Empat Nelayan Batam Kembali ke Tanah Air Setelah Diamankan di Perairan Malaysia

- Publisher

Jumat, 14 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Empat Nelayan Batam Pulang ke Tanah Air Usai Tersesat di Perairan Malaysia. Foto: INIKEPRI.COM/Bakamla RI

Empat Nelayan Batam Pulang ke Tanah Air Usai Tersesat di Perairan Malaysia. Foto: INIKEPRI.COM/Bakamla RI

INIKEPRI.COM – Empat nelayan asal Batam akhirnya kembali ke tanah air setelah sebelumnya diamankan oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) karena tanpa sengaja melintasi batas perairan.

Proses pemulangan dilakukan secara resmi melalui kerja sama antara APMM, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru, dan Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI). Serah terima berlangsung di perairan perbatasan Indonesia–Malaysia, Kamis (13/11/2025).

Proses Penjemputan dan Serah Terima

Pemulangan diterima langsung oleh Kepala Zona Bakamla Barat Laksamana Pertama Bambang Trijanto, yang diwakili oleh Kolonel Bakamla Yudi Priyatno, selaku Kepala Bidang Operasi Zona Bakamla Barat.

BACA JUGA:  Respons Aksi “Rayap Besi”, Wakil Kepala BP Batam Cek Langsung Terowongan Pelita

Unsur yang digunakan dalam misi penjemputan adalah kapal KN. Pulau Nipah–321, yang membawa keempat nelayan berikut perahunya dengan aman ke wilayah Indonesia.

Kronologi Penangkapan

Empat nelayan yang dipulangkan berinisial AT (57), GA (26), MT (37), dan MR (34). Mereka ditangkap oleh APMM Zon Maritim Tanjung Sedili pada 7 Oktober 2025 di perairan Tanjung Kelesa, Johor.

Nelayan tersebut berlayar menggunakan perahu bermesin diesel dari Tanjung Uma, Batam menuju Pulau Bintan untuk berjualan sembako kepada kapal-kapal yang berlabuh. Karena perahu tidak dilengkapi GPS, mereka tanpa disadari melewati batas wilayah perairan Malaysia.

BACA JUGA:  Kepala BP Batam Terima Kunjungan Peserta Sespimti Polri Tahun 2026

Proses Permohonan Pemulangan

Menindaklanjuti kejadian tersebut, KJRI Johor Bahru pada 21 Oktober 2025 mengajukan permohonan resmi kepada pihak APMM untuk memulangkan nelayan ke Indonesia.

Setelah melalui proses koordinasi dan verifikasi, pada 7 November 2025 KJRI Johor Bahru menerima persetujuan pemulangan. Para nelayan ditempatkan sementara di Tempat Tinggal Sementara (TTS) KJRI sebelum proses repatriasi.

Apresiasi dan Komitmen Bakamla RI

Kolonel Bakamla Yudi Priyatno menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang baik antara semua pihak:

“Pemulangan nelayan ini menjadi bukti nyata sinergi yang kuat antara Bakamla RI, APMM, dan KJRI Johor Bahru. Kami berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama lintas batas dalam menjaga keamanan laut serta memastikan perlindungan terhadap nelayan dan masyarakat maritim Indonesia,” ujarnya.

BACA JUGA:  Bakamla RI Tangkap Kapal Ikan Vietnam di Laut Natuna

Diplomasi Kemaritiman dan Perlindungan Kemanusiaan

Kegiatan pemulangan nelayan ini merupakan bagian dari upaya diplomasi kemaritiman Bakamla RI, yang tidak hanya fokus pada patroli dan pengamanan laut, tetapi juga pada perlindungan kemanusiaan di kawasan perbatasan.

Koordinasi yang solid antara Bakamla, KJRI, dan APMM memastikan bahwa proses repatriasi berjalan aman, lancar, dan sesuai prosedur internasional, sekaligus menegaskan perlindungan terhadap nelayan Indonesia di wilayah perbatasan.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

Kaveling Laut Batam Dikembalikan ke BP Batam, Amsakar Tegaskan Tata Ruang Terintegrasi
Soroti Konten TikTok @human.activity yang Dinilai Provokatif, Relawan ASLI Datangi Tim Siber Polda Kepri
Dinilai Lampaui Batas Kritik, Relawan ASLI Siapkan Laporan terhadap Akun TikTok @human.activity
Perkuat Kepedulian terhadap Sesama, BP Batam Gelar Donor Darah dalam Rangkaian Hari Bakti ke-55
Hari Santri Nasional 2026, Sekda Batam Dorong Santri Kuasai Teknologi
DPRD Batam Setujui Ranperda Pengelolaan Sampah, Fokus pada Sistem Terpadu
BP Batam Perkuat Kompetensi Pegawai melalui Pelatihan dan Sertifikasi K3
Kritik Boleh, Provokasi Jangan: Pesan Iman Sutiawan di Tengah Polemik Blackout
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:34 WIB

Kaveling Laut Batam Dikembalikan ke BP Batam, Amsakar Tegaskan Tata Ruang Terintegrasi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Soroti Konten TikTok @human.activity yang Dinilai Provokatif, Relawan ASLI Datangi Tim Siber Polda Kepri

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:30 WIB

Dinilai Lampaui Batas Kritik, Relawan ASLI Siapkan Laporan terhadap Akun TikTok @human.activity

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Perkuat Kepedulian terhadap Sesama, BP Batam Gelar Donor Darah dalam Rangkaian Hari Bakti ke-55

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Hari Santri Nasional 2026, Sekda Batam Dorong Santri Kuasai Teknologi

Berita Terbaru