INIKEPRI.COM – Rangkaian kegiatan Maghrib Keliling kembali dilaksanakan di Kecamatan Subi. Kali ini, giliran Masjid Al-Jannah Desa Subi Besar yang menjadi tuan rumah pada Rabu malam (27/8/2025).
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Natuna, H. Subadi, jajaran pegawai KUA Subi, tokoh masyarakat, serta masyarakat setempat yang antusias mengikuti kegiatan.
Kegiatan diawali dengan salat Maghrib berjamaah bersama jamaah masjid. Turut hadir sejak awal Kepala Desa Subi Besar, yang ikut mendampingi warga melaksanakan ibadah berjamaah. Suasana khusyuk terasa ketika jamaah memenuhi saf masjid, menandai kuatnya semangat kebersamaan dan ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat Subi.
Usai salat Maghrib, Kepala Kantor Kemenag Natuna, H. Subadi, menyampaikan tausiyah dengan tema pentingnya pengukuran tanah wakaf. Dalam penjelasannya, Subadi menekankan bahwa wakaf merupakan amanah umat yang harus dijaga, sehingga perlu ada pencatatan dan pengukuran yang jelas agar aset wakaf benar-benar terjamin kebermanfaatannya.
“Pengukuran tanah wakaf bukan hanya urusan administratif, tetapi bagian dari upaya menjaga amanah umat. Dengan adanya kepastian hukum, tanah wakaf tidak mudah diperselisihkan dan manfaatnya dapat terus dirasakan oleh generasi mendatang,” jelas H. Subadi di hadapan jamaah.
Ia juga menambahkan bahwa Kementerian Agama berkomitmen untuk hadir langsung di lapangan guna memastikan proses pengukuran tanah wakaf berjalan baik dan sesuai aturan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola aset wakaf secara lebih tertib.
Menjelang waktu salat Isya, hadir pula Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Mustamin Bakri. Meski tidak sempat mengikuti salat Maghrib berjamaah, Mustamin ikut melaksanakan salat Isya bersama jamaah. Kehadiran Mustamin menjadi bentuk dukungan dari unsur legislatif terhadap kegiatan keagamaan di daerah, sekaligus mempererat hubungan antara masyarakat dengan wakil rakyatnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan salat Isya berjamaah yang diikuti oleh seluruh jamaah dan para tokoh yang hadir. Kehadiran masyarakat dalam jumlah besar semakin menegaskan bahwa kegiatan Maghrib Keliling menjadi salah satu program yang ditunggu-tunggu, karena mampu memperkuat ikatan kebersamaan antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan bincang santai bersama jamaah. Dalam suasana penuh keakraban, masyarakat dapat berinteraksi langsung dengan Kepala Kemenag Natuna, aparat desa, hingga anggota DPRD, membicarakan seputar pengelolaan masjid, tanah wakaf, serta upaya meningkatkan kualitas layanan keagamaan di Kecamatan Subi.
Melalui kegiatan ini, Maghrib Keliling tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga media edukasi bagi masyarakat dalam memahami pentingnya pengelolaan wakaf dan penguatan peran masjid sebagai pusat pembinaan umat.
Penulis : RP
Editor : IZ

















