INIKEPRI.COM – Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di Kota Batam berlangsung berbeda dari biasanya. Jika di banyak daerah identik dengan aksi unjuk rasa, ribuan buruh di Batam justru memilih aksi nyata dengan membersihkan lingkungan.
Kegiatan ini digagas oleh FSP LEM SPSI tingkat Provinsi Kepulauan Riau dan Kota Batam sebagai bentuk peringatan May Day yang lebih produktif dan kolaboratif.
Sejak pagi hari, sekitar pukul 07.00 WIB, para buruh turun ke sejumlah wilayah, mulai dari Kecamatan Sei Beduk, Sagulung, Batu Aji, Bengkong, Batu Ampar, hingga Lubuk Baja. Aksi kemudian dipusatkan di Alun-Alun Engku Putri.
Sampah yang berhasil dikumpulkan dari berbagai titik tersebut diangkut menggunakan puluhan kendaraan dan dilepas secara simbolis oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, didampingi Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra.
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Rizki Faisal, Asep Safrudin, serta Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan bersama unsur Forkopimda lainnya.
Dalam sambutannya, Amsakar mengapresiasi langkah buruh yang dinilainya mampu menghadirkan energi positif bagi kota.
“Aksi yang dibuat oleh konfederasi LEM SPSI ini sangat luar biasa. Bisa menyatukan antara aktivis buruh dengan pemangku kepentingan di Batam,” ungkap Amsakar.
Ia juga menilai buruh yang tergabung dalam SPSI di Batam memiliki semangat konstruktif dalam mendukung pembangunan daerah.
“SPSI yang ada di Batam ini, di mata kami, adalah aktivis buruh yang selalu berpikiran positif dan selalu mempertimbangkan kemasyalatan daerah,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua DPD FSP SPSI Kepri, Syaiful Badri Sofyan, menegaskan bahwa peringatan May Day tidak harus selalu diwarnai aksi tuntutan.
“Tidak harus selalu dengan menuntut (Demo), disaat-saat momen seperti ini ayo kita bersama sama, membangun sinergitas dengan semua elemen,” ujarnya.
“Ada saatnya kita berjuang untuk tuntutan, ada saatnya kita menunjukan bahwa kita mampu bersinergi dan mampu berdialog. Tahun ini, Kita SPSI memperingati hari buruh dengan berbuat (Membersihkan Sampah). Tahun sebelumnya kita juga berbuat (Menanam Manggrove),” sambungnya.
Ia juga menjelaskan bahwa aksi ini melibatkan sekitar 60 unit kendaraan pengangkut sampah, dengan total sampah yang berhasil dikumpulkan mencapai kurang lebih 60 ton.
“Total kendaraan semuanya kurang lebih sekitar 60 unit dan total sampah yang kita bersihkan dan angkut kurang lebih sebanyak 60 Ton,” pungkasnya.
Aksi ini menjadi gambaran bahwa peringatan Hari Buruh tidak selalu identik dengan demonstrasi, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kegiatan positif yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan.
Penulis : IZ

















