INIKEPRI.COM – Bupati Natuna Cen Sui Lan meninjau progres pekerjaan Optimalisasi Pemanfaatan SPAM Embung Sebayar di Ranai, Kamis (11/12).
Proyek senilai Rp17 miliar yang dikerjakan SNVT
(Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu) Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV Batam ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam menjawab krisis air bersih yang rutin terjadi saat kemarau panjang di wilayah ibu kota kabupaten.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Cen Sui Lan didampingi Wakil Bupati Jarmin Sidik, Direktur PDAM Tirta Nusa, serta sejumlah pejabat Dinas PUPR. Rombongan diterima langsung oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Air Tanah dan Air Baku SNVT PJPA, Iwan Lesmana.
“Saya Minta Proyek Ini Selesai Tepat Waktu”
Di lokasi pekerjaan, Cen Sui Lan menegaskan bahwa optimalisasi Embung Sebayar merupakan kebutuhan mendesak bagi masyarakat Natuna.
Ia menekankan pentingnya percepatan pekerjaan agar pasokan air bersih dapat segera dinikmati warga, terutama pada periode puncak kemarau.
“Setelah pekerjaan optimalisasi selesai, operasionalnya akan dilaksanakan oleh PDAM. Dengan sistem baru ini, pasokan air baku dari Embung Sebayar dapat menopang kebutuhan masyarakat lebih kontinyu, terutama pada bulan-bulan kering,” ujar Cen Sui Lan.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pemerintah pusat dalam melanjutkan pembangunan SPAM Sebayar pada tahun berikutnya.
“Saya terus mendorong percepatan pembangunan SPAM Sebayar, baik pembangunan IPA maupun revitalisasi jaringan distribusinya. Ini kebutuhan mendesak masyarakat, dan saya ingin semuanya bergerak cepat,” tegasnya.
Rincian Teknis Proyek
PPK Air Tanah dan Air Baku SNVT PJPA, Iwan Lesmana, menjelaskan bahwa optimalisasi embung mencakup beberapa pekerjaan strategis, antara lain:
- Pemasangan pipa transmisi sepanjang 2.285 meter menuju reservoir di Bukit Berangin.
- Pembangunan reservoir baja berkapasitas 100 meter kubik untuk menampung air baku.
- Pemasangan tiga pompa tipe Green Pose, rumah pompa, rumah genset, bangunan penguras, serta instalasi listrik pendukung.
- Sistem distribusi memanfaatkan gravitasi alami dengan beda tinggi 132 meter dari embung ke reservoir.
Menurut Iwan, instalasi listrik kini sudah dalam proses pengerjaan, sementara tiga unit pompa dalam tahap pengiriman.
“Jika seluruh sistem pipa transmisi dan pompa berfungsi, air baku dari Embung Sebayar dapat langsung memperkuat suplai air bersih untuk Ranai,” ujarnya.
Kapasitas Embung dan Proyeksi 2043
Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Natuna, Nanang Agus, menerangkan bahwa Embung Sebayar yang dibangun pada 2022 memiliki kapasitas tampungan 410 ribu meter kubik dengan debit andalan 68 liter per detik. Air embung bersumber dari aliran Sungai Sebayar di kawasan Gunung Ranai.
Sementara itu, Kepala Bidang Cipta Karya, Wan Aswin, menambahkan bahwa distribusi dari reservoir Bukit Berangin nantinya akan disambungkan ke jaringan eksisting sehingga bisa mengaliri kawasan perkotaan Ranai dan sekitarnya.
BWS Sumatera IV menargetkan sistem optimalisasi ini mampu menopang layanan air baku hingga tahun 2043, dengan kapasitas layanan mencapai 79,14 liter per detik.
“Embung Sebayar adalah sumber air baku strategis di wilayah perbatasan. Karena itu, kami berharap pemerintah daerah terus menjaga pengelolaannya agar berkelanjutan,” ujar perwakilan BWS.
Penulis : IZ

















