Amsakar–Li Claudia Tinjau TPA Punggur, Mantapkan Langkah Luar Biasa Atasi Krisis Sampah di Batam

- Admin

Rabu, 19 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra meninjau TPA Punggur. Foto: INIKEPRI.COM

Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra meninjau TPA Punggur. Foto: INIKEPRI.COM

INIKEPRI.COM — Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra, kembali menunjukkan gaya kepemimpinan responsifnya.

Sehari setelah menggelar rapat darurat terkait penanganan sampah, keduanya langsung turun meninjau Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Telaga Punggur, Selasa (18/11/2025).

Kunjungan lapangan ini bukan sekadar inspeksi, tetapi langkah strategis untuk memastikan seluruh solusi yang diputuskan pada rapat dapat dijalankan secara konkret di area paling krusial: titik akhir dari seluruh aliran sampah Batam.

Kapasitas TPA Kian Tertekan, Pola Lama Tak Lagi Cukup

Setiba di lokasi, Amsakar dan Li Claudia menggelar diskusi teknis bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Batam dan BP Batam. Mereka meninjau langsung kondisi lapangan, memeriksa dokumen penataan TPA, serta memetakan strategi penguatan kapasitas wilayah pembuangan akhir.

Baca Juga :  Viral di Twitter, Polda Kepri : Kami Transparan

Fakta di lapangan memang mengkhawatirkan. Data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mencatat Batam kini menghasilkan 1.185,94 ton sampah per hari atau setara 432 ribu ton per tahun—angka yang terus meningkat seiring pertumbuhan kota.

Dengan volume sebesar itu, Amsakar menilai pola pengelolaan yang selama ini digunakan tidak lagi memadai.

“Kita tidak bisa lagi memakai cara-cara konvensional. Saya ingin Batam bersih dalam waktu dekat. Untuk itu dibutuhkan langkah luar biasa,” tegasnya.

Langkah Cepat: Aktivasi 24 Jam dan Pembagian Shift Pengangkutan

Salah satu kebijakan besar yang langsung diterapkan adalah operasional 24 jam di TPA Punggur. Sistem baru ini membagi arus pengangkutan menjadi dua jalur:

  • Pagi–Sore: armada non-DLH
  • 18.00–06.00: armada DLH mengangkut sampah dari TPS

Skema dua shift tersebut diharapkan mempercepat pemindahan sampah dari hulu ke hilir, sehingga tumpukan tidak lagi terjadi secara berkepanjangan.

Baca Juga :  Li Claudia: Batam Siap Jadi Pusat Ekonomi Maritim Nasional

Tak hanya itu, Pemko Batam juga membentuk UPT Kebersihan di setiap wilayah, masing-masing dilengkapi insinerator berkapasitas 30–40 ton per hari. Setiap UPT bertanggung jawab mengelola sampah di tiga kecamatan.

Namun Amsakar menegaskan bahwa keberhasilan kebijakan ini bergantung pada soliditas seluruh lini.

“OPD, camat, DLH, dan pasukan kebersihan harus segera konsolidasi. Setiap titik harus berjalan efektif,” ujarnya.

Li Claudia: “Kalau hanya bicara, masalah tidak selesai”

Wakil Wali Kota Li Claudia menambahkan penekanan bahwa semua hasil rapat harus langsung diterjemahkan ke tindakan nyata.

“Kalau kita hanya bicara tanpa turun ke lapangan, masalah tidak selesai. Mulai besok semua harus bergerak,” tegasnya.

Instruksi tersebut langsung diteruskan ke OPD, kecamatan, hingga kelurahan. Sejak pagi, satgas kebersihan bergerak membersihkan titik-titik rawan, dan operasi berlanjut hingga malam hari.

Baca Juga :  Doa Kebangsaan, Amsakar Ajak Tokoh Agama Rawat Persatuan: Batam Rumah Kita, Harmoni Harus Dijaga Bersama

Basmi TPS Liar, Putus Praktik Buang Sampah Sembarangan

Sebagai bagian dari percepatan penanganan, kecamatan kini memetakan seluruh lokasi yang sering berubah menjadi TPS liar. Begitu titik ditemukan, petugas langsung membersihkannya dan memasang spanduk larangan pembuangan sampah.

Upaya ini dilakukan untuk menghentikan kebiasaan sebagian warga yang membuang sampah secara ilegal hingga memicu penumpukan baru.

Gerakan Bersama, Bukan Lagi Tugas DLH Semata

Ritme pengangkutan kini berlangsung paralel: armada kecamatan bergerak bersamaan dengan armada DLH, menyisir dari jalan protokol hingga lingkungan permukiman.

Model kerja terpadu ini menandai perubahan pendekatan Pemko Batam: penanganan sampah bukan lagi hanya tanggung jawab DLH, melainkan gerakan kolektif seluruh perangkat pemerintahan.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

Pemko Batam Perkuat Manajemen Talenta ASN, Amsakar: Penempatan Harus Berbasis Kompetensi
Tumbangkan STAIN Sultan Abdurrahman, Tim Voli Kemenag Batam Sabet Juara 1 dalam Final Dramatis
Dinilai Kebutuhan Mendasar, Ombudsman Kepri Minta Pasar Induk Jodoh Dibangun Kembali
Musrenbang Kampung Pelita, Amsakar Tekankan Pentingnya Sinergi Pemerintah dan Masyarakat
LASQI Batam di Bawah Kepemimpinan Erlita Amsakar Perkuat Sinergi Internal
BP Batam Serahkan SK Pegawai Tetap, Dorong Penguatan SDM Unggul
Amsakar Dorong Usulan Musrenbang yang Berdampak Langsung bagi Warga
Dapur SPPG di Kepri Bertambah, Dorong Percepatan Program MBG di Kawasan Pulau Terdepan

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:08 WIB

Pemko Batam Perkuat Manajemen Talenta ASN, Amsakar: Penempatan Harus Berbasis Kompetensi

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:14 WIB

Tumbangkan STAIN Sultan Abdurrahman, Tim Voli Kemenag Batam Sabet Juara 1 dalam Final Dramatis

Selasa, 13 Januari 2026 - 11:16 WIB

Dinilai Kebutuhan Mendasar, Ombudsman Kepri Minta Pasar Induk Jodoh Dibangun Kembali

Selasa, 13 Januari 2026 - 07:27 WIB

Musrenbang Kampung Pelita, Amsakar Tekankan Pentingnya Sinergi Pemerintah dan Masyarakat

Senin, 12 Januari 2026 - 21:10 WIB

LASQI Batam di Bawah Kepemimpinan Erlita Amsakar Perkuat Sinergi Internal

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB