Wacana Polri di Bawah Kementerian Ditolak PROJO, Ini Alasannya

- Publisher

Kamis, 29 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Jenderal DPP PROJO Freddy Damanik. Foto: Istimewa

Sekretaris Jenderal DPP PROJO Freddy Damanik. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Organisasi kemasyarakatan pendukung pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka, PROJO, menyatakan sikap tegas menolak wacana penempatan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah kementerian tertentu. Menurut PROJO, gagasan tersebut berpotensi menimbulkan persoalan baru dalam efektivitas tugas Polri menjaga keamanan, ketertiban masyarakat, serta penegakan hukum.

Sekretaris Jenderal DPP PROJO, Freddy Damanik, menilai usulan tersebut tidak tepat baik dari sisi konstitusional maupun tata kelola pemerintahan.

“Kami dengan tegas menolak usulan agar Polri berada di bawah kementerian, kementerian apa pun namanya,” ujar Freddy di Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Wacana tersebut mencuat dalam rapat kerja antara Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dengan Komisi II DPR RI pada 26 Januari 2026. Dalam forum itu, Kapolri mengungkap adanya usulan agar Polri berada di bawah kementerian tertentu, namun secara terbuka menyatakan penolakannya.

BACA JUGA:  Data Nasabah BPJS Kesehatan Bocor, PROJO: Mencoreng Muka Pemerintah!

Freddy menyampaikan bahwa PROJO sejalan dengan sikap Kapolri yang menolak wacana tersebut. Ia menegaskan, posisi dan peran Polri telah diatur secara jelas dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

“Dalam Pasal 30 Ayat 4 UUD 1945 ditegaskan bahwa Polri adalah alat negara yang bertugas memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat serta menegakkan hukum. Artinya, secara konstitusional Polri tidak ditempatkan dalam struktur sektoral kementerian mana pun,” jelasnya.

Menurut Freddy, frasa “alat negara” menunjukkan bahwa Polri berada langsung di bawah otoritas Presiden sebagai kepala pemerintahan dan pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi. Oleh karena itu, pemindahan struktur Polri ke bawah kementerian tertentu tidak bisa dilakukan tanpa perubahan konstitusi.

BACA JUGA:  Mendagri : Jangan Mainkan Isu SARA Lagi di Pilkada

“Jika ingin mengubah struktur tersebut, maka jalurnya adalah amandemen UUD 1945. Tanpa itu, wacana ini justru berpotensi melanggar konstitusi,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa penempatan Polri di bawah kementerian berisiko mengganggu netralitas dan profesionalitas institusi kepolisian. Selain itu, rentang kendali Presiden terhadap Polri dinilai akan semakin jauh dan membuka ruang intervensi struktural dari berbagai kepentingan.

“Polri seharusnya tetap bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Jika ditempatkan di bawah kementerian, justru akan membuka ruang cawe-cawe struktural yang dapat mengganggu fungsi keamanan,” ujar Freddy.

BACA JUGA:  Presiden Jokowi Dorong Transparansi dan Pengawasan Ketat Pilkada 2024

PROJO menilai, tantangan yang dihadapi Polri saat ini tidak semestinya dijawab dengan perubahan kelembagaan. Fokus utama yang diperlukan adalah penguatan fungsi pelayanan, profesionalisme, serta peningkatan kualitas kinerja institusi.

“Kami tidak melihat urgensi memindahkan Polri ke bawah kementerian. Yang dibutuhkan adalah penguatan dan perbaikan internal, bukan perubahan struktur yang bersifat coba-coba,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Freddy menegaskan bahwa perbaikan institusi merupakan kebutuhan semua lembaga negara. Namun, perubahan tersebut harus dilakukan secara terukur dan tidak menabrak prinsip konstitusional.

“Penguatan dan pembenahan memang perlu. Tapi solusi struktural yang keliru justru bisa menimbulkan masalah baru,” pungkasnya.

Penulis : IZ

Berita Terkait

Konsolidasi di Batam, Ahmad Ali Tegaskan Target PSI Rebut Satu Kursi DPR RI dari Kepri
Survei SMRC: Elektabilitas Prabowo Subianto Turun Jadi 9,8 Persen
Sekretaris Projo Kepri: Putusan MK Bukan Vonis Gibran Tak Punya Ijazah SMA
Jokowi Ungkap Sudah Jadi Anggota PSI, November Dikukuhkan Jadi Ketua Dewan Pembina
Usulan Pilkada Tanpa Wakil Layak Dikaji, Sudah Dibahas Lintas Fraksi DPR
Silaturahmi Hanura dan Bawaslu Batam, Bahas SIPOL hingga Validitas Kepengurusan Partai
Formasi Baru! Duet ‘Kak Randi– Mas Kamal’ Resmi Pimpin NasDem Batam: Siap Dekatkan Politik ke Rakyat, Pemilih Muda Dibidik
Sejarah NasDem dan Ujian Terbarunya: Membaca Isu Merger di Peta Politik Nasional
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:40 WIB

Konsolidasi di Batam, Ahmad Ali Tegaskan Target PSI Rebut Satu Kursi DPR RI dari Kepri

Minggu, 18 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Survei SMRC: Elektabilitas Prabowo Subianto Turun Jadi 9,8 Persen

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Sekretaris Projo Kepri: Putusan MK Bukan Vonis Gibran Tak Punya Ijazah SMA

Minggu, 27 September 2026 - 10:15 WIB

Jokowi Ungkap Sudah Jadi Anggota PSI, November Dikukuhkan Jadi Ketua Dewan Pembina

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:03 WIB

Usulan Pilkada Tanpa Wakil Layak Dikaji, Sudah Dibahas Lintas Fraksi DPR

Berita Terbaru