INIKEPRI.COM – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Batam mulai merangsek ke kawasan infrastruktur energi strategis. Kobaran api yang muncul sejak akhir pekan terpantau berada tidak jauh dari Gardu Induk (GI) Batu Besar milik PT PLN Batam, sebuah objek vital nasional yang menjadi penopang sistem kelistrikan di Kota Batam.
Situasi tersebut memicu respons cepat dari PLN Batam dengan menggandeng Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Kepulauan Riau untuk mencegah api merambat ke instalasi tegangan tinggi yang berpotensi memicu pemadaman listrik berskala luas.
Manager Humas PLN Batam, Yoga Perdana Sulastana, mengatakan titik api pertama kali terdeteksi sejak Sabtu (21/3/2026), dan sempat berhasil dipadamkan pada malam hari.
“Laporan dari rekan-rekan di lapangan menunjukkan adanya kebakaran lahan yang sangat dekat dengan GI Batu Besar. Kami segera berkoordinasi dengan Pamobvit Polda Kepri dan tim pemadam kebakaran. Api pada hari Sabtu berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.00 WIB,” ujar Yoga di Batam, Minggu (22/3/2026).
Namun, kondisi belum sepenuhnya aman. Pada Minggu sore, titik api kembali muncul di area yang berdekatan. Meski skalanya tidak sebesar hari sebelumnya, cuaca panas ekstrem membuat potensi kebakaran susulan tetap tinggi.
“Kami intens melakukan pemantauan karena cuaca saat ini sangat panas. Jika api sampai menyentuh infrastruktur Gardu Induk, dampaknya akan sangat fatal pada sistem kelistrikan Batam secara keseluruhan,” tegasnya.
Sebagai langkah pencegahan, PLN Batam bersama personel kepolisian juga turun langsung ke lingkungan permukiman sekitar gardu induk untuk memberikan edukasi kepada warga agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara terbuka.
Langkah ini dinilai penting mengingat vegetasi di kawasan tersebut mulai mengering akibat cuaca panas dan angin kencang, sehingga api dapat dengan cepat meluas ke area vital.
Tak hanya mengancam sistem kelistrikan, asap dari karhutla di kawasan Batu Besar juga berdampak pada aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Hang Nadim. Data dari BMKG Kelas I Hang Nadim mencatat jarak pandang sempat turun hingga 4 kilometer, yang memengaruhi prosedur lepas landas dan pendaratan pesawat.
Dengan kondisi tersebut, PLN Batam terus meningkatkan pengawasan di sekitar GI Batu Besar demi memastikan pasokan listrik untuk masyarakat dan dunia usaha tetap aman.
Penulis : DI
Editor : IZ
















