INIKEPRI.COM – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, secara resmi melantik Dewan Hakim Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) XXXIV Tingkat Kota Batam Tahun 2026. Prosesi pelantikan berlangsung di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (7/4/2026).
Pelantikan ini menjadi penanda dimulainya tahapan penting menjelang pelaksanaan MTQH yang dijadwalkan berlangsung pada 10 hingga 16 April 2026.
Dalam sambutannya, Amsakar menyampaikan apresiasi kepada para tokoh agama dan anggota dewan hakim yang telah menerima amanah tersebut. Ia menilai, peran dewan hakim tidak hanya sebatas memberikan penilaian, tetapi juga menjadi penjaga kualitas dan marwah pelaksanaan MTQH.
Menurutnya, keberhasilan sebuah ajang MTQH sangat ditentukan oleh integritas dan profesionalitas para hakim dalam menjalankan tugas.
“Dewan hakim memegang peran sentral. Mereka bukan hanya menilai, tetapi juga memastikan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an benar-benar tercermin dalam setiap proses dan hasil perlombaan,” ujarnya.
Ia menegaskan, seluruh proses penilaian harus dilakukan secara objektif, transparan, dan bebas dari intervensi pihak mana pun. Amsakar mengingatkan agar setiap hakim berpegang teguh pada Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK) yang telah ditetapkan.
“Yang kita jaga bukan hanya hasil lomba, tetapi kepercayaan publik. Karena itu, penilaian harus murni berdasarkan kemampuan peserta, tanpa kepentingan lain,” tegasnya.
Amsakar berharap, melalui proses penilaian yang profesional dan berintegritas, akan lahir generasi Qurani terbaik dari Batam, mulai dari qari dan qariah, hafiz dan hafizah, hingga mufasir dan muhaddis yang mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.
Selain aspek penilaian, ia juga menyoroti pentingnya kesiapan teknis pelaksanaan MTQH. Ia meminta panitia melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan sebelumnya agar pelaksanaan tahun ini berjalan lebih baik, tertib, dan berkualitas.
“Kita ingin MTQH ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi benar-benar memberi dampak. Baik dalam memperkuat syiar Islam maupun membangun karakter masyarakat yang religius,” katanya.
Di akhir sambutan, Amsakar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menyukseskan MTQH XXXIV. Ia menekankan bahwa keberhasilan kegiatan ini merupakan tanggung jawab bersama.
“Ini bukan hanya tugas panitia atau pemerintah, tetapi juga tanggung jawab kita semua. Mari kita jadikan MTQH ini sebagai momentum memperkuat kebersamaan dan nilai-nilai keagamaan di Kota Batam,” pungkasnya.
Pelaksanaan MTQH XXXIV diharapkan tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga mampu memberikan dampak spiritual yang luas serta memperkuat identitas Batam sebagai kota yang religius dan berbudaya.
Penulis : DI
Editor : IZ

















