INIKEPRI.COM — Banjir bukan sekadar soal genangan air. Ia adalah cermin dari cara kita mengelola kota, mencintai lingkungan, dan berperan dalam perubahan. Di Batam, permasalahan banjir kini mendapat perhatian serius.
Di bawah kepemimpinan Wali Kota Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra, penanganan banjir masuk dalam 15 program prioritas Pemerintah Kota Batam.
Banjir Tak Bisa Diatasi Sendiri
Langkah nyata telah dimulai. Pemerintah menggencarkan normalisasi dan pembersihan drainase di sepanjang 33 kilometer titik rawan banjir. Pengerukan dilakukan bertahap—mulai dari kawasan Tropicana Pasir Putih hingga belakang Hotel Sahid. Alat berat diturunkan, petugas bekerja siang dan malam. Namun, pekerjaan ini tak akan berhasil jika hanya dilakukan oleh pemerintah.
“Kami ingin masyarakat merasakan perubahan nyata, terutama saat musim hujan. Maka dari itu, kerja teknis di lapangan terus kami pacu,” ujar Wali Kota Amsakar, Senin (26/5/2025).

Penting diingat: sebanyak apa pun alat berat yang dikerahkan, akan sia-sia jika masih ada warga yang membuang sampah sembarangan ke saluran air. Banjir bukan hanya urusan pemerintah—ini tanggung jawab kita semua.
Solusi Jangka Panjang dan Komitmen Bersama
Pemerintah juga tengah merancang solusi jangka panjang: pembangunan sistem drainase baru, pengadaan pompa mobile, serta sinkronisasi kebijakan lintas sektor. Semua ini untuk memastikan ruang drainase tidak disalahgunakan dan lingkungan tetap terjaga.
“Upaya dan kerja keras ini bukan semata memperbaiki infrastruktur, tetapi juga demi keselamatan dan kenyamanan warga Batam yang saya cinta,” kata Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra.

Saatnya Kita Bergerak
Banjir bukan takdir. Ia bisa dicegah—asal kita mau bergerak. Mulai dari hal kecil:
- Jangan buang sampah ke selokan
- Ikut kerja bakti lingkungan
- Laporkan titik rawan banjir kepada pemerintah
Batam adalah rumah kita. Kalau kita ingin bebas dari banjir, maka mari kita jaga bersama. Jangan tunggu air datang hingga lutut baru kita sadar.
Kota ini milik kita. Mari kita rawat bersama. Batam bisa bangkit—asal kita peduli.
Penulis : IZ

















