Makmur

Junaidi (45), guru seni di sebuah sekolah negeri, berkata lirih, “Yang membuat saya terharu bukan hanya pertunjukannya, tapi semangat para penarinya yang sebagian besar masih muda. Mereka menjiwai. Ini bukan sekadar hiburan, ini adalah pendidikan karakter dan nilai.”

Rahmad (28), yang datang dari Sagulung sampai merinding dan meneteskan air mata melihat penampilan perdana GENTAYU, dia menuturkan bahwa selama di Batam belum pernah melihat dan menyaksikan penampilan seatraktif ini. Hentakan kaki penari dan pukulan kendang luar biasa sampai terasa ke hati, ujarnya.

Penulis : IZ

Berita Terkait

Maulid Nabi di Piayu Dipadati Ribuan Warga, Amsakar Tekankan Keteladanan Rasulullah
BP Batam Tesmi Tutup Batam Prime International Football Series 2026
Pemko Batam Pastikan KSP Pasar Induk Jodoh Tetap Berjalan, Amsakar: Kontrak Jadi Dasar
Amsakar Dorong Penataan Kampung Tua, Pengamanan Aset Rp12,8 Triliun dan Pembenahan Pajak
Dari Standar hingga Pengaduan, PTSP BP Batam Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik
Pesawat Batik Air Jakarta-Jambi Gagal Mendarat, Dialihkan ke Batam akibat Kabut Asap
Amsakar Hadiri HUT RI ke-81 di Bulang, Lomba Sampan hingga Ketinting Semarakkan Pulau Buluh
Amsakar Dorong Mahasiswa Baru UIB Kenali Potensi Diri dan Siap Hadapi Perubahan Zaman

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 06:04 WIB

Maulid Nabi di Piayu Dipadati Ribuan Warga, Amsakar Tekankan Keteladanan Rasulullah

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:25 WIB

BP Batam Tesmi Tutup Batam Prime International Football Series 2026

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:16 WIB

Amsakar Dorong Penataan Kampung Tua, Pengamanan Aset Rp12,8 Triliun dan Pembenahan Pajak

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:48 WIB

Dari Standar hingga Pengaduan, PTSP BP Batam Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:06 WIB

Pesawat Batik Air Jakarta-Jambi Gagal Mendarat, Dialihkan ke Batam akibat Kabut Asap

Berita Terbaru