LAM Batam Serukan Pelestarian Budaya, Amsakar – Li Claudia Siap Realisasikan Satu per Satu

- Publisher

Minggu, 15 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra serta Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri Kota Batam, Dato' Wira Setia Utama YM. H. Raja Muhamad Amin, dalam acara penabalan gelar adat kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam di Istana Besar Madani, Gedung Nong Isa, Batam Center, Minggu (15/6/2025). Foto: INIKEPRI.COM

Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra serta Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri Kota Batam, Dato' Wira Setia Utama YM. H. Raja Muhamad Amin, dalam acara penabalan gelar adat kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam di Istana Besar Madani, Gedung Nong Isa, Batam Center, Minggu (15/6/2025). Foto: INIKEPRI.COM

INIKEPRI.COM – Kota Batam diharapkan tidak hanya tumbuh sebagai kawasan metropolitan bertaraf internasional, tetapi juga menjadi pusat peradaban Melayu modern yang berakar pada warisan budaya.

Pesan itu disampaikan Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri Kota Batam, Dato’ Wira Setia Utama YM. H. Raja Muhamad Amin, dalam acara penabalan gelar adat kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam di Istana Besar Madani, Gedung Nong Isa, Batam Center, Minggu (15/6/2025).

Dalam sambutannya, Raja Amin menyampaikan bahwa gelar adat yang diberikan bukanlah sekadar penghormatan simbolik, tetapi amanah besar untuk menjaga dan menghidupkan kembali ruh Melayu di Kota Batam.

Ia menekankan pentingnya pembangunan yang berkarakter dan tidak tercerabut dari akar budaya lokal.

“Kami ingin Batam menjadi Bandar Dunia Madani yang tetap berpijak di bumi Melayu. Batam ini punya roh, dan rohnya adalah Melayu. Kalau hilang jati diri, maka hilang arah,” ujar Raja Amin tegas.

BACA JUGA:  34 Tahun Berselang, Alumni Dabo Singkep Kembali Satu Meja: Guru Bangga Murid Jadi Pemimpin

LAM Kepri Kota Batam, lanjutnya, telah merumuskan sejumlah usulan konkret untuk membumikan kembali identitas Melayu, seperti:

  • Menerapkan arsitektur Melayu pada bangunan-bangunan pemerintah dan fasilitas umum.
  • Menghidupkan kembali seni, sejarah, dan mata pelajaran Muatan Lokal di sekolah-sekolah.
  • Mewajibkan penggunaan baju Melayu lengkap setiap Hari Jumat.
  • Memutar lagu-lagu Melayu di bandara, pelabuhan, mal, dan tempat layanan publik lainnya.
  • Mempercepat legalitas kampung tua di seluruh Batam, baik di wilayah mainland maupun hinterland.

“Jangan biarkan Melayu hanya menjadi slogan. Biarkan dia hidup di telinga, di mata, di langkah, dan dalam jiwa masyarakat Batam,” serunya.

Amsakar: Lagu Melayu di Bandara dan Mal? Kami Laksanakan!

Menanggapi harapan LAM, Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Dato’ Setia Amanah Amsakar Achmad, menyambut baik seluruh usulan tersebut. Ia menyatakan komitmen untuk menjadikan identitas budaya Melayu sebagai bagian utuh dari pembangunan Batam.

BACA JUGA:  Peresmian Madenpom I/6 Batam, Amsakar Sebut Stabilitas Daerah Kunci Pertumbuhan Investasi

“Soal pemutaran lagu Melayu di ruang publik seperti bandara, pelabuhan, mal, dan kantor layanan, ini sangat memungkinkan. Kami akan segera tindak lanjuti dengan SK dan koordinasi lintas sektor. Ini langkah sederhana, tapi berdampak besar secara budaya,” ujar Amsakar.

Ia juga menyebut bahwa penerapan arsitektur Melayu dalam pembangunan ke depan akan menjadi salah satu arah desain kawasan, khususnya untuk ruang publik dan bangunan milik pemerintah. Begitu pula dengan penggunaan baju Melayu setiap Jumat yang akan dimasukkan dalam kebijakan internal Pemko dan BP Batam.

Soal Kampung Tua: “Kami Petakan, Kami Lindungi, Kami Selesaikan Bertahap”

Terkait legalitas kampung tua, Amsakar menyebut ini adalah isu strategis yang tengah menjadi perhatian serius pemerintah. Ia menegaskan bahwa proses penyelesaiannya tidak bisa diseragamkan karena kompleksitas yang ada di lapangan.

BACA JUGA:  Marlin Memang Baik, Tapi Amsakar Lebih Tepat Pimpin Batam

“Jadi tidak ada satu pun yang tuntas sekaligus. Karena ada yang lahannya sudah terdistribusikan kepada pihak-pihak tertentu, bahkan beberapa berada di atas kawasan hutan lindung,” ungkapnya.

Untuk titik-titik yang bersinggungan dengan badan usaha atau memiliki kepemilikan legal lain, Amsakar memastikan bahwa pemerintah akan mencari solusi paling adil dan bijak bagi semua pihak, tanpa mengabaikan hak masyarakat adat.

Ia juga menyebut bahwa pihaknya tengah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak dan kementerian teknis lainnya untuk percepatan legalitas kampung tua secara menyeluruh.

“Kampung tua bukan sekadar status, tapi sejarah dan warisan yang harus kita hormati. Ini bagian dari prioritas kami ke depan,” tutup Amsakar.

Penulis : IZ

Berita Terkait

Muskot Akuatik Batam 2026: Donal Frans P Nahkoda Baru, Fokus pada Pembinaan dan Prestasi
BP Batam Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca, Antisipasi Dampak “El Nino” Demi Jaga Ketahanan Air Baku
Warga Tiban Terkesan, Iman Sutiawan Datang Terobos Hujan Deras Demi Cari Solusi Banjir
Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Amsakar Siapkan 64 Titik Jadi Mesin Baru Ekonomi Batam
SMPN 34 Batam Menggema di Panggung Dunia, Marching Band Gita Pratama Gemilang Sabet Juara 1 Internasional
Cuaca Batam: Minggu 17 Mei 2026! Tanpa Hujan, Tapi Awan Tebal Menutup Langit dari Pagi hingga Malam
Pemko Batam Pastikan Pembangunan Sarpras Kodaeral IV Tak Ganggu Anggaran Pendidikan
Pemko Batam Bayarkan BPJS Ketenagakerjaan untuk 6.000 Nelayan, Amsakar-Li Claudia Perkuat Jaminan Sosial Pesisir

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:35 WIB

Muskot Akuatik Batam 2026: Donal Frans P Nahkoda Baru, Fokus pada Pembinaan dan Prestasi

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:04 WIB

BP Batam Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca, Antisipasi Dampak “El Nino” Demi Jaga Ketahanan Air Baku

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:12 WIB

Warga Tiban Terkesan, Iman Sutiawan Datang Terobos Hujan Deras Demi Cari Solusi Banjir

Minggu, 17 Mei 2026 - 06:50 WIB

SMPN 34 Batam Menggema di Panggung Dunia, Marching Band Gita Pratama Gemilang Sabet Juara 1 Internasional

Minggu, 17 Mei 2026 - 06:34 WIB

Cuaca Batam: Minggu 17 Mei 2026! Tanpa Hujan, Tapi Awan Tebal Menutup Langit dari Pagi hingga Malam

Berita Terbaru