INIKEPRI.COM – Siapa yang bisa menolak gorengan? Camilan murah meriah dengan rasa gurih dan tekstur renyah ini memang jadi favorit banyak orang. Tapi di balik kelezatannya, gorengan menyimpan potensi tersembunyi yang bisa membuat berat badan melonjak dalam waktu singkat.
Pertanyaannya, benarkah makan gorengan bisa bikin gemuk? Jawabannya: ya, dan alasannya tidak sesederhana yang dibayangkan.
Kandungan Kalori Tinggi, Lemak Berlebihan
Masalah utama dari gorengan bukan pada bahan dasarnya seperti tempe, tahu, atau pisang, melainkan pada cara memasaknya. Proses deep frying atau menggoreng dengan minyak dalam jumlah besar menyebabkan bahan makanan menyerap minyak secara signifikan.
Akibatnya, kandungan kalori dalam gorengan menjadi jauh lebih tinggi dibanding makanan yang dimasak dengan cara lain. Tak hanya itu, minyak yang digunakan—apalagi jika sudah dipakai berulang kali—bisa menghasilkan lemak jenuh dan lemak trans. Dua jenis lemak ini dikenal sebagai pemicu penumpukan lemak dalam tubuh, yang berujung pada kenaikan berat badan.
Makan Banyak Tapi Tetap Lapar? Ini Penyebabnya
Gorengan juga cenderung rendah serat dan protein. Padahal, dua nutrisi ini penting untuk menciptakan rasa kenyang yang bertahan lama. Akibatnya, meski baru saja makan gorengan, tubuh bisa kembali merasa lapar dalam waktu singkat. Tanpa disadari, kamu pun makan lebih banyak, lebih sering, dan kalori pun terus bertambah.
Selain itu, konsumsi gorengan berlebihan dalam jangka panjang dapat memperlambat metabolisme. Lemak trans dan asupan kalori tinggi menghambat efisiensi tubuh dalam membakar energi, membuat sisa kalori akhirnya berubah menjadi lemak yang menumpuk.
Tips Aman Menikmati Gorengan Tanpa Takut Gemuk
Bukan berarti kamu harus langsung menghapus gorengan dari hidupmu. Tapi ada beberapa cara agar camilan ini tetap bisa dinikmati tanpa membuat jarum timbangan bergerak naik tajam:
- Batasi konsumsi, maksimal 1–2 potong per hari, dan jangan dikonsumsi setiap hari
- Pilih bahan dasar yang lebih bergizi seperti tempe, tahu, atau sayuran
- Gunakan minyak baru atau minyak nabati seperti minyak kelapa atau kanola
- Hindari gorengan yang dimasak dengan minyak bekas pakai berulang
- Seimbangkan dengan makanan bergizi dan olahraga rutin
Gorengan memang lezat, tapi bisa jadi penyumbang terbesar naiknya berat badan jika tidak dikonsumsi dengan bijak. Kunci utamanya adalah pengendalian porsi, pemilihan bahan, dan pola hidup yang seimbang.
Jadi, jika kamu termasuk pecinta gorengan, tetap bisa menikmati tanpa rasa bersalah. Asal tahu batasnya.
Penulis : DI
Editor : IZ

















