INIKEPRI.COM – Embarkasi Batam (BTH) resmi menutup fase pertama pemberangkatan jemaah calon haji (JCH) dengan pelepasan Kloter 14 pada Kamis, 15 Mei 2025. Sebanyak 445 jemaah asal Provinsi Jambi mengangkasa dari Bandara Internasional Hang Nadim, menjemput panggilan suci di Tanah Haramain.
Kloter ini terdiri dari 234 jemaah asal Kota Jambi, 125 jemaah dari Kabupaten Tanjung Jabung Timur, 63 dari Kota Sungai Penuh, dan 17 dari Kabupaten Kerinci. Turut serta pula 2 petugas haji daerah (PHD) dan 4 petugas kloter yang akan mendampingi perjalanan suci ini.
Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Batam, Zoztafia, saat menyambut jemaah di ruang tunggu Bandara Hang Nadim, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran keberangkatan seluruh jemaah asal Jambi—yang tergabung dalam kloter 13 hingga 24 dari total 27 kloter.
“Alhamdulillah, seluruh layanan telah kami berikan sejak jemaah berada di Asrama Haji Kota Baru Jambi. Setibanya di sini, mereka disambut dengan penuh perhatian oleh segenap panitia: Angkasa Pura, pihak Saudi Airlines, panitia daerah Provinsi Jambi, hingga PPIH Embarkasi Batam,” ujarnya penuh haru.
Zoztafia menambahkan bahwa tidak ada jemaah yang diinapkan lagi di Batam. Seluruh proses layanan terintegrasi telah diselesaikan sejak dari Jambi. Ia juga meminta jemaah untuk tetap tenang selama menunggu waktu keberangkatan.
“Insyaallah, pesawat akan mengudara pukul 18.25 WIB. Waktu tunggu ini memang panjang, tapi merupakan bagian dari prosedur—minimal enam jam sebelum keberangkatan. Pemerintah ingin memastikan tak ada satu pun jemaah yang tertinggal,” katanya.
Di hadapan ratusan jemaah yang berselimut harap dan doa, Zoztafia menegaskan pentingnya menjaga barang-barang penting selama perjalanan, terutama tas kecil berisi dokumen yang digantung di leher.
“Tas itu adalah teman setia hingga kembali ke tanah air. Di dalamnya ada paspor, visa, kartu kesehatan—jangan diisi banyak barang agar tetap ringan. Fokus pada yang penting,” pesannya, disambut anggukan para jemaah.
Tak lupa, ia juga mengingatkan agar gelang identitas yang melingkar di pergelangan tangan tak dilepas selama di Tanah Suci.
“Itu bukan sekadar gelang. Itu penanda, pelindung identitas. Bila tersesat, gelang itulah yang akan membawa bapak dan ibu kembali ke rombongan,” ujarnya dengan nada tegas namun lembut.
Menjelang keberangkatan, Zoztafia yang akrab disapa Bang Yos, juga memberi pesan agar jemaah menikmati perjalanan panjang sembilan jam menuju Madinah dengan tenang, santai, dan penuh zikir.
“Pesawatnya besar, tiga kali lipat dari pesawat biasa. Nikmati setiap detiknya. Gunakan waktu untuk berbincang, berzikir, dan menguatkan niat,” tuturnya.
Menutup pesannya, Zoztafia menitipkan harapan agar jemaah menjaga kesehatan, mengutamakan ibadah wajib di atas yang sunnah, serta menjadi tamu Allah yang santun, mewakili Indonesia dengan akhlak terbaik.
Penulis : DI
Editor : IZ

















