Warisan Emosional yang Tak Disadari: Fenomena Trauma Generasional

- Publisher

Minggu, 7 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Trauma generasional merupakan luka emosional, psikologis, bahkan fisik yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Bentuknya sering kali tidak kasat mata, namun dampaknya dapat memengaruhi cara seseorang berpikir, berperilaku, hingga membangun hubungan dengan orang lain.

Fenomena ini bukan hanya muncul dari pengalaman pribadi, melainkan juga dari peristiwa besar, tekanan sosial, atau pola pengasuhan yang tidak sehat yang terjadi di masa lalu dan tidak pernah benar-benar terselesaikan.

Luka tersebut kemudian diturunkan kepada anak cucu melalui respons emosional, nilai-nilai keluarga, maupun pola interaksi sehari-hari.

BACA JUGA:  Cara Bebas dari Overthinking dan Trauma yang Membelenggu

Dalam banyak kasus, keluarga yang pernah mengalami konflik, kemiskinan ekstrem, kekerasan domestik, atau penindasan sosial, cenderung mewariskan rasa cemas, takut, atau ketidakpercayaan kepada generasi berikutnya.

Bahkan, kebiasaan menghindari masalah atau merasa tidak layak bahagia dapat menjadi bagian dari “warisan” tak tertulis yang dibawa turun-temurun.

Dikutip dari praktiqu.com, trauma yang tidak disembuhkan berpotensi membentuk pola perilaku berulang, seperti mudah tersinggung, sulit mempercayai orang lain, hingga kecenderungan memendam emosi.

BACA JUGA:  Ladies Wajib Tahu! Ini Loh Ciri Organ Vital yang Sehat

Pola-pola tersebut sering muncul tanpa disadari karena sudah menjadi sistem yang mengakar dalam keluarga.

Lingkungan pengasuhan yang penuh tekanan emosional dapat membuat seorang anak membawa luka batin hingga dewasa, lalu secara tidak sengaja meneruskannya kepada anak mereka kelak. Inilah yang kemudian membentuk lingkaran trauma yang sulit diputus jika tidak disadari sejak dini.

Trauma generasional juga bisa terjadi dalam konteks sosial dan budaya. Masyarakat yang pernah mengalami penjajahan, konflik bersenjata, atau bencana sosial besar kerap memiliki trauma kolektif yang memengaruhi cara pandang mereka terhadap dunia. Sikap defensif, rasa takut kehilangan, hingga rasa rendah diri terhadap bangsa atau kelompok lain dapat menjadi jejak sejarah yang belum sepenuhnya pulih.

BACA JUGA:  Ibu-ibu Begini Lho, Cara Nasihati Suami yang Bermain Game Sepanjang Hari

Seiring meningkatnya kesadaran terhadap kesehatan mental, fenomena trauma generasional semakin banyak dibicarakan. Memahaminya menjadi langkah awal untuk memutus rantai luka lama dan menciptakan generasi yang lebih sehat secara emosional.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

Jangan Keliru, Ini Perbedaan Lulur dan Scrub untuk Perawatan Kulit
Li Claudia Chandra Dianugerahi Penghargaan Perempuan Inspiratif TV One di Hari Ibu Nasional
Jeda Sejenak, Bahagia Selamanya: Pentingnya ‘Me Time’ bagi Ibu Rumah Tangga
Cara Bebas dari Overthinking dan Trauma yang Membelenggu
Ingin Tetap Segar dan Muda? Terapkan 10 Langkah Ini Setiap Hari
SAPA 129, Layanan Cepat dan Aman untuk Perempuan dan Anak Korban Kekerasan
Takdir Wartawan Jadi Bupati Siak: Karena Pena Juga Bisa Jadi Pedang
Ini Arti Logo Peringatan Hari Ibu 2024

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 06:45 WIB

Jangan Keliru, Ini Perbedaan Lulur dan Scrub untuk Perawatan Kulit

Selasa, 23 Desember 2025 - 09:23 WIB

Li Claudia Chandra Dianugerahi Penghargaan Perempuan Inspiratif TV One di Hari Ibu Nasional

Minggu, 7 Desember 2025 - 10:00 WIB

Warisan Emosional yang Tak Disadari: Fenomena Trauma Generasional

Selasa, 28 Oktober 2025 - 09:34 WIB

Jeda Sejenak, Bahagia Selamanya: Pentingnya ‘Me Time’ bagi Ibu Rumah Tangga

Jumat, 24 Oktober 2025 - 06:44 WIB

Cara Bebas dari Overthinking dan Trauma yang Membelenggu

Berita Terbaru