INIKEPRI.COM – Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadhan, umat Islam dianjurkan mempersiapkan diri tidak hanya secara spiritual, tetapi juga secara fisik melalui bersuci. Salah satu amalan yang kerap dilakukan adalah mandi sebelum menjalankan ibadah puasa, baik sebagai kewajiban maupun bentuk penyambutan terhadap bulan penuh berkah.
Praktik ini bukan sekadar tradisi, melainkan memiliki dasar syariat yang jelas, yakni memastikan seseorang telah terbebas dari hadas besar sebelum melaksanakan ibadah, termasuk shalat dan puasa.
Mandi Sebelum Ramadhan: Wajib atau Sunnah?
Dalam Islam, mandi menjelang Ramadhan terbagi menjadi dua jenis:
1. Mandi Wajib, dilakukan oleh mereka yang berada dalam kondisi hadas besar, seperti:
- Setelah hubungan suami istri
- Keluarnya air mani
- Selesainya haid
- Berakhirnya masa nifas
Jika kondisi tersebut terjadi sebelum fajar, maka mandi wajib harus dilakukan agar ibadah puasa sah secara syariat.
2. Mandi Sunnah, dilakukan oleh siapa saja yang ingin menyambut Ramadhan dalam keadaan bersih dan suci secara lahiriah, meskipun tidak sedang berhadas besar. Mandi ini bersifat anjuran sebagai bentuk penghormatan terhadap bulan mulia.
Sejumlah riwayat hadits menjelaskan bahwa Rasulullah SAW pernah memasuki waktu fajar dalam keadaan junub, kemudian mandi dan tetap melaksanakan puasa. Hal ini menunjukkan bahwa bersuci merupakan bagian penting dalam kesempurnaan ibadah.
Bacaan Niat Mandi Sunnah Menyambut Ramadhan
Arab:
نَوَيْتُ أَدَاءَ الْغُسْلِ الْمَسْنُونِ لِي فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ مِنْ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu adâ’al ghuslil masnûni lî fî hadzihil lailati min Ramadhâna lillâhi ta‘âlâ.
Artinya:
“Aku berniat menjalankan mandi yang disunnahkan kepadaku pada malam ini di bulan Ramadhan karena Allah Ta’ala.”
Bacaan Niat Mandi Wajib karena Hadas Besar
Arab:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ مِنَ الْجَنَابَةِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitul ghusla liraf‘il hadatsil akbari minal janâbati fardhan lillâhi ta‘âlâ.
Artinya:
“Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari janabah, fardhu karena Allah Ta’ala.”
Niat dibaca dalam hati saat air pertama kali disiramkan ke tubuh.
Tata Cara Mandi Wajib yang Benar
Agar mandi wajib sah, pelaksanaannya tidak boleh asal. Berikut urutannya:
1. Membaca niat sebelum mandi.
2. Membasuh kedua tangan tiga kali.
3. Membersihkan area kemaluan dan bagian tubuh yang kotor.
4. Mencuci tangan kembali hingga bersih.
5. Berwudhu seperti hendak shalat.
6. Membasahi rambut hingga air merata ke kulit kepala.
7. Mengguyur kepala tiga kali.
8. Menyiram tubuh sebelah kanan, lalu kiri, masing-masing tiga kali.
9. Memastikan air mengenai seluruh lipatan tubuh.
10. Melanjutkan mandi hingga seluruh badan bersih.
Doa Setelah Mandi Wajib
Arab:
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ
Latin:
Asyhadu an lâ ilâha illallâhu wahdahû lâ syarîka lah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhû wa rasûluh. Allâhummaj‘alnî minat-tawwâbîn waj‘alnî minal-mutathahhirîn.
Artinya:
“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikan aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan menyucikan diri.”
Doa ini tidak wajib, namun dianjurkan sebagai penyempurna ibadah bersuci.
Makna Bersuci Menyambut Ramadhan
Bersuci sebelum Ramadhan bukan hanya membersihkan tubuh, tetapi juga menjadi simbol kesiapan hati memasuki bulan penuh ampunan. Dengan kondisi lahir dan batin yang bersih, umat Islam diharapkan dapat menjalani ibadah puasa dengan lebih khusyuk dan maksimal.
Penulis : DI
Editor : IZ

















