INIKEPRI.COM – Meski hari ulang tahunnya telah berlalu beberapa hari, gema apresiasi untuk Bu Li Claudia belum juga surut. Bukan tanpa alasan, sebab sosok yang satu ini bukan hanya dikenal lewat jabatannya, tetapi melalui jejak-jejak kerja sunyi yang membentuk fondasi penting bagi kemajuan Batam.
Perempuan yang disebut banyak pihak sebagai “ibu kota” dalam arti harfiah dan simbolik ini terus menjadi teladan dalam pengabdian. Dalam rutinitas yang nyaris tanpa jeda, ia menjahit harapan dan membungkus lelah dengan cinta: cinta pada kota, cinta pada rakyat.
Sebagai bentuk penghormatan, seorang sastrawan dan budayawan asal Batam, Samson Rambah Pasir, mempersembahkan sebuah puisi berjudul “Kado Ultah untuk Bu Li”.
Bukan sekadar ucapan selamat, melainkan doa panjang yang dituangkan dalam larik-larik kata, sebagai hadiah batin untuk pemimpin yang tak henti bergerak di tengah tantangan zaman.
Berikut puisinya:
Kado Ultah untuk Bu Li
Oleh: Samson Rambah Pasir
Di teduh lembayung juangmu tak pernah surut,
Di panas terik, juangmu bahkan kian menyala.
Bu Li Claudia,
Semangatmu bagai baja, pantang menyerah menggapai cita.
Malam dan siang bagimu sama saja,
Merentang juang tak kenal lelah
Membangun Batam.
Energimu bersumber dari mata air dan cinta,
Mewujudkan Batam bandar madani,
Bandar maju dan terbilang,
Masyarakat sejahtera serta bahagia.
Bu Li Claudia:
Selamat hari jadi, teruslah mengabdi.
Selamat hari lahir, teruslah mengalir.
Batam tersenyum melihatmu,
Yang kian anggun di hari ulang tahun.
Tentang Penulis:
Samson Rambah Pasir adalah sastrawan dan budayawan nasional yang tinggal dan berkarya di Batam.

Ia aktif menulis puisi, esai budaya, serta kritik sosial dengan sentuhan khas Melayu. Karya-karyanya kerap menghiasi forum sastra dan ruang-ruang budaya nasional.
Di luar aktivitas kesusastraan, ia juga merupakan ASN di Dinas Pendidikan Kota Batam. Lewat puisi ini, Samson ingin menyampaikan bahwa penghargaan tak harus datang dari pesta atau panggung, tapi bisa hadir dalam kata yang penuh makna.
Penulis : IZ

















