INIKEPRI.COM – Banyak orang percaya bahwa segelas air hangat di pagi hari bisa membantu tubuh terasa lebih segar dan menenangkan sistem pencernaan. Namun, di balik manfaatnya yang sederhana, ternyata ada cara dan aturan penting agar kebiasaan ini benar-benar membawa kebaikan, bukan malah risiko kesehatan.
Menurut penjelasan dari laman Alodokter.com, minum air hangat dapat mendukung sirkulasi darah, membantu pencernaan, serta menjaga keseimbangan suhu tubuh. Hanya saja, jika suhu air terlalu panas atau cara meminumnya salah, efek yang ditimbulkan bisa berbalik menjadi bahaya.
“Air hangat memang baik untuk tubuh, tapi pastikan suhunya tidak berlebihan. Air yang terlalu panas bisa menyebabkan iritasi atau luka bakar di rongga mulut dan tenggorokan,” demikian disampaikan dalam penjelasan di laman kesehatan tersebut.
1. Pastikan Suhu Air Tidak Terlalu Panas
Sebelum meneguk air hangat, pastikan suhu air berada pada kisaran 50–60°C. Pada suhu ini, air terasa hangat dan nyaman tanpa menimbulkan rasa perih di mulut. Sebaliknya, jika suhunya melebihi 65°C, air bisa membakar lapisan halus di lidah dan tenggorokan.
Agar aman, biarkan air yang baru mendidih dingin selama 5–10 menit sebelum diminum. Jika tidak memiliki termometer, cukup cicipi sedikit dengan ujung lidah atau punggung tangan. Jika terasa nyaman, baru diminum perlahan.
2. Minum Secara Perlahan dan Sadari Sensasinya
Kebanyakan orang meneguk air hangat dengan cepat karena dianggap sepele. Padahal, kebiasaan ini justru bisa membuat tenggorokan terkejut dengan suhu tinggi. Cara terbaik adalah menyesap perlahan, sambil memberi waktu bagi tubuh untuk menyesuaikan diri dengan suhu air.
Selain aman, cara ini juga membantu tubuh lebih rileks. Banyak ahli menyebut bahwa ritual minum air hangat perlahan di pagi hari dapat membantu menurunkan ketegangan otot dan menenangkan pikiran sebelum beraktivitas.
3. Pilih Wadah yang Tepat
Tidak semua wadah cocok untuk air hangat. Gunakan gelas keramik, kaca tahan panas, atau stainless steel agar suhu air tetap stabil dan tidak bereaksi dengan bahan wadah. Hindari gelas plastik atau wadah tipis karena bisa melepaskan zat kimia berbahaya saat terkena panas.
Selain itu, hindari menuang air mendidih langsung ke wadah kaca biasa, karena perbedaan suhu bisa menyebabkan kaca pecah tiba-tiba dan membahayakan.
4. Tambahkan Sentuhan Alami
Agar tidak monoton, kamu bisa menambahkan bahan alami seperti madu, lemon, atau irisan jahe.
Madu membantu meredakan tenggorokan yang kering.
Lemon memberikan sensasi segar dan menambah vitamin C.
Jahe memberi efek hangat lebih lama dan membantu pencernaan.
Namun, ingat untuk tidak menambahkan madu ketika air masih terlalu panas, karena suhu tinggi dapat merusak enzim alami yang terkandung dalam madu.
5. Hindari Minum Tepat Setelah Makan
Kebiasaan ini sering tidak disadari. Setelah makan makanan panas atau pedas, banyak orang langsung minum air hangat untuk “menetralkan” rasa. Padahal, cara ini bisa membuat lambung terasa perih atau mual, terutama bagi penderita maag dan GERD.
Berilah jeda waktu sekitar 10–15 menit setelah makan agar suhu tubuh dan pencernaan kembali stabil sebelum minum air hangat.
6. Perhatikan Kondisi Tubuh
Meski terlihat aman, tidak semua orang cocok dengan kebiasaan ini. Mereka yang memiliki asam lambung tinggi, maag, atau gangguan tenggorokan sebaiknya berkonsultasi lebih dulu dengan dokter. Dalam beberapa kasus, air hangat justru bisa memicu rasa tidak nyaman di dada atau tenggorokan.
Minum air hangat memang sederhana, tapi cara melakukannya menentukan manfaat yang didapatkan. Dengan memperhatikan suhu, waktu, dan cara minum, kebiasaan ini bisa menjadi bagian dari rutinitas sehat harian.
Air hangat bukan sekadar pelepas dahaga — ia bisa menjadi “ritual kecil” yang membawa ketenangan dan menjaga keseimbangan tubuh, selama dilakukan dengan benar.
Penulis : DI
Editor : IZ

















