Bangunan di Batu Gajah – Belakangpadang Diduga Disiapkan untuk SPPG MBG, Warga Minta Kejelasan

- Publisher

Rabu, 22 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rumah di Batu Gajah yang diduga akan dialihfungsikan sebagai SPPG. Foto: INIKEPRI.COM

Rumah di Batu Gajah yang diduga akan dialihfungsikan sebagai SPPG. Foto: INIKEPRI.COM

INIKEPRI.COM – Aktivitas penyesuaian pada sebuah bangunan di Kampung Bugis, Batu Gajah, Kelurahan Sekanak Raya, Kecamatan Belakang Padang, menarik perhatian warga. Bangunan yang sebelumnya diketahui sebagai rumah tinggal itu diduga akan difungsikan sebagai fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pantauan di lokasi menunjukkan adanya pengerjaan pada bangunan tersebut, dengan material yang terlihat menumpuk di sekitar area. Namun, tidak ditemukan papan informasi kegiatan sebagaimana umumnya proyek pembangunan, yang biasanya mencantumkan jenis pekerjaan, pelaksana, maupun status perizinan.

Ketiadaan informasi tersebut memunculkan tanda tanya di kalangan masyarakat sekitar.

“Kalau memang ada kegiatan, biasanya ada papan informasi. Di sini tidak ada, jadi kami tidak tahu ini untuk apa,” ujar seorang warga yang ditemui di lokasi, Senin (20/4).

BACA JUGA:  Disperindag Sosialisasikan QRIS ke Pedagang Pasar Tradisional

Sejumlah warga menyebutkan, perubahan fungsi bangunan menjadi fasilitas yang berkaitan dengan pengolahan makanan dalam skala tertentu berpotensi menimbulkan dampak, terutama terhadap lingkungan dan aktivitas permukiman.

Lurah Sekanak Raya, Muhammad Rohman, mengatakan hingga saat ini pihak kelurahan belum menerima pemberitahuan resmi terkait rencana tersebut.

“Kami belum mendapat informasi atau koordinasi dari pihak mana pun. Informasi yang beredar sejauh ini masih berasal dari warga,” ujarnya.

Secara regulatif, perubahan fungsi bangunan dari hunian ke kegiatan lain memerlukan penyesuaian perizinan sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, keterbukaan informasi menjadi aspek penting dalam setiap kegiatan yang berdampak pada masyarakat.

BACA JUGA:  Perang Semesta, Mahfud MD: Perang Terhadap Segala Kekuatan yang Ada untuk TPPO

Dari sisi lingkungan, kegiatan pengolahan makanan juga memiliki standar tertentu, termasuk terkait pengelolaan limbah, sanitasi, dan higiene. Hal ini penting untuk memastikan aktivitas yang dilakukan tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar.

Berdasarkan dokumen denah yang diperoleh redaksi dan masih dalam tahap verifikasi, bangunan tersebut dirancang memiliki beberapa ruang pendukung, seperti dapur, area persiapan, ruang pemorsian, serta gudang bahan. Terdapat pula fasilitas tambahan seperti instalasi pengolahan air limbah (IPAL), area pemilahan sampah, dan ruang penyimpanan gas.

Warga berharap, jika rencana tersebut benar direalisasikan, aspek lingkungan menjadi perhatian utama. Letak bangunan yang berada di posisi lebih tinggi dari permukiman sekitar juga dinilai perlu dipertimbangkan.

BACA JUGA:  Pimpin Apel Gabungan Pemko Batam, Rudi: Dukung Sepenuhnya Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam Terpilih

“Kalau nanti digunakan untuk kegiatan pengolahan makanan, kami harap limbahnya benar-benar dikelola dengan baik,” ujar warga lainnya.

Selain itu, potensi peningkatan aktivitas kendaraan operasional juga menjadi kekhawatiran tersendiri bagi warga terkait kenyamanan lingkungan.

Di Batam, pengelolaan lahan berada di bawah kewenangan BP Batam, sementara perizinan bangunan menjadi kewenangan Pemerintah Kota Batam melalui dinas teknis terkait.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang maupun pihak yang diduga sebagai pelaksana kegiatan. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan.

Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak terkait sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik, serta akan terus menelusuri perkembangan informasi guna menghadirkan pemberitaan yang berimbang.

Penulis : RP

Editor : IZ

Berita Terkait

Amsakar Buka Bimtek PKK, Tekankan Tata Kelola Jadi Kunci Keberhasilan Organisasi
Cen Sui Lan Hadir Langsung, Pastikan Jemaah Natuna Siap Menuju Tanah Suci
Li Claudia Siapkan Langkah Penataan 60 Pasar di Batam, Soroti Standar Pengelolaan Sampah
JCH Batam Berangkat Haji Bawa Sambal Bilis & Rendang, Amsakar-Li Claudia Ikut Titip Doa
Retret Lemhannas Jadi Momentum, Ketua DPRD Batam Siap Implementasikan Nilai Kepemimpinan Strategis
Pelepasan 15 Calon Jamaah Haji Belakang Padang Berlangsung Khidmat
Amsakar: Stabilitas Sosial Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Batam
Hari Kartini 2026, Ketua DPRD Batam Dorong Perempuan Kuasai Ruang Strategis

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 18:10 WIB

Bangunan di Batu Gajah – Belakangpadang Diduga Disiapkan untuk SPPG MBG, Warga Minta Kejelasan

Rabu, 22 April 2026 - 16:27 WIB

Amsakar Buka Bimtek PKK, Tekankan Tata Kelola Jadi Kunci Keberhasilan Organisasi

Rabu, 22 April 2026 - 15:00 WIB

Cen Sui Lan Hadir Langsung, Pastikan Jemaah Natuna Siap Menuju Tanah Suci

Rabu, 22 April 2026 - 07:26 WIB

JCH Batam Berangkat Haji Bawa Sambal Bilis & Rendang, Amsakar-Li Claudia Ikut Titip Doa

Selasa, 21 April 2026 - 12:55 WIB

Retret Lemhannas Jadi Momentum, Ketua DPRD Batam Siap Implementasikan Nilai Kepemimpinan Strategis

Berita Terbaru