INIKEPRI.COM – Para ulama dan pendahulu telah memberikan teladan untuk generasi berikutnya agar bisa meraih rida dan kemuliaan di sisi Allah.
Hal ini terbukti dengan lahirnya ahli mujahadah, muhasabah, dan ulul azmi yang menjadi panutan umat Islam.
Menurut Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, ahli mujahadah, muhasabah, dan ulul azmi ini bisa mendapatkan kemulian di sisi Allah karena mereka menapaki 10 jalan untuk meraihnya. Hal ini sebagaimana ia ungkapkan dalam kitab Al-Ghunyah li Thâlibi Tharîqil Ḫaq [Beirut: Darul Kutub Ilmiyah, 1997] Juz II, halaman 314-316, sebagaimana berikut:
1. Tidak Mudah Bersumpah
Mudahnya lisan mengucapkan sumpah “Demi Allah” termasuk perbuatan tidak baik meskipun pernyataan yang disampaikan itu benar apalagi salah, sengaja apalagi tidak sengaja. Ketika seseorang sudah bisa mengendalikan lisan dan tidak mudah bersumpah atas nama-Nya, niscaya cahaya Allah akan masuk dalam relung hatinya, derajatnya akan dinaikkan, serta tekad dan pandangannya dikokohkan.
2. Berkata Jujur
Seseorang yang bisa berkata jujur, baik dalam keadaan serius maupun bercanda akan dilapangkan dadanya dan dijernihkan pikirannya oleh Allah. Selanjutnya dia akan merasakan tidak mengenal dengan yang namanya dusta dalam hidupnya. Jika ada orang lain yang berbohong sebaiknya didoakan karena hal itu menjadi ladang pahala.
3. Tidak Mengumbar Janji
Sebaiknya seseorang tidak mudah mengumbar janji karena dikhawatirkan ketika waktunya tiba, terjadi sesuatu yang membuat janji tersebut tidak bisa ditunaikan. Jika seeorang sudah mampu meninggalkan janji-janjinya kepada manusia, maka Allah akan membukakan pintu kemurahaan hati dan derajat malu, serta memberi kasih sayang di tengah-tengah orang-orang jujur, serta menaikkan derajatnya di sisi Allah.
4. Tidak Mencaci Maki
Mencaci maki makhluk adalah perbuatan tercela yang bisa menyakiti orang lain. Jika seseorang sudah bisa meninggalkan caci maki, bahkan hingga kepada makhluk yang paling kecil sekalipun, maka akan dibalas oleh Allah dengan diberikan perlindungan kepadanya dari serangan makhluk di dunia dan mendapat derajat yang tinggi di sisi-Nya.
5. Berdoa yang Baik
Ketika berhadapan dengan orang zalim, sebaiknya dibalas dengan sikap yang baik, seperti memaafkannya hingga mendoakan kebaikan untuknya. Jika sudah bisa melakukan hal tersebut, Allah akan memberikan kedudukan terhormat di dunia maupun akhirat, mendapatkan kasih sayang dari seluruh makhluk dan doa-doanya akan dikabulkan.
6. Tidak Menuduh Musyrik
Seorang muslim hendaknya tidak mudah menuduh musyrik, munafik, apalagi kafir kepada sesama umat Islam. Jika hal ini sudah bisa dilakukan maka ia akan mendapatkan ridla, kasih sayang dan kedudukan mulia di sisi Allah serta akan mendapat kasih sayang dari seluruh makhluk.
7. Tidak Berpikir Maksiat
Seorang muslim hendaknya tidak pernah berpikir atau merencanakan berbuat maksiat, baik lahir maupun batin serta mencegah anggota badan untuk melakukannya. Amalan ini merupakan cara paling cepat dalam mendapatkan pahala di dunia maupun akhirat.
8. Mandiri
Menggantungkan kebutuhan hidup pada orang lain termasuk perbuatan tidak baik, oleh sebab itu hendaknya seorang muslim bisa mandiri dalam mencukupi kebutuhan hidupnya. Ini adalah sikap yang bisa menumbuhkan benih-benih kekayaan dan keyakinan pada Allah serta menjadi pintu masuk keikhlasan.
9. Qanaah
Seorang muslim hendaknya bisa qanaah atau menerima bagian yang telah ditentukan oleh Allah serta tidak menginginkan sesuatu yang ada pada orang lain. Amalan ini memiliki banyak keutamaan dan menjadi salah satu pintu keyakinan kepada Allah dan pintu zuhud yang mengantarkannya pada wara.
10. Tawadlu
Memiliki sikap tawadlu atau rendah hati akan membuat seorang muslim mendapatkan derajat, ridla dan kemuliaan di sisi Allah dan makhluk-Nya. Amalan ini menjadi fondasi ketaatan yang dilakukan oleh orang-orang saleh yang diridlai-Nya.
Itulah 10 cara meraih kemuliaan di sisi Allah yang dijelaskan oleh Syekh Abdul Qadir Jailani. Selain mendapat kemulian, orang yang bisa mengamalkannya akan mendapat ketenangan dan kedamaian dalam menjalani kehidupan ini. Wallahu a‘lam.
Penulis : DI
Editor : IZ

















