INIKEPRI.COM — Di tengah riuh dinamika dunia kerja dan geliat aspirasi buruh, Kota Batam justru menorehkan capaian gemilang.
Hingga triwulan III tahun 2025, realisasi investasi di bawah kepemimpinan Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra menembus angka Rp33,66 triliun, atau 91 persen dari target tahunan Rp36,9 triliun.
Kinerja ini melesat 74,94 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang tercatat Rp19,24 triliun. Lonjakan tersebut tak hanya mencerminkan daya tarik Batam bagi investor, tetapi juga menunjukkan stabilitas sosial dan ekonomi yang terjaga di tengah tekanan global.
Amsakar menilai capaian ini bukan semata deretan angka, melainkan hasil kerja kolektif semua pihak—pemerintah, pelaku usaha, dan para pekerja—yang bersama-sama menjaga iklim kota tetap kondusif.
“Pertumbuhan ekonomi Batam menunjukkan tren positif. Inflasi terkendali, daya beli meningkat, dan investasi terus tumbuh. Ini semua tidak lepas dari peran para pekerja yang menjaga stabilitas dan produktivitas,” ujar Amsakar.
Lima sektor tercatat menjadi penggerak utama investasi di Batam.
Sektor jasa lainnya memimpin dengan nilai Rp7,09 triliun (30,52 persen), diikuti listrik, air, dan gas sebesar Rp5,12 triliun (22,06 persen).
Sektor industri mesin, elektronik, dan instrumen kedokteran juga mencatat kontribusi kuat Rp4,57 triliun (19,69 persen), sementara perumahan, kawasan industri, dan perkantoran mencapai Rp3,39 triliun (14,59 persen), serta perdagangan dan reparasi sebesar Rp3,05 triliun (13,14 persen).
Tak berhenti pada angka investasi, manfaat langsungnya pun mulai terasa. Selama periode Juli–September 2025, sebanyak 51.939 orang terserap di berbagai sektor industri, memperlihatkan bahwa pertumbuhan ekonomi Batam benar-benar berdampak pada kesejahteraan warga.
“Kondusivitas harus kita jaga bersama. Batam adalah rumah kita. Iklim kerja yang aman dan harmonis adalah modal utama menarik investasi baru,” tegas Amsakar.
Ia menambahkan, pemerintah kota terus meneguhkan pendekatan kolaboratif dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Kinerja ekonomi yang baik bukan kebetulan, tapi hasil kerja bersama. Tugas kami memastikan pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan kesejahteraan warga Batam,” tutupnya.
Dengan fondasi stabilitas yang kuat dan sinergi sosial yang terpelihara, Batam menatap masa depan sebagai kota industri modern yang tak hanya produktif, tetapi juga berperikemanusiaan.
Penulis : RBP
Editor : IZ

















