INIKEPRI.COM — Durian kerap menjadi “tersangka utama” saat hasil pemeriksaan darah menunjukkan lonjakan kolesterol setelah mengonsumsinya.
Tak jarang, buah berjuluk raja buah ini langsung dituding sebagai biang kerok kolesterol tinggi. Padahal, secara medis, durian tidak mengandung kolesterol sama sekali.
Lalu, mengapa setelah makan durian kadar kolesterol—khususnya kolesterol jahat (LDL)—bisa meningkat?
Bukan Kolesterol, Tapi Gula Tinggi
Fakta medis menunjukkan bahwa penyebab utama lonjakan kolesterol setelah makan durian bukan berasal dari kandungan kolesterol, melainkan dari kadar gula yang sangat tinggi, terutama fruktosa dan glukosa.
Ketika durian dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, tubuh menerima asupan gula yang melebihi kebutuhan. Kelebihan gula tersebut kemudian diproses oleh hati dan diubah menjadi trigliserida, yaitu salah satu jenis lemak dalam darah.
Kadar trigliserida yang tinggi inilah yang kemudian:
- Memicu peningkatan kolesterol jahat (LDL)
- Menurunkan kadar kolesterol baik (HDL)
- Meningkatkan risiko gangguan pembuluh darah jika terjadi berulang
Faktor Lain yang Memperparah Dampak Durian
Selain kandungan gula, terdapat beberapa faktor lain yang membuat durian berdampak kurang baik bagi profil lemak tubuh jika dikonsumsi berlebihan:
1. Kalori Sangat Padat
Satu porsi durian berukuran sedang dapat mengandung sekitar 150–300 kalori. Jika dikonsumsi tanpa kontrol, kelebihan kalori ini akan disimpan sebagai lemak, termasuk lemak visceral yang berbahaya bagi jantung.
2. Alkohol Alami dari Fermentasi
Durian yang sangat matang mengalami proses fermentasi alami sehingga menghasilkan alkohol dalam jumlah kecil. Alkohol ini dapat memicu hati memproduksi lebih banyak lemak, terutama bila dikombinasikan dengan gula tinggi.
3. Kandungan Lemak Jenuh
Meski durian mengandung lemak sehat (MUFA), tetap terdapat sedikit lemak jenuh. Jika dikombinasikan dengan gula tinggi, kondisi ini dapat memperburuk kesehatan pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
Tips Aman Menikmati Durian
Agar tetap bisa menikmati durian tanpa khawatir berlebihan, para ahli kesehatan menyarankan beberapa langkah berikut, terutama bagi penderita hipertensi, diabetes, atau gangguan kolesterol:
- Batasi porsi: Cukup 2–3 biji durian dalam satu waktu
- Perbanyak air putih: Hindari minuman manis atau bersoda
- Jangan dikombinasikan dengan alkohol: Kombinasi ini dapat menghambat metabolisme dan membahayakan jantung
- Perhatikan kondisi tubuh: Jika muncul pusing, mual, atau tengkuk terasa kaku, segera hentikan konsumsi
Secara umum, peningkatan kolesterol setelah makan durian bersifat tidak langsung, melalui mekanisme perubahan gula menjadi lemak di dalam tubuh. Konsumsi secara bijak dan seimbang tetap menjadi kunci agar durian bisa dinikmati tanpa mengorbankan kesehatan.
Penulis : DI
Editor : IZ

















