INIKEPRI.COM – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri pertemuan dengan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, di Komplek Perumahan Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (26/11). Pertemuan yang berlangsung pada pagi hari itu juga diikuti oleh Wali Kota Sabang, Zulkifli H. Adam.
Dalam pertemuan tersebut, Amsakar menegaskan pentingnya memperkuat komunikasi antara pemerintah pusat dan daerah guna menjaga ketahanan pangan secara nasional. Menurutnya, konsistensi sinergi menjadi fondasi utama agar kontribusi pembangunan daerah semakin efektif.
“Suatu kehormatan bagi kami bisa diterima langsung oleh Pak Menteri. Semangat kita bagaimana memberikan kontribusi terbaik bagi negeri ini,” ujar Amsakar.
Ia menambahkan bahwa arah pembangunan akan semakin terarah jika hubungan kerja antara pusat dan daerah berjalan optimal.
“Merah Putih itu kata kunci yang kita tangkap pagi ini. Jika komunikasi pusat–daerah berjalan baik, InsyaAllah republik ini semakin kuat,” tegasnya.
Pertemuan ini berlangsung di tengah maraknya penyegelan beras impor ilegal di sejumlah daerah. Pada Minggu (23/11), pemerintah menyita 250 ton beras tanpa izin di Sabang. Sehari kemudian, temuan serupa terjadi di Batam dengan jumlah 40,4 ton.
Selain itu, petugas juga menemukan komoditas pangan lain tanpa dokumen resmi, di antaranya 4,5 ton gula, 2,04 ton minyak goreng, 600 kilogram tepung terigu, 900 liter susu, serta sejumlah produk konsumsi lainnya. Semua barang kini dalam proses penindakan karena melanggar kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan pelarangan impor beras.
Menanggapi kondisi tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa Kementan telah menyiapkan solusi permanen untuk penguatan sektor pertanian di Batam dan Sabang.
“Kita berdiskusi dan menghasilkan solusi permanen untuk Batam dan Sabang,” ujarnya.
Untuk Batam, Kementan memberikan dukungan pengembangan hortikultura dan jagung. Amran menilai Batam memiliki potensi besar menjadi pemasok hortikultura ke Singapura.
“Ini langkah yang benar dan sesuai arahan Presiden,” tambahnya.
Sementara itu, untuk Sabang, pemerintah pusat menyiapkan penguatan komoditas padi gogo, kelapa, dan kakao, termasuk dukungan alat mesin pertanian serta pompa air. Amran juga telah berkoordinasi dengan Menteri Kelautan dan Perikanan terkait pengembangan desa nelayan Merah Putih.
“Ini Rabu berkah. Semua permintaan dipenuhi demi rakyat Aceh dan Sabang,” ucapnya.
Penulis : IZ

















